Oleh: Sam Hughes
3 April 2003 – 22 Februari 2008
(Sumber: qntm.org)

Pendahuluan
Menghancurkan Bumi jauh lebih sulit dari yang Anda bayangkan
Anda telah sering melihat film-film action di mana tokoh jahat mengancam akan menghancurkan planet Bumi. Anda sering mendengar dalam berita tentang orang-orang yang menyatakan bahwa perang nuklir mendatang, atau penebangan hutan tropis, atau pelepasan polusi yang mengerikan ke atmosfir secara terus menerus akan membawa dunia pada titik akhir.

Bodoh
Bumi dibentuk untuk bisa bertahan. Ia merupakan bola besi berbobot 5.973.600.000.000.000.000.000 ton yang berumur 4.550.000.000 tahun. Ia mengalami lebih banyak hantaman asteroid (yang merusak) sepanjang umurnya dibanding makan malam Anda, dan ia masih mengorbit dengan gembira. Jadi saran pertama saya pada Anda, yang ingin menjadi penghancur Bumi, adalah: JANGAN pernah berpikir bahwa ini akan mudah.

Ini bukanlah sebuah panduan untuk orang-orang yang hanya bertujuan memusnahkan kemanusiaan. Saya (Sam Hughes) tidak bisa menjamin pemusnahan ras manusia secara sepenuhnya dengan metode-metode ini, nyata ataupun khayalan. Manusia itu cerdas dan panjang akal, dan banyak dari metode-metode di bawah ini yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa tercapai, biarlah seseorang melaksanakannya, sehingga manusia mungkin akan menyebar ke planet-planet lain, atau bahkan sistem bintang (star system) yang lain. Jika genosida manusia secara total merupakan tujuan tertinggi Anda, maka Anda sedang membaca dokumen yang salah. Ada beberapa cara yang lebih efisien untuk melakukan ini, banyak cara-cara tersebut yang telah tersedia dan dapat dilakukan SEKARANG JUGA. Dokumen ini bukanlah sebuah pedoman untuk orang-orang yang ingin menghancurkan segala sesuatu dari kehidupan bersel satu atau lebih, dan juga bukan pedoman untuk membuat Bumi menjadi tak dapat ditempati, atau sederhananya menaklukkannya. Itu adalah ambisi yang tidak penting.

Ini adalah panduan untuk orang-orang yang tidak ingin Bumi ada lagi. Daftar Isi:

  • Pendahuluan
  • Pernyataan Tujuan
  • Status Penghancuran Bumi Saat Ini
  • Metode-metode Untuk Menghancurkan Bumi
  • Metode-metode Mundur (fall-back methods)
  • Cara-cara Lain yang Kurang Saintifik Bahwa Bumi Dapat Dihancurkan
  • Metode-metode Berdasarkan Fiksi
  • Beberapa Hal yang TIDAK Akan Menghancurkan Bumi
  • Strategi Umum Geocide (pemusnahan Bumi—penj)
  • Ucapan Terima Kasih

Pernyataan Tujuan
Agar dokumen ini menjadi akurat secara teknis dan saintifik, saya akan memutuskan tujuan kita: mengubah Bumi menjadi sesuatu selain planet atau planet kecil, dengan cara-cara yang diperlukan.

International Astronomical Union mendefinisikan planet sebagai:

Sebuah benda angkasa yang

  1. berada dalam orbit di sekeliling Matahari
  2. memiliki cukup massa pada gravitasinya sendiri untuk mengatasi gaya benda yang berat sehingga membentuk (hampir bundar) ekuilibrium hidrostatik
  3. daerah (neighbourhood) sekitar orbitnya telah kosong.

Dan planet kecil sebagai:

Sebuah benda angkasa yang

  1. berada dalam orbit di sekeliling Matahari
  2. memiliki cukup massa pada gravitasinya sendiri untuk mengatasi gaya benda yang berat sehingga membentuk (hampir bundar) ekuilibrium hidrostatik
  3. daerah sekitar orbitnya belum kosong
  4. bukan satelit.

Definisi-definisi ini dengan serta-merta mengusulkan beberapa cara yang sangat sederhana untuk melucuti Bumi dari keplanetannya, seperti misalnya melemparkannya ke ruang antar bintang, memindahkannya ke orbit di sekitar gas raksasa, atau memindahkannya ke orbit matahari yang daerahnya tidak kosong (sabuk asteroid utama adalah pilihan yang paling mudah). Yang sedikit tidak mudah adalah mendefinisikan ulang “planet” agar tidak mencakup Bumi. Secara wajar, metode-metode ini (sejauh ini, yang terakhir merupakan metode yang paling mungkin untuk dilakukan) tidak akan diperhitungkan – mendefinisikan ulang sesuatu tidak membuat sesuatu itu hilang.

Karena itu, kita hanya dihadapkan dengan tantangan mengubah struktur fisik Bumi secara signifikan, atau mereduksi massanya sedemikian rupa sehingga ia dapat mempertahankan bentuk yang tidak bundar. Contohnya: meledakkannya, mengubahnya menjadi awan debu, menggabungkannya dengan benda angkasa yang lebih besar, dan lain-lain.

Status Penghancuran Bumi Saat Ini
* Bumi telah dihancurkan 0 kali
Informasi dari International Earth-Destruction Advisory Board.

Metode-metode untuk Menghancurkan Bumi
Salah satu metode yang terdaftar di sini seharusnya benar-benar bekerja. Menurut pemahaman santifik saat ini, Bumi pasti mungkin untuk dihancurkan dengan metode ini, betapapun mustahilnya dan tidak praktisnya.

Metode-metode ini disusun sesuai dengan tingkat kemungkinannya. Tingkat kemungkinannya terbagi atas sepuluh – ini berdasarkan insting memusnahkan yang ada pada diri saya dan tidak mencerminkan kemungkinan matematis yang sesungguhnya.

Beberapa metode mengharuskan untuk memindahkan Bumi ke jarak tertentu jauh dari jalur orbitnya yang biasa. Ini adalah sebuah esai, jadi halaman terpisah telah dibuat untuk hal itu.

  1. Menghancurkan Bumi dengan jumlah antimateri yang setara

Anda membutuhkan: sebuah planet seperti Bumi yang terbuat dari anti-materi

Anti-materi – zat paling eksplosif – dapat diproduksi dalam jumlah kecil dengan menggunakan akselerator partikel berukuran besar, tapi untuk memproduksi jumlah yang diinginkan ini akan memerlukan waktu yang gila-gilaan. Jika Anda dapat menciptakan mesin yang tepat, maka mungkin Anda dapat menemukan atau mengumpulkan bongkahan batu seukuran Bumi dan kemudian “membalikkannya” (flip) melalui dimensi ruang yang ke-4, mengubahnya menjadi anti-materi secara serentak.

Metode: Jika Anda telah menghasilkan anti-materi, mungkin di ruang angkasa, luncurkanlah seluruhnya menuju Bumi. Pelepasan energi yang dihasilkan (berdasarkan persamaan massa-energi Einstein yang terkenal, E=mc2) setara dengan jumlah yang dihasilkan Matahari dalam kira-kira 89 juta tahun. Sebagai kemungkinan lain, jika mesin pembalik materi (matter-flipping machine) milik Anda sedikit lebih fleksibel, ubah separuh Bumi menjadi anti-materi (katakanlah, Belahan bumi Barat) dan saksikanlah kembang apinya (fireworks).

Bentuk terakhir Bumi: Saat materi dan anti-materi bertubrukan, mereka saling menghancurkan secara seutuhnya, tidak menyisakan apapun selain energi. Yang akan tersisa dari Bumi adalah cahaya yang berkilauan yang mengembang di ruang angkasa selamanya. Metode ini merupakan salah satu metode yang paling permanen dan total dalam daftar ini, karena materi sesungguhnya yang menyusun Bumi berhenti eksis/hidup, sehingga mustahil baginya untuk mengumpulkan planet tersebut kembali.

Tingkat kemungkinannya: 2/10. Menciptakan anti-materi ADALAH sesuatu yang mungkin, sehingga, secara teknis, metode ini ADALAH mungkin. Tapi karena mesin pembalik materi-menjadi-anti-materi barangkali hanyalah sebuah fiksi sains, kita membutuhkan waktu yang sangat-sangat banyak untuk melakukannya.

Komentar: Dengan jumlah anti-materi yang secara signifikan lebih kecil, Anda dapat meledakkan Bumi – sampai bertemu lagi.

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Thomas Wooten.

  1. Pemecahan/pembelahan (fission)

Anda membutuhkan: sebuah mesin pemecah alam semesta (misalnya akselerator partikel), sejumlah energi yang tak terbayangkan.

Metode: Ambil beberapa atom tunggal (single atom) di planet Bumi dan masing-masing dipecah secara individual untuk menjadi hidrogen dan helium. Pemecahan unsur yang lebih berat menjadi hidrogen dan helium adalah kebalikan dari reaksi yang self-sustaining (mempertahankan diri) yang mentenagai Matahari: ini mengharuskan Anda meletakkan energi di mana kebutuhan energi di sini sangat banyak.

Bentuk terakhir Bumi: Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus adalah gas raksasa yang utamanya terdiri dari hidrogen dan helium, mereka cukup masif untuk berpegang pada atmosfer mereka yang tipis. Bumi bukanlah gas yang akan menghilang. Anda harus memiliki segumpal gas di mana pastinya di situ telah ada planet.

Tingkat kemungkinannya: 2/10. Secara teknis memang mungkin, tapi sekali lagi, sangat tidak efisien dan menghabiskan waktu. Anda memerlukan waktu minimal miliaran tahun, saudara-saudara.

Sumber: Metode ini diusulkan oleh John Routledge.

  1. Dihisap ke dalam black hole mikroskopis

Anda membutuhkan: black hole mikroskopis.

Perlu dicatat bahwa black hole tidaklah kekal, ia menguap karena radiasi Hawking. Untuk black hole sedang, Anda memerlukan waktu yang tak terbayangkan, tapi untuk black hole yang sangat kecil, dapat terjadi hampir secara seketika, karena waktu penguapan (evaporation) tergantung pada massa. Karena itu, black hole mikroskopis Anda harus memiliki massa lebih besar dari ambang batas massa tertentu, kira-kira setara dengan massa Gunung Everest.

Menciptakan black hole mikroskopis adalah suatu hal yang rumit, karena kita memerlukan jumlah neutronium yang cukup, tapi mungkin dapat dicapai dengan menumpukkan nuclei atom dalam jumlah besar hingga mereka melekat. Ini menjadi tugas Anda, pembaca.

Metode: Tempatkan black hole Anda pada permukaan Bumi dan tunggu. Black hole memiliki kepadatan (density) yang tinggi sehingga ia dapat melewati materi biasa seperti sebuah batu melewati udara. Black hole akan terjun menembus tanah, memakan jalurnya ke pusat Bumi serta semua jalur ke sisi lain: kemudian, ia akan berosilasi (bergerak kesana-kemari—penj) seperti pendulum penyerap materi. Pada akhirnya ia akan berhenti di intinya (inti Bumi—penj), setelah menyerap cukup banyak materi hingga ia melambat. Lalu Anda hanya perlu menunggu, sementara ia bertengger dan menghabiskan materi sampai Bumi secara keseluruhan menghilang.

