Oleh: Reinhard Habeck, Dr. Willibald Katzinger, dkk.
2001
(Sumber: Scribd.com)

Catatan: Setiap gambar dan catatan kaki yang disertakan dalam artikel ini bukan berasal dari sumbernya, tapi merupakan penambahan dari Sainstory dengan merujuk kalimat yang ada sesuai bahasa aslinya (Inggris). Tanpa sekalipun bermaksud mendiskualifikasi, mayoritas artefak atau fosil yang dirujuk masih menimbulkan pertentangan antara penganut kreasionis dan evolusionis (sebagaimana inipun biasa terjadi sebaliknya—saat evolusionis mengajukan buktinya sendiri).

Fosil-fosil yang tak seharusnya ada.

Pembatuan (petrifaction) yang aneh telah membolak-balikkan gambaran evolusi dunia. Charles Darwin mengatakan bahwa evolusi kehidupan di planet kita terjadi secara bertahap.

Namun, terdapat footprint (bekas jejak kaki) makhluk mirip manusia, yang ditemukan di berbagai belahan dunia yang sebagian dari mereka berasal dari zaman dinosaurus. Menurut teori Darwin, pada zaman itu tidak ada manusia maupun makhluk mirip manusia yang hidup. Penemuan-penemuan tersebut tidak cocok dengan gambaran yang kita kenal mengenai dunia.

Jejak kaki Gurun Gobi, China
Jejak kaki Gurun Gobi, China

Pada tahun 1959, profesor China, Dr. Tschu-Myn Tschen (Tschou Ming Tschen/Tschau Ming Tschen/Chow Ming Chen), mengadakan ekspedisi di gurun Gobi. Ia menemukan pembatuan bekas jejak kaki yang berusia sekitar 2 juta tahun.[1]

2. Jejak kaki Fisher Canyon, Nevada
Jejak kaki Fisher Canyon, Nevada

Di Fisher Canyon, Nevada, AS, ditemukan sebuah bekas jejak kaki yang memperlihatkan bekas kelim/pelipit (bagian dari pakaian) yang jelas. Bekas jejak kaki itu berusia sekitar 15 juta tahun.[2]

Foto jejak kaki Rockcastle County Kentucky, dalam artikel "The Carboniferous Mystery" oleh A G Ingalls (Scientific American 162, January 1940: 14). Ref: www.badarchaeology.com
Foto jejak kaki Rockcastle County Kentucky, dalam artikel “The Carboniferous Mystery” oleh A G Ingalls (Scientific American 162, January 1940: 14). Ref: http://www.badarchaeology.com

Pada tahun 1931, Dr. Wilbur G. Burroughs, seorang geolog, melaporkan tentang pembatuan bekas jejak kaki yang berusia sekurangnya 250 juta tahun. Ia menemukannya di timur laut Gunung Vernon, Kentucky, AS.[3]

Dalam 200 tahun terakhir, ditemukan banyak artefak aneh yang rupanya tidak cocok dengan pola yang kita kenal. Ada banyak pembatuan misterius: periuk besi di dalam batu bara, bekas jejak kaki di dalam batu beserta trilobite (sejenis fosil arthropoda laut—penj) yang hancur, jejak-jejak dan sisa-sisa tulang manusia di dalam lempengan batu berusia jutaan tahun, atau sebuah jari manusia berukuran sangat besar, dan juga fosil palu.

1.01 “Artefak London”[4]

“Palu Texas” adalah salah satu penemuan sejarah bumi yang paling menggelikan. Benarkah ini merupakan artefak purba? Atau, hanya sebuah perkakas yang hilang dari para penambang abad 19 dan kemudian secara aneh tertutup oleh batu sedimen? Kabarnya, perkakas kayu tersebut sebagian dalamnya terkarbonisasi dan kelihatannya digergaji pada ujung dasarnya.

Saat ditemukan, benda tersebut dikelilingi oleh batu gamping. Jadi, palu tersebut dibuat sebelum permulaan alat-alat batu, sehingga seharusnya (sekurangnya) berusia sama dengan batu itu. Para geolog memperkirakan usianya 140 juta tahun. Menurut pandangan teori evolusi kehidupan bumi, tak ada manusia yang hidup di zaman prasejarah tersebut. Sebuah analisis dari Batelle Memorial Laboratory, Columbus, Ohio, AS, menyajikan hasil yang membingungkan: bagian atas artefak yang terbuat dari logam mengandung besi 96,6%, khlor 2,6%, dan belerang 0,74%. Benda ini hampir seluruhnya terdiri dari besi murni dan tidak berkarat. Berdasarkan pengujian menggunakan sinar X, baja pada kepala palu tersebut tidak mengandung tanah kimiawi ataupun ketidakteraturan.