Bentuk terakhir Bumi: Satu benda tunggal (singularity) dengan radius sekitar 9 milimeter, yang kemudian akan mulai mengorbit Matahari dengan bahagia sebagaimana biasa.

Tingkat kemungkinannya: 3/10. Sangat-sangat tak mungkin. Tapi tidak mustahil.

Komentar: Mendekatlah!

Sumber: Buku The Dark Side of the Sun karya Terry Pratchett. Memang benar bahwa ide black hole mikroskopis adalah sebuah aliran fiksi sains kuno yang mendahului Pratchett jauh sebelumnya, Pratchett adalah sumber ide pertama saya, dan itulah yang sedang saya uraikan.

  1. Dibakar dalam solar oven (oven matahari—penj)

Anda membutuhkan: Peralatan untuk memfokuskan beberapa persen output energi Matahari langsung ke Bumi.

Yang sedang saya bahas di sini adalah: cermin, banyak cermin. Tangkap beberapa asteroid berukuran sedang sebagai bahan mentah, dan mulailah mengengkol beberapa lembar (km2) bahan reflektif kelas ringan (mylar berlapis aluminium, aluminium foil/kertas aluminium, nickel foil/kertas nikel, iron foil/kertas besi, atau apapun yang bisa Anda kumpulkan). Bahan-bahan tersebut harus mampu mengubah arah fokus pada saat dikehendaki karena secara umum mustahil kita dapat menempatkan sesuatu supaya tidak bergerak di ruang angkasa sementara posisi relatif Bumi dan Matahari senantiasa berubah seiring berlalunya waktu, jadi sematkan beberapa manoeuvering thruster (pendorong gerakan) serta sistem navigasi dan komunikasi pada masing-masing lembar bahan tadi.

Kalkulasi awal menganjurkan bahwa Anda akan membutuhkan cermin seluas kira-kira 2 triliun km2.

Metode: Atur fokusnya supaya memusatkan sebanyak mungkin energi matahari langsung ke Bumi – bisa pada intinya (inti Bumi—penj), bisa pada satu titik di permukaannya. Dengan demikian, menurut teori, ini akan menyebabkan temperatur Bumi secara umum meningkat hingga ia menguap sepenuhnya, menjadi awan gas.

Terdapat satu variasi pada metode ini, yaitu pengubahan Matahari menjadi laser gas hidrogen raksasa.

Bentuk terakhir Bumi: Sebuah awan gas.

Tingkat kemungkinannya: 3/10. Permasalahan utamanya adalah: Apa yang harus dilakukan untuk menghentikan materi agar tidak mendingin dan menjadi planet kembali? Pendeknya, ketika lapisan atas planet menjadi gas, apa yang dapat memaksanya supaya lepas ke ruang angkasa daripada bertahan di permukaan, menyerap lebih banyak panas dan mencegah lapisan bawah agar tidak memanas? Kecuali kalau jumlah panas yang masuk benar-benar banyak, yang Anda perlukan adalah sebuah planet gas, meskipun temporer. Menggerakkan Bumi menuju Matahari (bisa Anda baca nanti di bawah) tampaknya merupakan metode yang jauh lebih masuk akal.

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Sean Timpa.

  1. Diputar dengan sangat cepat (overspin)

Anda membutuhkan: Beberapa alat akselerator (pemercepat—penj) rotasi Bumi.

Mempercepat rotasi Bumi sedikit berbeda dari menggerakkan Bumi. Interaksi eksternal dengan asteroid-asteroid mungkin bisa menggerakkan Bumi tapi tidak akan menghasilkan efek signifikan terhadap kecepatan putarnya. Anda perlu membangun roket atau railgun di khatulistiwa, semuanya menghadap ke arah Barat. Atau mungkin sesuatu yang lebih luar biasa…

Metode: Teorinya adalah, jika Anda memutar Bumi dengan cukup cepat, ia akan terlepas karena kekang-kekang di khatulistiwa mulai bergerak cukup cepat untuk mengatasi gravitasi. Secara teori, satu putaran (revolution) setiap 84 menit seharusnya bisa melakukannya – bahkan putaran yang lebih lambat tetap mampu –, namun kenyataannya, Bumi akan menjadi lebih datar dan menjadi lebih mudah untuk terlepas saat Anda memutarnya lebih cepat.

Tingkat kemungkinannya: 4/10. Ini bisa dilakukan – terdapat satu batasan atas tertentu pada bagaimana suatu benda seperti Bumi dapat berputar sebelum terlepas. Namun, memutar sebuah planet jauh lebih sulit daripada menggerakkannya. Ini tidak sesederhana memasang roket yang mengarah ke setiap arah di setiap sisi…

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Matthew Wakeling.

  1. Diledakkan

Anda membutuhkan: 25.000.000.000.000 ton anti-materi.

Metode: Metode ini mengharuskan detonasi (peledakan—penj) bom yang sangat besar sehingga meledakkan Bumi menjadi berkeping-keping.

Ini, setidaknya, memerlukan sebuah bom besar. Semua bahan eksplosif yang pernah diciptakan manusia, nuklir atau non-nuklir, dihimpun dan didetonasi secara serentak, sehingga akan menghasilkan kawah yang besar dan merusak ekosistem planet, tapi hanya sedikit menggores permukaan planet. Terdapat bukti bahwa di masa lalu, asteroid-asteroid menghantam Bumi dengan ledakan sebesar 5 miliar bom Hiroshima – dan bukti semacam itu sulit untuk ditemukan. Pendeknya, sulit bagi kita untuk mengubah struktur Bumi secara signifikan dengan ledakan. Belum lagi masalah gravitasi. Meledakkan Bumi berkeping-keping bukan berarti Anda membuat ia berkeping-keping untuk selama-lamanya. Jika Anda tidak meledakkannya dengan cukup keras, kepingannya akan mengumpul kembali karena adanya daya tarik gravitasi timbal-balik, dan Bumi, seperti logam cair [dalam film] Terminator, akan membentuk kembali dari kepingannya yang hancur. Anda harus meledakkan Bumi dengan cukup keras untuk mengatasi daya tarik tersebut.

Seberapa sulitkah itu?

Jika Anda melakukan kalkulasi secara seksama, Anda akan menemukan bahwa untuk melepaskan energi sebanyak itu sama dengan menyelesaikan penghancuran sekitar 1.246.400.000.000 ton anti-materi. Itu menanggung kehilangan zero energy (energi nol) menjadi panas, neutrino (partikel dasar dengan muatan listrik nol dan mungkin massa nol—penj), dan radiasi, yang tak mungkin terjadi dalam realitas: Anda mungkin perlu menaikkan takarannya sebesar sekurangnya 20 kali lipat. Jika Anda telah menghasilkan anti-materi, mungkin di ruang angkasa, luncurkanlah seluruhnya menuju Bumi. Pelepasan energi yang dihasilkan (berdasarkan persamaan massa-energi Einstein yang terkenal, E=mc2) seharusnya cukup untuk membelah Bumi menjadi ribuan keping.

Novel Greg Bear, “The Forge of God”, memuat pembawaan yang menarik mengenai teknik ini. Dalam novel ini, tokoh antagonis malah menghasilkan anti-materi dalam bentuk “peluru” anti-neutronim – bahan super padat yang memiliki massa miliaran kilogram per cm3. Ini ditembakkan ke dalam inti Bumi. Neutronim melewati materi biasa semudah bola yang terbang di udara, sehingga peluru anti-neutronim tidak serta-merta menghancurkan; tapi, ia membangun sarung plasma pelindung di sekelilingnya ketika terjun menuju inti Bumi. Ini kemudian diikuti dengan peluru neutronim tetap (regular), yang juga jatuh ke dalam inti tersebut, dengan waktu yang telah dikalkulasikan untuk bertubrukan (antar muka) dengan peluru pertama tepat di pusat Bumi, di mana mereka menghancurkan diri mereka sendiri, dan segera setelahnya, Bumi itu sendiri. Ini sangat hemat ruang, dan ditambah pula bonus energi yang akan dilepaskan di inti Bumi, di mana ia (peluru) dapat melakukan pengrusakan paling besar. Dalam buku tersebut, tokoh antagonis meledakkan beberapa hulu ledak nuklir secara serentak dalam oceanic trench (parit lautan) tertentu, untuk melemahkan keraknya (kerak bumi—penj) dan membuat planet Bumi dapat diledakkan berkeping-keping secara lebih mudah.

Menyusun kembali Bumi menjadi dua planet – yang menurut kriteria saya sekarang sudah mencukupi, untuk sementara waktu – akan membutuhkan lebih sedikit energi, tapi sangat lebih cerdik.

Bentuk terakhir Bumi: Sabuk asteroid kedua di sekeliling Matahari.

Komentar: Dengan gemetar saya tulis, “Saya masih berpikir bahwa anti-materi adalah gila, karena itu saya tak menginginkannya ada pada pancake saya.” Charles MacGee menyajikan sumber-sumber ledakan alternatif dalam blognya; metode ini mengharuskan penciptaan energi ledakan dengan menyatukan (fusing) unsur-unsur lebih ringan pada lapisan Bumi (magnesium dan oksigen). Tentu saja, ini memerlukan penemuan bom fusi magnesium yang efisien. Dan kemudian mengubah semua lapisan bumi menjadi bom. Sangat tidak masuk akal! Memang. Ketidakmasukakalan adalah suatu hal yang relatif.

Tingkat kemungkinannya: 4/10. Sedikit mungkin.

  1. Dihisap ke dalam black hole raksasa

Anda membutuhkan: Sebuah black hole, mesin roket yang sangat bertenaga, dan planetary body (benda planet) berbatu yang besar (opsional). Black hole yang paling dekat dengan planet kita berada pada jarak 1600 tahun cahaya dari Bumi di arah Sagitarius, yang mengorbit V4641.

Metode: Setelah menemukan black hole, Anda perlu mempertemukannya dengan Bumi. Ini tampaknya akan menjadi bagian yang paling menghabiskan waktu dalam rencana ini. Ada dua metode, memindahkan Bumi atau memindahkan black hole, meski untuk hasil terbaik Anda sepertinya harus memindahkan keduanya secara bersama-sama. Lihat “Guide to moving Earth” untuk lebih detail, mengenai bagaimana caranya memindahkan Bumi. Beberapa metode yang terdaftar dapat diterapkan pada black hole juga, meskipun jelas tidak semuanya, karena mustahil untuk bisa menyentuh black hole secara fisik, apalagi membangun roket di atasnya.

Bentuk terakhir Bumi: Menjadi bagian dari massa black hole.

Tingkat kemungkinannya: 6/10. Sangat sulit, tapi pasti mungkin.

Sumber: Buku The Hitch Hiker’s Guide to the Galaxy karya Douglas Adams; www.space.com.

Komentar: Sudah jelas bahwa menjatuhkan Bumi ke dalam singularitas merupakan pembunuhan besar-besaran dan masif. Bidang gravitasi yang lumayan kuat, seperti yang diasosiasikan dengan benda di antara Yupiter dan bintang neutron, akan cukup untuk merobek-robek Bumi melalui gaya tidal (pasang naik dan pasang surut—penj). Kemungkinan ini dijelaskan lebih jauh di bawah.

  1. Didekonstruksi secara cermat dan sistematis

Anda membutuhkan: Sebuah mass driver (pendorong massa). Mass driver adalah sejenis railgun elektromagnetik yang sangat besar, yang pernah diusulkan sebagai sebuah cara untuk menambang kembali bahan-bahan dari Bulan ke Bumi – pada dasarnya, Anda tinggal mengisinya ke dalam driver dan menembakkannya ke atas dengan arah yang tepat. Rancangan Anda harus cukup bertenaga untuk mencapai kecepatan 11 km/detik.

Jutaan ton massa yang didorong keluar dari gravitasi Bumi per detik akan membutuhkan waktu 189.000.000 tahun. Satu mass driver sudah mencukupi, tapi idealnya, banyak (triliunan) mass driver dapat digunakan secara serentak. Sebagai kemungkinan lain, Anda bisa menggunakan space elevator (elevator ruang angkasa) dan roket konvensional.

Metode: Pada dasarnya, apa yang hendak kita lakukan di sini adalah menggali Bumi, sebongkah besar sekaligus, dan mendorongnya secara keseluruhan ke dalam orbit. Ya, semuanya enam sextillion ton.

Kita akan mengabaikan pertimbangan atmosfer. Dibandingkan dengan energi tambahan yang dibutuhkan untuk mengatasi pergesekan udara, membakar habis atmosfer Bumi sebelum memulai proses adalah suatu hal yang relatif sepele. Namun dengan melakukan hal tersebut, metode ini akan membutuhkan – izinkan saya menegaskannya – jumlah energi yang sangat besar. Membangun sebuah bidang Dyson (Dyson sphere) tidak akan memangkasnya. (Catatan: Sebenarnya bisa. Tapi jika Anda memang memiliki teknologi untuk membangun bidang Dyson, untuk apa Anda membaca dokumen ini?)

Bentuk terakhir Bumi: Menjadi banyak kepingan kecil, beberapa jatuh ke dalam Matahari, sisanya tersebar di Sistem Solar.

Tingkat kemungkinannya: 6/10. Jika kita ingin dan bersedia mencurahkan sumber daya padanya, kita dapat memulai proses ini SEKARANG JUGA. Tentu saja, dengan segala macam sampah yang tertinggal di orbit, di Bulan, dan menuju ke ruang angkasa, kita telah melakukannya.

Sumber: Metode ini muncul ketika kepala saya dan kepala Joe Baldwin berbenturan secara kebetulan.

  1. Dilumatkan oleh tubrukan dengan instrumen tumpul

Anda membutuhkan: Sebuah batu besar dan berat, sesuatu dengan sedikit ayunan…mungkin seperti Mars.

Metode: Pada dasarnya, apa pun bisa dihancurkan jika Anda menghantamnya dengan cukup keras. APA PUN. Konsepnya sederhana: cari sebuah planet atau asteroid yang sangat-sangat besar, lalu percepat ia hingga mencapai suatu kecepatan yang mempesona, dan bantingkan ia ke Bumi, sebaiknya antar muka tapi terserah Anda. Hasilnya: benturan yang sangat spektakuler, mengakibatkan Bumi (dan kemungkinan besar, “cue ball”/”bola kiu” kita juga) terlumat dari eksistensinya – hancur menjadi sejumlah kepingan besar yang jika benturannya cukup kuat semestinya memiliki cukup energi untuk mengatasi gaya gravitasi timbal-balik dan melenyapkannya selama-lamanya, takkan pernah lagi mengental menjadi sebuah planet.

Sebuah analisis singkat mengenai ukuran objek yang diperlukan bisa diperoleh di sini. Jatuh dengan kecepatan tubrukan minimal 11 km/detik dan menanggung kehilangan zero energy menjadi panas dan bentuk-bentuk energi lainnya, bola kiunya harus memiliki kira-kira 60% massa Bumi. Mars, planet di sebelah luar Bumi, memiliki berat kira-kira 11% dari massa Bumi, sementara Venus, planet di sebelah dalam Bumi dan juga paling dekat dengan Bumi, memiliki berat sekitar 81% dari massa Bumi. Diasumsikan kita akan menembakkan bola kiu kita ke Bumi pada kecepatan yang lebih besar dari 11 km/detik (saya pikir kurang lebih 50 km/detik), salah satu dari ini dapat menghasilkan kemungkinan yang besar.

Jelas batu yang lebih kecil dapat melakukan tugas tersebut, Anda hanya tinggal menembakkannya lebih cepat. Perhatikan juga pembesaran massa (mass dilation), 5.000.000.000.000 ton asteroid dengan 90% kecepatan cahaya juga dapat melakukannya. Lihat “Guide to moving Earth” untuk memperoleh informasi berguna mengenai bagaimana menggerakkan bongkahan-bongkahan besar batu di antara planet-planet (interplanetary distance). Untuk bongkahan-bongkahan yang lebih kecil, ada lebih banyak opsi – Bussard Ramjet (menyekop hidrogen antara bintang-bintang di bagian depan dan menembakkannya ke bagian belakang sebagai bahan pembakar) merupakan salah satu hal yang paling mungkin secara teknis saat ini. Tentu saja dibutuhkan peningkatan…

Bentuk terakhir Bumi: Menjadi semacam bongkahan-bongkahan batu seukuran Bulan, tersebar secara sembarangan di Sistem Solar yang lebih besar.

Tingkat kemungkinannya: 7/10. Sangat masuk akal.

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Andy Kirkpatrick.

Komentar: Bumi diyakini pernah dihantam oleh sebuah objek seukuran Mars pada titik tertentu pada masa lalu sebelum permukaannya mendingin. Benturan sangat besar ini menghasilkan…Bulan. Anda dapat mengunduh video simulasi tubrukan tersebut dari halaman ini. Karena objek seukuran Mars tersebut jelas tidak menghantam Bumi sekeras yang kita ajukan dengan metode ini, hal ini menjadi bukti dari konsep kita.

Banyak fakta-fakta planet yang berguna dan bisa ditemukan di sini.

  1. Dilemparkan ke dalam Matahari

Anda membutuhkan: Alat pemindah Bumi (Earth-moving equipment).

Metode: Lemparkan Bumi ke dalam Matahari, di situ ia akan dilelehkan dan diuapkan dengan cepat oleh panas Matahari.

Membenturkan Bumi dengan Matahari tidak semudah yang kita kira. Bertentangan dengan opini yang populer, orbit Bumi itu “stabil” dan Bumi tidak akan naik ke dalam Matahari jika kita memberinya dorongan yang lemah (kalau tidak, Anda bisa bertaruh, itu benar-benar akan telah terjadi). Yang mengherankan, ternyata mudah untuk mengakhiri keadaan di mana Bumi berada dalam sebuah orbit lonjong berputar yang memanggangnya selama empat bulan setiap tanggal delapan. Untuk menghindari hal ini diperlukan perencanaan yang matang.

Bentuk terakhir Bumi: Menjadi percikan kecil besi yang menguap, tenggelam ke dalam inti Matahari.

Komentar: Berdasarkan perubahan energi, metode ini lebih rendah daripada metode berikutnya.

Metode ini pada dasarnya merupakan variasi dari metode Solar Oven di atas, di mana Anda harus mendatangkan Matahari ke Bumi (boleh dikatakan demikian).

Tingkat kemungkinannya: 9/10. Mustahil menurut level teknologi kita sekarang, tapi suatu hari nanti mungkin saja, saya yakin. Selain itu, bisa saja terjadi melalui kecelakaan aneh jika sesuatu keluar dan menghantam Bumi secara acak dengan arah yang tepat.

Sumber: Buku Infinity Welcomes Careful Drivers karya Grant Naylor.

  1. Dirobek-robek dengan gaya tidal

Anda membutuhkan: Alat penggerak Bumi.

Metode: Ketika sesuatu (seperti planet) mengorbit sesuatu yang lain (seperti Matahari), semakin dekat ia (planet), maka semakin cepat mengorbit. Merkurius, planet terdekat dengan Matahari, bergerak lebih cepat daripada Bumi, sementara Bumi bergerak lebih cepat daripada Neptunus, planet terjauh.

Adapun, jika Anda mendekatkan Bumi ke Matahari, Anda akan menemukan bahwa sisi Bumi yang menghadap Matahari ingin mengorbit Matahari lebih cepat daripada sisi Bumi yang menghadap ke arah lain. Hal itu menyebabkan ketegangan. Dekatkan Bumi sedekat mungkin (dengan Matahari—penj), dalam sebuah batas imajiner (imaginary boundary) yang disebut Roche Limit, dan ketegangan yang dicapai akan cukup besar untuk benar-benar merobek-robek planet Bumi. Ini akan membentuk satu atau lebih cincin, mirip dengan cincin-cincin di sekeliling Saturnus (mungkin saja cincin-cincin Saturnus berasal dari proses ini). Jadi, metode kita? Memindahkan Bumi ke dalam Roche Limit Matahari. Atau, lebih baik, pindahkan ia ke Yupiter.

Memindahkan Bumi ke Yupiter sama halnya dengan mendekatkan Bumi ke Matahari, perbedaan yang paling nyata adalah pilihan garis vektornya. Namun, ada pertimbangan lain yang penting, yaitu energi. Untuk menaikkan atau menurunkan sebuah objek dalam bidang gravitasi memerlukan energi, untuk mendorong Bumi ke Matahari memerlukan energi, dan untuk mendorongnya ke Yupiter memerlukan energi. Jika Anda melakukan kalkulasi, mendekatkannya ke Yupiter sebenarnya sedikit lebih baik; memerlukan lebih sedikit energi yaitu sebesar 38%.

Sebagai kemungkinan lain, barangkali akan lebih mudah jika menggerakkan Yupiter ke Bumi. Teorinya seperti ini: bangun sebuah menara atau “lilin” free-standing (berdiri bebas) raksasa, ujung bawahnya berada di kedalaman Yupiter dan ujung atasnya mengarah ke ruang angkasa. Letakkan mesin di dalam menara tersebut untuk menangkap gas hidrogen dan helium sebagai bahan bakar, melalui port-port di bagian tengah, dan melepaskan unsur-unsur ini melewati fusion thruster (pendorong fusi) yang ada di bagian atas dan bawah menara. Menara ini disebut “lilin” karena ia menyala di kedua ujungnya, paham? Kemudian: api (flame/gas yang terbakar—penj) yang diarahkan ke bawah menuju Yupiter dipakai untuk membuat menara tetap terapung (meskipun dibutuhkan beberapa thruster sekunder untuk membuatnya tetap stabil dan tegak lurus). Tapi api bagian bawah ini tidak memiliki efek langsung terhadap Yupiter/sistem lilin secara keseluruhan, karena semua dorongan dari api diserap oleh Yupiter sendiri. Kedua objek ini (Yupiter dan lilin—penj) terkunci bersama, seakan-akan api tersebut diseimbangkan pada sumbernya atau sesuatu. Oleh karena itu, api bagian atas dapat digunakan untuk menekan lilin dan Yupiter. Api bagian atas menekan lilin sehingga menekan planet tersebut. Ini sedikit tak lazim, dan hanya bekerja pada gas raksasa, tapi sebagai cara untuk memindahkan planet, ini setidaknya cukup masuk akal seperti metode mass driver dan gravity assist yang digambarkan di halaman earthmoving.

Bentuk terakhir Bumi: Menjadi gumpalan unsur-unsur berat, terkoyak, tenggelam ke dalam lapisan-lapisan awan Yupiter yang besar, dan takkan pernah terlihat lagi.

Tingkat kemungkinannya: 9/10. Seperti sebelumnya, ini mustahil dilakukan menurut level teknologi kita sekarang, tapi suatu hari nanti mungkin saja, dan selain itu, bisa saja terjadi melalui kecelakaan aneh jika sesuatu keluar dan menghantam Bumi secara acak dengan arah yang tepat.

Sumber: Mitchell Porter yang mengusulkan metode ini. Daniel T. Staal memberi saya petunjuk mengenai teknik lilin fusi, yang ia peroleh dari komik Shlock Mercenary ini, sebuah komik yang terinspirasi oleh novel “A World Out of Time” karya Larry Niven.

Metode-metode Mundur
Jika usaha-usaha terbaik Anda gagal, Anda tak perlu kecewa. Tak ada sesuatu yang hidup kekal; Bumi, pada akhirnya, akan menemui ajalnya, apa pun yang Anda lakukan. Berikut ini adalah cara-cara agar Bumi dapat menemui ajalnya secara alami. (Tak perlu ada lagi susunan kemungkinan karena lebih baik begini). Tetapkan dalam pikiran bahwa tak satu pun dari cara-cara ini yang memerlukan satu aktivitas tertentu di pihak Anda untuk bisa berhasil.

  1. Kerusakan eksistensi total

Anda membutuhkan: Tak ada.

Metode: tak perlu metode. Mudah saja, duduklah dan putar-putar kedua ibu jari Anda karena, secara kebetulan, dua ratus ribu juta juta juta juta miliar triliun atom yang menyusun planet Bumi secara tiba-tiba, serentak, dan spontan, berhenti eksis/hidup. Catatan: bagi seseorang, rintangan terhadap ini, yang sebenarnya pernah terjadi, sangat lebih besar daripada googolplex (1010100). Karena itu, suatu jenis alat misterius (baca: menggelikan secara saintifik) untuk memanipulasi-kemungkinan mungkin bisa digunakan.

Tingkat kemungkinannya pada saat sekarang: 0/10. Sekalipun Anda melihat kemungkinan besar Bumi secara acak menyusun ulang dirinya sendiri menjadi dua planet terpisah, ini sama sekali merupakan omong-kosong.

Sumber: Buku Life, the Universe and Everything karya Douglas Adams.

  1. Dihapus dengan pukulan dari tubrukan bintang

Anda membutuhkan: Satu bintang lain. Yang kecil dan putih juga tak apa-apa, tapi kita tak perlu rewel.

Metode: Hantamkan bintang Anda tersebut ke dalam Matahari.

Interaksi di antara kedua bintang tersebut, dalam peristiwa tubrukan bintang yang sangat keras ini, akan menyebabkan lebih banyak fusi terjadi di dalam Matahari dibanding saat dilakukan secara normal dalam 100.000.000 tahun. Hasilnya agak mirip dengan ledakan supernova, meski lebih lambat – sejumlah materi dan energi mengejutkan dilepaskan keluar, membakar Bumi sampai garing dan menembakkannya ke ruang antar bintang, paling banter membakarnya sepenuhnya.

Bentuk terakhir Bumi: Kepingan-kepingan yang terbakar.

Tingkat kemungkinannya: 4/10. Ini terdaftar dalam metode-metode alami karena sangat tidak mungkin Anda bisa menggerakkan sebuah bintang. Memang, ada beberapa cara dan alat, tapi jika Anda bisa menggerakkan bintang, lalu kenapa tidak menggerakkan Bumi ke bintang tersebut? Dan peluang kejadian ini – meski mengingat bahwa pada dua miliar tahun mendatang, Milky Way (galaksi Bima Sakti) akan bertubrukkan dengan Andromeda – sangat-sangat tipis. Kalkulasi yang dilakukan menganjurkan bahwa jumlah tubrukan bintang yang mungkin terjadi dalam pertukaran tersebut adalah ENAM. Enam kesempatan dalam sekitar seratus miliar tahun.

Ehmm. Itu terlalu tinggi untuk daftar ini. Sehingga tingkat kemungkinannya: 5/10.

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Eric Thomson.

Komentar: Lihat catatan supernova di bawah untuk mengetahui lebih banyak mengenai tubrukan Andromeda ini.

  1. Ditelan ketika Matahari memasuki taraf red giant (raksasa merah)

Anda membutuhkan: Kesabaran.

Metode: Mudah saja, tunggu selama kira-kira 5.000.000.000 tahun. Selama perkembangan alaminya sepanjang Main Sequence (urutan pokok), Matahari akan menghabiskan cadangan bahan bakar hidrogennya dan mengembang menjadi bintang raksasa merah – menelan Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars, dalam proses tersebut.

Bentuk terakhir Bumi: Besi merah yang mendidih dalam inti Matahari.

Tingkat kemungkinannya: 8/10. Masalahnya adalah teori-teori saintifik saat ini memprediksikan bahwa Bumi mungkin dapat bertahan hidup. Solar wind (angin solar) yang meningkat, ditambah pula dengan massa Matahari yang menurun, akan terbentuk di Bumi yang secara bertahap pindah ke orbit yang lebih luas, lebih dingin, dan lebih aman.

  1. Dikunyah/diremukkan/dimamah (crunched)

Anda membutuhkan: Lebih banyak kesabaran.

Metode: Alam semesta kita mengembang/meluas dengan cepat ke semua arah. Hal itu sepertinya akan terus berlanjut dalam masa yang sangat-sangat lama. Setelah masa tersebut, jika kepadatan materi di alam semesta lebih besar daripada critical value (nilai kritis) tertentu, maka alam semesta akan melambat dan berhenti dikarenakan adanya daya tarik gravitasi timbal balik, dan, kira-kira 42.000.000.000 tahun dari sekarang, akan mengempis kembali, kebalikan dari Big Bang yang disebut Big Crunch (Pemamahan Besar—penj). Kondisi-kondisi selama Big Crunch akan serupa dengan saat Big Bang: panas yang sangat tinggi, materi terbelah menjadi partikel-partikel sub-atom, gaya-gaya fundamental seperti gravitasi dan elektromagnetik menyatu kembali, dan hal-hal lain semacam itu. Ya, Bumi akan hancur. Dan akan menjadi akhir alam semesta. Sebuah bola besi (sphere of iron) kecil (maksudnya Bumi—penj) hanya memiliki peluang yang kecil untuk bisa bertahan terhadap kondisi seperti itu.

Bentuk terakhir Bumi: Plasma quark-gluon (quark: komponen partikel dasar—penj)? Pure energy (energi murni)? Bagian dari alam semesta berikutnya?

Tingkat kemungkinannya: 8/10. Masuk akal. Asumsi bahwa Big Crunch akan benar-benar terjadi, saat ini masih dipertanyakan.

Sumber: Nick Snell yang mengusulkan metode ini.

  1. Dikoyak

Anda membutuhkan: Setengah dari kesabaran sebanyak itu.

Metode: Hasil-hasil eksperimen baru-baru ini sepertinya memperlihatkan bahwa perluasan alam semesta tidaklah melambat seperti sering dibayangkan orang. Kenyataannya, perluasan itu justru bertambah cepat. Terlalu dini untuk mengatakan dengan yakin apa penyebabnya, melalui ungkapan “dark matter” (materi gelap) dan “phantom energy” (energi khayalan) yang sangat seringkali muncul, tapi bagaimanapun juga, diperkirakan bahwa jika rasio w tekanan energi gelap : kepadatan energi gelap di alam semesta adalah sekitar -3:2, maka 20.000.000.000 tahun dari sekarang, alam semesta akan mengembang, perluasannya akan bertambah cepat sampai lapisannya terkoyak-koyak. Mengutip Wikipedia: “Mula-mula, galaksi-galaksi akan terpisah satu sama lain, kemudian gravitasi menjadi terlalu lemah untuk menjaga kesatuan masing-masing galaksi. Kira-kira tiga bulan sebelum akhir masa, sistem solar-sistem solar akan terlepas dari gravitasi (gravitationally unbound). Di menit-menit terakhir, bintang-bintang dan planet-planet akan ambruk, dan atom-atom akan hancur beberapa detik sebelum akhir masa.” Mengagumkan, bukan?

Bentuk terakhir Bumi: HAH! Kalau saya mengetahuinya, saya takkan membutuhkan sabun cukur.

Tingkat kemungkinannya: 8/10. Mungkin. Asumsinya teori Big Rip (Koyakan Besar—penj) ini benar, tapi mungkin ya mungkin juga tidak.

Sumber: Teori ini diajukan oleh Robert R. Caldwell, Marc Kamionkowski, dan Nevin N. Weinberg pada Februari 2003. Baca di sini (Peringatan PDF! Juga, ilmu fisika yang sulit dan berat!). Teori ini diperkenalkan kepada saya oleh Jonah Safar.

  1. Diluruhkan

Anda membutuhkan: Kesabaran yang melampaui segala hal.

Metode: Jika Big Crunch tidak terjadi, dan Big Rip juga tidak terjadi, maka kita harus ingat pada opsi ketiga: Big Chill (Udara dingin Besar—penj). Dalam hal ini, alam semesta akan terus mengembang. Kemudian hukum termodinamis akan mengambil-alih. Semua galaksi menjadi terisolasi dari tetangganya. Semua bintang akan mati. Segala sesuatu menjadi lebih dingin hingga memiliki temperatur yang sama. Dan setelah itu, takkan pernah ada lagi perubahan di alam semesta. Kekal.

Banyak hal yang bisa terjadi dalam kekekalan. Proton, contohnya, meskipun sangat stabil, diyakini pada akhirnya akan meluruh seperti partikel lainnya. Jadi mudah saja, tunggu selama 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 tahun, dan kira-kira setengah dari partikel-partikel pokok penyusun Bumi akan meluruh menjadi positron (partikel dasar yang memiliki massa yang sama dengan elektron tapi bermuatan positif, bisa disebut juga elektron positif—penj) dan pion (partikel sub-atom yang memiliki massa beberapa kali lebih besar dari elektron—penj). Jika menurut Anda itu masih terlalu mirip dengan planet, Anda dapat menunggu 1036 tahun lagi, hingga hanya menyisakan seperempat Bumi. Atau bahkan tunggu lebih lama lagi. Pada akhirnya, akan tersisa Bumi berukuran kecil seperti yang Anda inginkan.

Bentuk terakhir Bumi: Bermacam-macam positron dan radiasi gamma (pion-pion meluruh secara serta-merta menjadi foton-foton sinar gamma) tersebar secara tipis di seluruh alam semesta. (Foton: quantum energi radiasi elektromagnetik, yang proporsional dengan frekuensi radiasinya. [setelah elektron]—penj).

Komentar: Membandingkan metode ini dengan metode paling atas (kerusakan eksistensi total) adalah sesuatu yang menarik. Yang kita lakukan ini pada dasarnya adalah satu hal yang hampir sama, namun sebagai pengganti dugaan bahwa semua partikel menghilang secara serentak, kita akan menunggu dengan sabar hingga partikel dengan proporsi signifikan menghilang, satu per satu, selama periode waktu yang tak terbayangkan. Pada dasarnya, kita telah melingkari selingkaran penuh. Teori-teori saintifik yang digunakan juga sama, hanya skala waktu yang mengubah tingkat kemungkinannya dari “sangat tidak mungkin” menjadi:

Tingkat kemungkinannya: 9/10. Jika semua metode lain gagal, metode yang ini pada dasarnya takkan dapat dihentikan…

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Joseph Verock.

Bobby Florea mengusulkan pada saya sebuah ide yang memikat bahwa “Mengembangkan bentuk kehidupan yang destruktif di Bumi” bisa dihitung sebagai satu metode alami tambahan untuk menghancurkan Bumi. Dengan posisi kita sekarang, dan Anda masih membaca artikel ini, untuk sementara tampaknya rencana ini merupakan rencana paling jauh. Tentu saja, ini bisa diambil sebagai “nol langkah” (step zero) dalam semua metode buatan yang terdaftar di bagian atas, dan sama sekali bukan metode orisinil…

Cara-cara lain yang kurang saintifik bahwa Bumi dapat dihancurkan
Berikut ini metode-metode yang secara teori kedengarannya bagus, tapi mungkin tak benar-benar bekerja, karena dasar sainsnya tak valid. Bacalah.

  1. Dicambuk dengan senar kosmik (cosmic string)

Anda membutuhkan: Sebuah senar kosmik dan banyak keberuntungan.

Metode: Menurut hipotesis, senar-senar kosmik adalah kerusakan 1 dimensi dalam spacetime (gabungan konsep ruang dan waktu sebagai satu kesatuan 4 dimensi—penj), yang dibiarkan sejak fase awal alam semesta, seperti retakan pada es. Mereka kemungkinan besar adalah objek-objek yang merentang alam semesta, lebih tipis dari proton tapi memiliki kepadatan yang tak terbayangkan – satu massa Bumi per 1600 m! Yang harus Anda lakukan adalah mendapatkan senar kosmik di dekat Bumi, dan kemudian ia (Bumi) akan terkoyak, tercabik-cabik, dan terhisap. Mungkin seluruh sistem solar juga akan mengalami hal serupa.

Bentuk terakhir Bumi: Senar.

Tingkat kemungkinannya: 1/10. Sangat tidak mungkin. Sekalipun senar-senar kosmik benar-benar eksis, pasti tidak ada, mungkin hanya tersisa sekitar sepuluh di SELURUH ALAM SEMESTA. Dan mereka tidak bisa dikemudikan, kecuali kalau Anda memiliki kekuasaan seperti tuhan, di mana Anda mungkin juga akan dapat melemparkan Bumi ke dalam Matahari dan telah mempergunakannya, jadi Anda sekarang hanya mengandalkan keberuntungan. Ini Takkan Pernah Terjadi.

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Dan Winston.

  1. Dilahap habis oleh rintangan tak dikenal (strangelet)

Anda membutuhkan: Suatu materi tak dikenal (strange matter).

Materi tak dikenal ini adalah sebuah bentuk materi yang lebih padat dari neutronium. Diteorikan bahwa untuk membentuk bintang-bintang neutron raksasa ketika tekanan di dalamnya (bintang-bintang neutron—penj) menjadi terlalu besar bagi eksistensi neutronium: masing-masing neutron yang terdiri dari neutronium justru rusak menjadi quark-quark tak dikenal. Bintang neutron kemudian menjadi “bintang tak dikenal” yang pada dasarnya adalah nucleon raksasa tunggal.

Beberapa teori mengusulkan bahwa sebongkah materi tak dikenal (“strangelet”) dapat tetap stabil selain tekanan kuat yang menciptakannya. Hal ini, secara teoritis, memungkinkan strangelet dalam berbagai ukuran sepenuhnya turun menjadi skala atom agar dapat bertahan. Lebih jauh diteorikan bahwa bidang gravitasi strangelet mikroskopis sudah cukup untuk melahap habis segala sesuatu yang bersentuhan dengannya, mengubahnya menjadi materi yang semakin tak dikenal.

Metode: Bajak saja kendali sebuah mesin akselerator partikel. Saya sarankan Relativistic Heavy Ion Collider yang terdapat di Brookhaven National Laboratory, Long Island, New York. Gunakan RHIC tersebut untuk menciptakan sebuah strangelet yang cukup besar supaya tetap stabil. Jika sudah tercipta, tugas Anda selesai: santai dan tunggulah saat strangelet terjun menembus sampai inti Bumi, di mana pada akhirnya ia akan menelan seluruh Bumi.

Bentuk terakhir Bumi: Segumpal kecil materi tak dikenal, barangkali diameternya sekitar satu centimeter.

Tingkat kemungkinannya: 3/10. Bukti tentang eksistensi materi tak dikenal masih kurang lengkap; terdapat beberapa bintang neutron yang kelihatannya terlalu kecil untuk terbuat dari neutronium, ada beberapa gempa bumi yang barangkali disebabkan oleh strangelet mikroskopis yang sedang menembus Bumi dengan kecepatan tinggi, tapi hanya itu. Dan sekalipun ada kemungkinan bahwa strangelet yang kecil dan stabil benar-benar eksis dan menelan materi dengan cara yang telah digambarkan di atas, kemungkinan pembentukkannya dalam sebuah akselerator partikel adalah nol.

  1. Ditelan ke dalam supernova

Anda membutuhkan: Merkurius atau Venus dan alat pemindah planet. Dan juga, kesabaran.

Metode: Ini menjanjikan untuk menjadi salah satu cara paling efisien dan spektakuler dalam penghancuran Bumi, jadi jika Anda memiliki keahlian dan mesin yang diperlukan, saya merekomendasikannya dibanding metode yang lain. Mudah saja, buat Matahari untuk secara tiba-tiba menghentikan semua reaksi fusi nuklirnya, dengan demikian ia akan roboh dan meledak dengan energi yang cukup sehingga menerangi seluruh galaksi secara sebentar.

Sejauh ini, anjuran terbaik tentang bagaimana penggunaan metode ini adalah dengan menjatuhkan sebongkah besar (katakanlah seukuran Bumi) non-fusable iron (besi yang tak dapat difusikan—penj) ke dalam inti Matahari. Tentu saja, hanya dapat menghancurkan Bumi sekali saja. Merkurius atau Venus adalah alternatif lain, tapi komposisi mereka sebagian besar tidak diketahui.

Sebagai kemungkinan lain, ketika galaksi Andromeda bertubrukkan dengan Milky Way, Bumi dan seluruh sistem solar bisa saja terenggut dari orbitnya dan mendekati inti galaksi tepat saat dua pusat black hole yang sangat besar (dari masing-masing galaksi tersebut) bertubrukkan. Jika ini terjadi, kehebatan tubrukan tersebut sudah cukup untuk memicu bintang-bintang lain yang dekat menjadi supernova-supernova lain dan menghancurkan Bumi.

Bentuk terakhir Bumi: Seoles besi menguap yang bergerak di alam semesta dengan kecepatan kira-kira 5% dari kecepatan cahaya.

Tingkat kemungkinannya: 5/10. Tidak diketahui apakah menjatuhkan Merkurius atau Venus ke dalam Matahari bisa menghasilkan efek seperti itu juga. Rasanya tak mungkin pula bahwa tubrukan galaksi akan mengakibatkan Bumi terjebak di tengah-tengahnya.

Sumber: Buku The Songs of Distant Earth karya Arthur C. Clarke.

  1. Digoncangkan hingga menjadi berkeping-keping

Anda membutuhkan: Sebuah “earthquake machine” (mesin gempa) Nikola Tesla, dimodifikasi untuk bisa beroperasi pada frekuensi resonan (resonant frequency) Bumi.

Metode: Nikola Tesla diketahui menggunakan sebuah alat kecil yang ia sebut “earthquake machine” untuk menghancurkan sebuah gedung pencakar langit yang baru setengah dibangun. Alat ini mendeteksi frekuensi resonan dari struktur kaku gedung tersebut dan memberinya (struktur gedung—penj) energi – sedikit demi sedikit – di frekuensi tersebut. Getaran dihasilkan dan menggoncang gedung tersebut hingga menjadi berkeping-keping. Tesla berteori bahwa mesinnya cukup bertenaga untuk menghancurkan seluruh planet Bumi, tapi ia tidak menggambar rancangan alat tersebut karena khawatir seseorang akan benar-benar melakukannya. Anda mungkin dapat mempertimbangkan asteroid dengan ukuran waktu yang cermat.

Bentuk terakhir Bumi: Barangkali, menjadi bongkahan-bongkahan batu yang terus mengembang.

Tingkat kemungkinannya: 2/10. Ketika itu terjadi, planet Bumi, yang strukturnya tidak lagi padat, kaku, atau seragam, tidak memiliki frekuensi resonan tunggal. Ia memiliki lusinan frekuensi resonan, dan pergerakan besar (seperti gempa) menyebabkan gelombang-gelombang dengan tiga tipe berbeda menembus struktur Bumi dengan kecepatan yang berubah-ubah, semuanya saling mengganggu. Pemisahan dan pemfokusan salah satu frekuensi ini supaya bekerja adalah hal yang mustahil karena adanya interferensi (gangguan—penj) tersebut, belum lagi bahwa energi yang dihasilkan sebesar kira-kira sepuluh poin akan menghilang menjadi ketidakterhinggaan setelah satu perjalanan pulang-pergi, dan bahwa mentransmisikan energi kinetik ke dalam Bumi adalah cara yang sangat tidak efisien, dan bahwa ketika Bumi mulai bergoncang secara signifikan ia mungkin akan menjadi berkeping-keping, melakukan sesuatu yang dapat diramalkan, kembali kepada ketiadaan, dan memaksa Anda memulai lagi… Tidak, resonansi mekanis dengan mesin Tesla tidak akan bekerja.

Tentu saja, resonansi elektromagnetik adalah satu hal yang sepenuhnya berbeda. Gelombang elektromagnetik dapat melakukan perjalanan pulang-pergi mengelilingi planet Bumi pada frekuensi 7 hertz. Tapi tidak jelas bagaimana ini bekerja.

  1. Direduksi menjadi benar-benar vacuum (vakum/hampa/kosong atau ruang yang sepenuhnya tanpa materi—penj)

Anda membutuhkan: Sebuah gelembung vakum yang terus mengambang.

Beberapa teori saintifik mengatakan bahwa yang kita pahami sebagai vakum hanyalah kevakuman rata-rata, dan sebenarnya ia berkembang cepat dengan banyak partikel dan anti-partikel yang muncul terus-menerus dan kemudian saling menghancurkan. Namun, ada dalil bahwa gelembung kecil “vakum palsu” ini dapat meluruh kapan saja secara spontan menjadi “vakum tulen” yang benar-benar kosong. Lazimnya, gelembung seperti itu akan mengkerut hingga menghilang seketika, tapi pada kondisi yang sesuai ia dapat terus mengembang selama-lamanya, dan pada akhirnya menghancurkan seluruh alam semesta.

Metode: Tak ada metode, karena gelembung seperti itu merupakan efek quantum yang hanya dapat benar-benar menjadi eksis secara spontan, bukan dengan trik manusia. Anda hanya perlu menunggu ia terbentuk.

Bentuk terakhir Bumi: Tak diketahui.

Tingkat kemungkinannya: 1/10. Pertama, ini mungkin benar-benar omong-kosong. Kedua, jika bukan benar-benar omong-kosong, kemungkinan untuk terjadi jelas sangat besar. Ini tak pernah terjadi dalam 13,7 miliar tahun terakhir; tampaknya mustahil akan segera terjadi.

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Adam Mansbridge.

  1. Dilubangi seukuran lubang cacing (wormholed)

Anda membutuhkan: Sebuah jembatan Einstein-Podolsky-Rosen yang stabil, a.k.a. sebuah wormhole.

Metode: Tergantung pada seberapa bertenaganya teknologi Anda, ada beberapa metode yang mungkin. Menjembatani pusat Bumi dengan pusat Matahari dapat berhasil secara sangat efisien, di mana panas Matahari jutaan derajat akan segera mendidihkan Bumi dari dalam.

Sebagai kemungkinan lain, buat sebuah wormhole besar di inti Matahari dan ujung lain ruang angkasa terjauh, sehingga dengan cepat melepaskan semua bahan bakar Matahari mempercepat transisinya menuju fase Red Giant. Alirkan semua bahan bakar ini dengan cukup cepat dan barangkali Anda akan mampu untuk menyebabkan sebuah supernova.

Anda bahkan bisa menjembatani inti Bumi dengan ruang angkasa terjauh, menyebabkan Bumi meledak (implode/meledak ke dalam—penj) – walaupun sisa-sisa berbentuk pasta gigi yang muncul di ujung lain tersebut akan kembali membentuk sebuah planet.

Bentuk terakhir Bumi: Berubah-ubah.

Tingkat kemungkinannya: 2/10. Wormhole mungkin sebenarnya secara saintifik mustahil, dan sekalipun mungkin, mungkinkah kita bisa membuat sebuah wormhole di pusat Matahari? Ayolah.

Sumber: Metode ini diusulkan oleh Daniel Swartzendruber.

  1. Ditiadakan (existence negated) melalui time travel (perjalanan waktu)

Anda membutuhkan: Sebuah mesin waktu dan bahan-bahan peledak/ peralatan untuk memindahkan batu yang berat.

Metode: Gunakan mesin waktu Anda, pergi ke masa kira-kira 4.500.000.000 tahun yang lalu sesaat (beberapa miliar) sebelum pembentukan Bumi. Yang pasti Anda temukan di tempat itu adalah sebuah Matahari muda dan tambahan permukaan yang tersusun dari material berdebu/berbatu yang kemudian akan menjadi Sistem Solar kita. Temukan potongan material yang kemungkinan akan berkondensasi (memadat—penj) menjadi Bumi. Lalu ledakkan, pecahkan, dan kacaukan material tersebut sehingga ia takkan pernah punya peluang untuk bersatu dan membentuk Bumi. Kembalilah ke depan dengan beberapa loncatan ratus-miliar-tahun, ulangi proses tadi setiap kali loncatan masa sehingga takkan pernah ada satu pun planet yang terbentuk pada kira-kira 1 AU (Astronomical Unit—penj) dari Matahari. Jika Anda membuat kesalahan, mudah saja, kembali ke masa sebelumnya dan ulangi lagi.

Jika mesin waktu Anda lebih pegas, atau Anda tidak menghiraukan kematian, Anda bisa mempertimbangkan untuk pergi lebih jauh ke masa lalu. Semakin jauh Anda pergi, semakin sedikit Anda mengubah alam semesta untuk mencegah Bumi terbentuk. Pergilah ke masa sekitar persatumiliar detik setelah alam semesta dimulai dan hanya dengan berada di sana Anda dapat sepenuhnya mengubah wajah alam semesta yang akan datang…walaupun pada masa itu kondisinya sangat-sangat panas…

Bentuk terakhir Bumi: Ketika Anda kembali ke masa kini, Anda akan tersisa bersama sabuk asteroid agak besar di mana Bumi seharusnya berada. Sebagai kemungkinan lain, Anda akan menemukan bahwa materi telah terasimilasi ke dalam benda-benda dari planet lain atau ke dalam Matahari.

Tingkat kemungkinannya: 1/10. Metode ini bersandar pada teknologi fiksi dan tidak memiliki landasan dalam teori saintifik atau peristiwa nyata. Karena itu, perjalanan waktu hampir pasti merupakan sesuatu yang mustahil.

Komentar: Teman baik saya, Rob, memberitahu saya bahwa rangkaian tindakan ini tidak secara keras membicarakan “penghancuran” Bumi – tidak terdapat peristiwa penghancuran di mana Bumi berjalan dari eksis menjadi tidak eksis. Sebaliknya, yang akan kita dapatkan adalah alam semesta yang di dalamnya tidak ada dan tidak pernah ada Bumi.

Menghancurkan Rob terbukti sangat mudah.

  1. Dihancurkan oleh Tuhan

Anda membutuhkan: Tuhan.

Metode: Saya tidak bermaksud mendikte apakah Tuhan itu ada atau tidak, tapi jika Ia ada, dan Mahakuasa, maka sudah pasti Ia dapat menghancurkan Bumi jika Ia menghendaki. Tentu saja, muncul pertanyaan tentang bagaimana Ia melakukannya.

Gagasan pertama yang muncul dalam pikiran saya adalah dengan mengajukan Apocalypse yang dilukiskan di dalam Bibel Kristen. Anggap kitab Wahyu adalah gambaran harfiah yang akurat mengenai peristiwa-peristiwa masa depan, bab 21 ayat 1 berbunyi, “Kemudian aku melihat surga dan bumi baru, karena surga dan bumi yang pertama telah tiada, dan tak ada lagi laut.

Rasanya mengherankan jika kehancuran total seluruh planet (dan surga juga) hanya bernilai satu kalimat dalam kisah End Times yang panjang ini. Tapi di sisi lain, Mazmur (104) ayat 5 berbunyi, “Dia [Tuhan] menetapkan Bumi pada fondasinya; ia takkan pernah bisa dipindahkan”, dan ada ayat-ayat lain seperti ini, jadi kemungkinan:

  1. Bibel New International Version menuliskan “earth” dengan “e” kecil, yang menyiratkan bahwa ayat ini mungkin hanya menunjuk kepada, Anda tahu, ground (tanah).
  2. Ayat ini mungkin hanya bersifat metaforis – begitu pula dengan kisah penciptaan yang dilukiskan dalam kitab Genesis.
  3. Bisa saja bahwa Bumi baru tersebut sama dengan Bumi lama, dan kata “baru” sedikit banyak hanya untuk menunjukkan bahwa Bumi telah “disapu bersih”, seperti Etch-A-Sketch (Menggores Sebuah Goresan—penj).

Dalam ketiga kasus di atas, Bumi baru masih memerlukan penghancuran sungguhan.

Anjuran lainnya, jika mitologi Yahudi benar, adalah menemukan dan membunuh salah seorang (atau lebih) Lamed Vav Tzadikim, 36 orang budiman yang tugasnya dalam kehidupan adalah untuk membenarkan tujuan umat manusia dalam pandangan Tuhan. Jika salah satu dari orang-orang ini hilang, konon dunia akan berakhir. Sesungguhnya, barangkali akan lebih mudah untuk memusnahkan umat manusia daripada mencari salah satu dari orang-orang ini, yang mereka sendiri tidak mengetahui dirinya.

Komentar: Tentu saja seratus persen mungkin jika cara yang digunakan Tuhan untuk menghancurkan Bumi adalah peristiwa non-ajaib dan alami seperti yang terdaftar di atas.

Bentuk terakhir Bumi: Kemungkinan besar menjadi berbagai bentuk, di mana-mana.

Tingkat kemungkinannya: Ini, tentu saja, sangat subjektif.

  1. Mike Trainor menulis, “Hanya karena kita tidak memiliki teknologi untuk menghancurkan planet bukan berarti tak ada orang lain di alam semesta ini yang melakukannya. Yang perlu Anda lakukan adalah mengarahkan transmiter radio teleskop kita yang paling bertenaga ke sistem solar-sistem solar lalu cela mereka. ‘Makhluk-makhluk cantik dalam sistem solar Anda yang menyedihkan takkan pernah bisa menghancurkan sebuah planet sekeren ini…’” Terima kasih, Mike. Kita akan menangkap SETI (Signals of Extraterrestrial Intelligence—penj).

Metode-metode Berdasarkan Fiksi
Bagian ini terlalu besar jadi saya memindahkannya ke halaman terpisah.

Beberapa hal yang TIDAK akan menghancurkan Bumi:

  • Nanotechnology. Mari kita perjelas: nanotechnology tak lebih dari sebuah alat yang akan berakhir. Pemrograman suatu jenis mesin self-replicating (replikasi diri—penj) von Neumann untuk memakan habis seluruh Bumi menghadapi beberapa permasalahan besar (seperti, apakah segala sesuatu yang berada di dasarnya tidak akan hancur menjadi atom-atom penyusunnya?), tapi sekalipun itu bekerja – Anda belum menghancurkan Bumi. Anda hanya telah membuatnya menjadi sebuah planet yang terbuat dari nanobot-nanobot, sehingga masih perlu penghancuran. Memprogram mereka (nanobot—penj) melemparkan diri mereka sendiri ke ruang angkasa? Ehm, itu Dekonstruksi Cermat, sulit.
  • Ledakan Sinar Gamma (Gamma Ray Burst/GRB)

Anda membutuhkan: Sebuah bintang di daerah bintang (stellar neighbourhood) Bumi dengan massa solar > 40. Bintang raksasa seperti ini sulit didapat; bahkan Betelgeuse hanya memiliki massa solar 20. Kandidat terbaik yang saya tahu adalah Eta Carinae, yang memiliki massa solar 120 tapi ia berada pada jarak 7.500 tahun cahaya.

Metode: Ledakan sinar gamma adalah luapan singkat foton-foton sinar gamma. GRB terdapat dua jenis, pendek (kurang dari 2 detik) dan panjang (2 detik sampai sekitar 3 menit); jenis yang terakhir dipercaya disebabkan oleh stellar explosions (ledakan-ledakan bintang) yang disebut hypernova, ratusan kali lebih keras dari supernova biasa. Bintang-bintang seperti di atas biasanya berada pada jarak miliaran tahun cahaya ketika mereka meledak – fakta bahwa kita bisa mendeteksi mereka pada jarak ini seharusnya sudah cukup memberitahu Anda seberapa kuat hypernova itu. Lalu bagaimana jika memicunya secara lokal? Ledakan yang berada pada jarak kira-kira 20 tahun cahaya mungkin sudah cukup keras untuk menghancurkan Bumi.

Tingkat kemungkinannya: 0/10. Metode ini semula didaftarkan di atas, tapi ahli astronomi Stephen Thorsett meluruskan saya. Metode ini tidak akan bekerja. Meski dalam jumlah besar seperti telah digambarkan, sinar-sinar gamma tidak akan membuat penyok struktur fisik Bumi yang sebenarnya.

Sumber: Lycurgus yang mengusulkan metode ini. Untuk informasi lebih dalam lihat www.nasa.gov.

  • Dibakar habis oleh fusi samudera dengan menggunakan muon sebagai katalisatornya

Anda membutuhkan: Persediaan muon (partikel dasar yang tidak stabil seperti elektron, tapi memiliki massa jauh lebih besar—penj).

Metode: Teorinya seperti ini. Muon adalah partikel bermuatan negatif, agak seperti elektron. Jika Anda membuang satu muatan muon ke dalam hidrogen, maka beberapa muon akan menggantikan elektron-elektron pada atom hidrogen tersebut. Karena perbedaan massa, atom-atom hidrogen akan jauh mengecil secara tiba-tiba, menyebabkan molekul-molekul hidrogen jadi lebih saling berdekatan; cukup jelas bahwa kemungkinan nukleus hidrogen untuk saling berfusi itu tinggi.

Jadi, jika Anda menuangkan muon-muon ke dalam samudera, mereka dapat menyebabkan deuterium (isotop hidrogen yang stabil dan memiliki massa dua kali lipat lebih banyak dari isotop biasa—penj) secara kimiawi menyatu dengan air samudera untuk mulai menjalani reaksi fusi secara spontan. Secara teori, jumlah panas/energi yang dilepaskan oleh fusi semua air di dunia sudah cukup untuk menghancurkan dunia dengan sedikit perintah atas ukurannya.

Tingkat kemungkinannya: 0/10. Semua muon yang diketahui, meluruh dalam beberapa mikrodetik – agak lama untuk partikel sub-atom yang luar biasa, tapi masih terlalu pendek untuk digunakan, jadi jika Anda tak dapat menghasilkan muon Anda dalam jumlah besar, secara cuma-cuma, Anda tidak akan mencapai break-even energi, dan fusi segera berhenti saat baru dimulai, bukannya mempertahankan proses tersebut.

Sumber: Fusi dengan katalisator muon diajukan di akhir tahun 1940-an oleh Andrei Sakharov, dan diperingatkan kepada saya oleh Jef Poskanzer.

Komentar: Metode ini tak pernah terdaftar sebagai metode yang masuk akal, tapi saya menaruhnya di sini karena idenya memikat, sekalipun tidak akan bekerja.

  • Diledakkan oleh detonasi vacuum energy

Anda membutuhkan: Suatu cara untuk mengekstrak energi berjumlah besar dari kevakuman.

Metode: Beberapa teori saintifik mengatakan bahwa yang kita pahami sebagai vakum hanyalah kevakuman rata-rata, dan sebenarnya ia berkembang cepat dengan banyak partikel dan anti-partikel yang muncul terus-menerus dan kemudian saling menghancurkan. Disebutkan pula bahwa volume ruang yang dilingkungi oleh light bulb (pentolan cahaya) mengandung cukup banyak energi vakum untuk mendidihkan semua samudera di dunia. Karena itu, energi vakum dapat terbukti sebagai sumber energi paling melimpah. Di sinilah Anda masuk hitungan. Yang perlu Anda lakukan ialah memikirkan bagaiamana caranya mengekstrak energi ini dan memanfaatkannya di pembangkit listrik – ini dapat dilakukan dengan mudah tanpa menimbulkan banyak kecurigaan – kemudian dengan diam-diam membiarkan reaksinya menjadi lepas kendali. Pelepasan energi yang dihasilkan sudah cukup untuk menghancurkan seluruh planet Bumi dan mungkin juga Matahari.

Bentuk terakhir Bumi: Awan partikel-partikel beragam ukuran yang mengembang dengan cepat.

Tingkat kemungkinannya: 0/10. Metode ini semula terdaftar sebagai metode yang masuk akal, tapi Alan Thomas meluruskan saya: ada sekitar lima cara berbeda untuk mengkalkulasi energi vakum, semuanya memberikan jawaban yang berbeda-beda. Metode-metode yang memberi jawaban “besar” atau “tak terbatas” didasarkan pada matematika yang tak dapat dipercaya dan hampir pasti salah.

Sumber: Novel 3001: The Final Odyssey karya Arthur C. Clarke.

  • Membiarkan George W. Bush terus melakukan kemauannya di dunia. Jika Anda berpikir demikian, Anda sepenuhnya keliru menanggapi maksud saya. Kekuatan untuk menghancurkan Bumi saat ini tidak ada, dan pemerintahan Bush tidak sedang giat mencoba menciptakan teknologi seperti itu. Apapun yang Bush lakukan, apapun reaksi terhadap kebijakannya pada Irak dan minyak dan pemanasan global, ia takkan mampu menghancurkan planet ini.
  • Paradoks seperti yang dilukiskan dalam Back To the Future Part II. Secara definisi, paradoks takkan benar-benar bisa eksis.
  • Menghentikan semua pikiran (jika Bumi tidak diamati, maka bagaimana ia bisa ada?). Phillip K. Dick mengatakannya dengan sangat baik: “Realitas tidak akan hilang meski Anda berhenti meyakininya.”
  • Ilmu semantik (arti kata—penj). Beberapa orang mengusulkan untuk memanfaatkan lubang kecil dalam Pernyataan Tujuan dan memindahkan Bumi ke dalam orbit di sekeliling gas raksasa, sehingga membuatnya lebih menyerupai bulan daripada sebuah planet, atau melemparkannya ke ruang antar bintang (interstellar space) sehingga ia akan menjadi objek interstellar yang mengembara. Ya, ya, sangat pintar. Kembali bekerja.
  • Menambahkan cukup banyak material pada planet Bumi untuk membuatnya mengalami keruntuhan gravitasi dan menjadi sebuah bintang bukan planet. Masalah utama yang dihadapi adalah bahwa Bumi sebagian besar terbuat dari unsur-unsur berat yang belum terfusi. Kebanyakan dari unsur itu adalah besi yang mana takkan mengalami fusi sama sekali. Jumlah material yang harus Anda tambahkan pada Bumi akan sangat besar dan cukup untuk membentuk sebuah bintang, dan di akhir X miliar tahun ketika ia (bintang tersebut—penj) berhenti bersinar Anda akan masih mendapati sebuah inti besi yang tetap berada di orbit sekeliling Matahari!

Tentu seseorang akan menyarankan bahwa Anda masih bisa terus menambah lebih banyak material hingga ia menjadi sebuah bintang yang cukup padat untuk menjadi supernova, jadi saya hendak memperjelas: saya merasa tidak suka terhadap metode ini. Ini tidak akan cocok. Maaf.

  • Meledakkan semua senjata nuklir secara serentak, baik dalam satu lokasi ataupun ditempatkan secara strategis di seluruh wilayah Bumi. Ini akan meradiasi seluruh Bumi dan membunuh sangat banyak manusia, hewan, dan tumbuhan, tapi hanya sedikit sekali menghancurkan planet Bumi itu sendiri.
  • Membuktikan bahwa 1=0. Jika 1 memang benar-benar sama dengan 0, maka masuk akal bahwa jika ada satu Bumi maka ada nol Bumi…jadi, jika seseorang bisa membuktikannya, Bumi akan berhenti eksis. Ini adalah logika yang seolah-olah benar. Menemukan sebuah bukti dalam matematika tidaklah mengubah fakta dari salah menjadi benar. Itu hanya membuktikan sebuah fakta yang senantiasa benar sebagai benar. Dengan demikian, jika 1=0 bisa dibuktikan, maka semestinya itu akan selalu benar dan Bumi seharusnya tak pernah eksis. Tapi Bumi masih ada hingga sekarang. Terbukti.
  • Pemecahan/pembelahan (fission) pada inti Bumi, diajukan oleh Tom Chalko. Memang benar bahwa meski Bumi sebagian besar terdiri dari besi, terdapat unsur-unsur lainnya yang jumlahnya cukup signifikan, termasuk material-material fissile (mampu menjalani pembelahan nuklir—penj) seperti uranium, thorium, dan – catat ini – potasium radioaktif, yang tenggelam ke inti Bumi yang menurut studi terakhir di tempat itulah mereka mengalami pembelahan, menghasilkan panas dan menjaga bagian dalam Bumi tetap hangat. Namun, jika sebuah ledakan nuklir sungguh terjadi di inti Bumi, hal itu akan tersekat dari permukaan oleh 6.300 kilometer besi cair.
  • Pernikahan gay.

Strategi Umum Geocide
Menghancurkan Bumi tidak semudah menekan tombol merah besar. Itu membutuhkan kerja keras selama berdekade-dekade.

  1. Perencanaan

Tanpa sebuah rencana, Anda tidak akan memperoleh apa-apa. Cepat atau lambat Anda AKAN membentur rintangan dan mendapati diri Anda tak mampu melanjutkan: agen-agen pemerintah akan mulai menyorotkan sinar laser pada pintu Anda, atau meski Anda berhasil mempersenjatai senjata super Anda namun tidak punya tempat yang aman untuk berlindung ketika Anda menembakkannya, atau Anda akan kehabisan uang. Ketika saya mengatakan lekaslah, saya sungguh-sungguh mengatakannya: idealnya rencana Anda sudah harus selesai paling tidak 50% pada saat Anda lulus SMA, karena pilihan karir pekerjaan Anda akan menjadi faktor yang sangat signifikan. Anda juga harus sudah memilih metodenya pada waktu tersebut. (Daftar di atas tidak perlu menyeluruh – jika Anda memiliki cara Anda sendiri yang lebih baik, semoga Anda beruntung). Jika Anda telah memilih metodenya, TETAPLAH PADA ITU.

Meski menganggap, tentu saja, bahwa Anda dan penasehat yang Anda tunjuk tidak hendak “tenggelam bersama kapal”, sebaiknya membuat rencana-rencana untuk persiapan hidup sebelum Anda memulai rangkaian aksi yang mungkin akan mengakibatkan kehancuran Bumi. Karena pada umumnya hypertechnology yang dibutuhkan untuk benar-benar menghancurkan Bumi itu sangat maju, akses terhadap pesawat luar angkasa, stasiun luar angkasa, atau planet lain yang bisa dihuni, mungkin telah Anda pahami betul, tapi bukan hal ini yang hendak kita pikirkan.

  1. Karir

Pada poin ini Anda harus membuat keputusan yang sangat signifikan: apakah Anda hendak merancang mesin doomsday dengan tangan Anda sendiri (semua metode di atas, kecuali Kerusakan Eksistensi Total, memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit mesin), atau mempekerjakan orang lain? Jika Anda bukan seorang ilmuwan yang sangat berbakat dan Anda benar-benar dapat menghancurkan Bumi dari laboratorium Anda (tidak mustahil terjadi; lihat metode Strangelet atau Mesin von Neumann), mungkin Anda akan memilih yang terakhir.

Jika Anda memutuskan untuk merancang (dan mungkin membangun) mesin ini sendiri, Anda disarankan untuk mempelajari sains, terutama fisika (khususnya quantum, atom, dan astrofisika), serta teknik elektronik dan mesin, matematika, dan mungkin robotik. Setelah itu, carilah pekerjaan yang mempergunakan teknologi yang hendak Anda manfaatkan, bangun mesin doomsday Anda di laboratorium Anda sendiri, dan buuum, Anda selesai.

Jika Anda memutuskan untuk tidak merancang sendiri mesin doomsday Anda, mulai dari sini, saya akan menganggap bahwa inilah yang Anda putuskan, dengan begitu rencana Anda menjadi semakin rumit dan pilihan karir Anda akan sangat berbeda. Waktu Anda di pendidikan tingkat lanjut mungkin sebaiknya dihabiskan dengan mempelajari bidang finansial, ekonomi, politik, pelajari kembali ketrampilan Anda dalam manajemen, berbicara, dan bersosialisasi, asah kemampuan Anda dalam membujuk, dan belajarlah untuk memancarkan kharisma. Kharisma adalah hal yang penting. Keterampilan-keterampilan ini akan memungkinkan Anda untuk naik ke sebuah posisi di mana Anda memiliki akses terhadap tiga hal:

  1. uang
  2. sumber daya
  3. tenaga manusia

Jika Anda memilih menjalankan proyek lab, seperti digambarkan di atas, maka hanya membutuhkan beberapa hal berikut: cukup uang untuk menjalankan lab, persediaan sumber daya, dan tenaga manusia dalam bentuk seorang (atau lebih) ilmuwan brilian untuk (secara sadar atau tidak) membangun mesin doomsday Anda. Ini menyiratkan bahwa tempat terbaik untuk mencari pekerjaan adalah institusi penelitian dalam bidang-bidang sains, atau mungkin organisasi seperti Boeing atau NASA…jika gagal, dirikan organisasi Anda sendiri!

Jika Anda memilih menjalankan proyek besar berbasis ruang angkasa, maka Anda akan memerlukan LEBIH banyak rekan. Anda perlu bekerja dalam dan angkatan bersenjata. Politik bisa menjadi pilihan yang sangat baik. Saya katakan bahwa, tanpa bermaksud sinis, hari ini dari semua orang di dunia, Presiden Amerika Serikat adalah orang yang mungkin paling mampu untuk menghancurkan Bumi jika ia mau. Jika Anda merasa kurang mampu dalam politik (sadar akan kelemahan merupakan sebuah kekuatan), Anda harus bergabung dengan angkatan bersenjata dan capailah posisi Jenderal Tertinggi atau posisi tinggi apapun.

Nancy Lebovits menyarankan agama sebagai sebuah alat untuk memperoleh sumber daya, uang, dan tenaga manusia. Agama, tak bisa disangkal, merupakan kekuatan yang sangat berpengaruh. Jika Anda dapat membangun diri Anda sebagai seorang pemimpin keagamaan, kemungkinan besar Anda bisa memperoleh banyak pendukung – yang kesetiaannya pada Anda sebagai pemimpin jauh lebih besar dibanding kesetiaan tentara kepada jenderalnya, atau warga negara kepada Raja/Presiden/Diktator Tertinggi-Untuk-Kehidupan-nya. Hari ini atau zaman ini, mengangkat diri sendiri sebagai nabi baru tampaknya tidak lebih menarik daripada ketidakpercayaan, jadi jika Anda tidak sangat persuasif, Anda mungkin harus mengalami kesuksesan besar dengan membajak agama yang ada untuk kepentingan Anda. Lubang perangkap yang potensial adalah bahwa hal-hal yang bisa diberikan oleh pengikut Anda itu terbatas, perihal sumbangan keuangan atau buruh. Tenaga manusia sendiri tidak cukup. Anda masih membutuhkan paling tidak seorang dalang (mastermind) saintifik, dan terus terang saya menganggap dalang saintifik adalah termasuk orang-orang yang paling sedikit mengikuti Anda… Tapi ini adalah kekusutan yang harus mampu Anda pecahkan.

Tentu saja, pada saat kemungkinan untuk menghancurkan Bumi semakin besar, Madagascar mungkin akan menjadi superpower yang dominan, atau seluruh dunia mungkin akan disatukan sebagai bangsa tunggal, atau mungkin seluruh galaksi akan penuh dengan manusia, takkan ada uang, dan asteroid platina padat dan robot pekerja akan melimpah. Entahlah. Apapun bisa Anda lakukan. Jika Anda sudah memiliki segala hal yang Anda butuhkan, hubungi, dan ajukan proposal Anda, dan gerakkan proyek tersebut.

  1. Pangkalan Anda

Pada poin ini Anda mungkin harus membangun suatu jenis pangkalan operasi. Pangkalan ini harus berada pada jarak yang aman dari Bumi. Sebaiknya tersembunyi sekurangnya 1 AU (Astronomical Unit—penj) di luar jarak tembak kekuatan destruktif mengerikan yang akan Anda lepaskan, tapi khusus untuk supernova, Anda harus menempatkan diri Anda sejauh seribu tahun cahaya dari Bumi ketika ia (supernova—penj) terjadi. Jika Anda perlu hadir secara fisik di Bumi untuk memulai proses penghancuran (misalnya melemparkan Bumi ke dalam Matahari, ledakan anti-materi), maka aturlah satu hitungan mundur. Pastikan pengatur waktu (timer) hitungan mundur a) telah sepenuhnya diuji dan b) tahan rusak. Cari juga rute pelarian dari planet.

Jika Anda sedang menjabat sebagai Diktator Tertinggi di Bumi, Anda tinggal mengumumkan maksud Anda langsung kepada rakyat budak Anda tanpa takut akan hukuman. Jika Anda memiliki alasan yang sangat masuk akal untuk menghancurkan Bumi yang bisa benar-benar disetujui oleh masyarakat – misalnya, Anda ingin membangun Banksian Orbital (atau banyak lagi) yang jauh lebih luas sebagai pengganti – maka mengajak seluruh manusia akan terbukti sangat berguna. Namun, lazimnya, Anda mungkin harus merahasiakan tujuan proyek Anda yang sesungguhnya dari sebanyak mungkin manusia untuk waktu yang selama mungkin.

Ada beberapa metode yang lebih mudah untuk ditutup-tutupi dibanding metode lainnya, dan ini harus menjadi faktor utama dalam pemilihan metode. Jika tak ada seorang pun yang mengetahui tujuan Anda sesungguhnya dalam proyek supernova-inducer (pendorong supernova) hingga dua jam setelah proyek tersebut dilaksanakan dan menjadi terlambat untuk dihentikan, maka begitu jauh lebih baik. Meskipun demikian, Anda harus mempersiapkan rencana (dan mempersiapkan pangkalan) jika pada akhirnya proyek Anda diketahui publik. Ini bisa terjadi kapan saja, Anda mungkin memiliki waktu beberapa bulan, jam, atau detik, untuk pergi. Sebenarnya inilah batu sandungan yang paling potensial, dan ini merupakan situasi yang harus siap Anda hadapi dengan sangat sangat hati-hati. Tergantung pada seberapa banyak waktu yang dimiliki oleh para penentang Anda untuk bertindak, seberapa kuat mereka, dan apakah Anda mengetahui bahwa mereka mengetahui proyek Anda atau tidak, mereka mungkin akan melakukan sesuatu dari mulai tindakan nekat (meluncurkan nuklir ke stasiun ruang angkasa milik Anda tanpa menghiraukan ribuan sandera tak berdosa yang ada di dalamnya) hingga tindakan halus (secara sembunyi-sembunyi memanipulasi Anda untuk mempekerjakan salah satu agen rahasia mereka dalam pasukan keamanan di laboratorium Anda). Karena itu, pangkalan Anda memerlukan prosedur keamanan yang sangat ketat, banyak lapisan pertahanan, dan fungsi emergency yang berlipat ganda dan diprogram secara teliti untuk semua sistem, genting ataupun tidak. Anda membutuhkan senjata. Dan pintu. Pintu yang tebal. Untuk kondisi terburuk, Anda harus selalu membawa senjata. Jika pangkalan Anda berada di ruang angkasa, Anda harus terus mengenakan setelan luar angkasa di bawah pakaian Anda. Jika terjadi pengkhianatan, Anda harus mampu menjalankan seluruh pertunjukan seorang diri dari ruang kendali Anda yang terkunci rapat, tentu saja di ruang kendali tersebut Anda harus memiliki sebuah rute pelarian.

Anda harus selalu, selalu, selalu memiliki rute pelarian.

Lihat juga daftar The Evil Overlord untuk memperoleh saran yang lebih umum mengenai pembangunan pangkalan, perencanaan rute pelarian, penanganan serangan mendadak dari musuh, dan topik-topik lain yang berhubungan.

  1. Penutup

Jika metode yang Anda pilih dapat dicoba lebih dari satu kali (misalnya melemparkan Bumi ke dalam Matahari, peledakan energi vakum), dan anggaran Anda menipis, Anda bisa mempertimbangkan untuk mempraktekkannya pada benda-benda angkasa yang lebih kecil dan mempersiapkan jalan Anda. Contohnya, mempertimbangkan untuk menghancurkan Merkurius, atau Ceres. Jangan lupa untuk mencatat apa saja yang bekerja dengan baik, apa yang tidak berfungsi, apa yang tidak dibutuhkan, dan lain-lain, agar segalanya berjalan selancar mungkin pada hari besar.

Bawa kamera. Sebagian besar metode yang terdaftar di atas sangat spektakuler dan menyaksikan kejadian-kejadian tersebut mungkin akan menjadi kesempatan sekali dalam seumur hidup Anda, jadi ingatlah untuk merekam momen itu.

Dan terakhir, jika semua upaya Anda gagal, jangan menyerah! Ingat, tak ada seorang pun yang pernah berhasil menghancurkan Bumi.

Ucapan Terima Kasih
Seluruh “pesta” ini adalah konsep orisinil yang ditulis oleh dan hak cipta © Sam Hughes. Tolong jangan mengkopi dan mempostingnya di situs Anda! Ambil saja bagian Pendahuluan dan sediakan tautan ke sini. Kontribusi dan koreksi adalah atas kebaikan dari “althorrat”, “ambradley”, “ariels”, Dave Babbitt, Joe Baldwin, Jon Burchel, “CDawg”, “cakedamber”, Jon Carlson, Matthew Cetrangelo, “Cletus The Fetus”, “DejaMorgana”, Tobias Diedrich, “Draknet”, Sandro Dunatov, Dave Feshy, “Fieari”, Bobby Florea, Matthew Fogle, Daniel Franke, Richard Freeman, Aneesh Goel, “grendelkhan”, David V. Gulliver, Russell Harper, Jordy den Hartog, Rudy Hasspacher, Colby Hayward, Lars Hedbor, “J”, Kevin A. Janka, Wyatt Johnson, Zachary Jones, William Keith, Robert Kern, Douglas B. Killings, Andy Kirkpatrick, John Kniha, Floris Kraak, L. Kraven, Samuel Laquedem, Nancy Lebovitz, Tom Ligon, “LordFrith”, Scott Lujan, “Lycurgus”, Gary Martin, S. Mattison, Robert McQueen, Douglas Merrill, Craig Musselman, “nanite”, Ryan O’Connell, Marco Pagliero, Loren Pechtel, Nick Peirson, George Peterson, Mitchell Porter, Michael Pullmann, Steve R, “randombit”, Toby Richards, Daniel W. Rickey, “Rikmach”, John Routledge, “Rubyflame”, Jonah Safar, John Sahr, Anders Sandberg, Raj Sandhu, James Scholes, Mike Schulte, “Shields”, Drake Siard, Ian M. Slater, Lucian Smith, Nick Snell, Jasper Spaans, “Starrynight”, Mark Stokes, Jasmine Strong, Geoff Swift, John Tackman, “tdent”, “Thane”, M. Alan Thomas II, Eric Thompson, Stephen Thorsett, Sean Timpa, Mike Trainor, “trick.knee”, “trembling”, Daniel A. Turner, “Underblog”, “Ungrounded Lightning”, “unperson”, Aras Vaichas, Joseph Verock, Linnea W, Matthew Wakeling, George Waksman, Edward Welbourne, Henry White, Michael Z. Williamson, Tom Wright, dan “zandrews”. Jika Anda ingin berkontribusi atau mengkoreksi sesuatu, hubungi saya.

Cover illustration: The Largest Gold Mine in the World — Orobel.biz

One thought on “Cara-cara Untuk Menghancurkan Planet Bumi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s