1.02 Periuk besi di dalam batu bara[5]

Periuk besi Frank Kennard, Arkansas
Periuk besi Frank Kennard, Arkansas

Benda aneh ini ditemukan tahun 1948 di Sulphur Springs, Arkansas, oleh Frank Kennard. Benda ini adalah periuk besi di dalam bongkahan batu bara. Ia menggambarkan, sebagai pengganti sumpah: “Pada tahun 1912 saya bekerja untuk Municipal Electric Plant di Thomas, Oklahoma, dan saya menemukan sebongkah batu bara padat yang terlalu besar untuk diproses. Lalu saya memecahnya dengan palu godam. Kemudian periuk besi ini jatuh keluar dari batu bara tersebut dan meninggalkan jejak bentuknya (form print) di dalam bongkahan. Jim Stull menyaksikan ketika batu pecah dan periuk jatuh keluar. Saya mencoba mencari tahu tentang asal-usul batu bara tersebut: itu berasal dari Oklahoma Mine di Wilburton. Tertanda, Frank Kennard.”

1.03 “Jejak sepatu” di dalam batu beserta trilobite[6]

Jejak sepatu yang membatu ini ditemukan tahun 1968 oleh William Meister di Utah. Pada pinggir sebelah dalam jejak yang kiri terdapat trilobite yang telah hancur, sejenis crustacean (binatang air berkulit keras, seperti udang, kepiting, dsb—penj) prasejarah. Jadi jejak ini tidak mungkin dibuat melalui pembentukan bebatuan secara alamiah. Trilobite punah sekitar 350 juta tahun lalu—sehingga jejak ini pasti lebih tua dari masa tersebut. Menurut teori evolusi Charles Darwin, hal itu tidak mungkin. Para ahli mengatakan bahwa jejak-jejak tersebut palsu. Namun demikian, jejak sepatu ini benar-benar ada; dan bisa diuji kapanpun.

1.04 “Jejak kaki Burdick”[7]

Jejak kaki Burdick, Texas
Jejak kaki Burdick, Texas

Bekas jejak kaki ini memperlihatkan 5 jari kaki manusia dan semua karakteristik kaki manusia. Para ahli menyebut “jejak kaki Burdick” ini palsu karena terlalu cocok dengan kaki manusia sungguhan.

Dr. Don Patton, seorang geolog, mengujinya pada tahun 1990. Ia memperoleh hasil lain: Batu yang ditemukan beserta jejak tersebut terpotong menjadi 4 bagian di dalam bagian-bagian jari kaki dan tumit. Rincian ini menunjukkan bahwa lumpur tersebar di sekitar jari kaki. Pemalsuan (oleh tukang batu) adalah hal yang tidak mungkin.

1.05 Fosil jari dari zaman dinosaurus?[8]

Fosil jari Glen Rose, Texas
Fosil jari Glen Rose, Texas

Ini adalah penemuan yang sangat luar biasa. Ditemukan di dalam sebuah lapisan di dekat Glen Rose, Texas, beserta fosil-fosil lainnya. Ini jelas-jelas adalah sebuah fosil jari manusia yang seluruhnya membatu. Pengujian sinar X tidak menunjukkan adanya perbedaan dengan jari orang hidup. Kukunya utuh. Jari yang membatu tersebut ukurannya 20% lebih besar daripada jari manusia sekarang. Ini adalah fakta yang sangat menarik. Struktur jari ini sangat unik. Sebuah pengujian dan analisis telah membuktikan adanya tulang asli dan tulang selanjutnya. Selama tertanam dalam material tanah lunak, tulang-tulang tersebut digantikan oleh mineral. Proses ini mungkin terjadi sangat cepat, karena kalau tidak, jaringannya (jaringan tulang—penj) akan membusuk.

1.06 Lempengan batu dengan jejak tangan[9]

Jejak tangan Periode Kapur (Cretaceous Period), Texas
Jejak tangan Periode Kapur (Cretaceous Period), Texas

Jejak tangan di dalam batu kapur ini memperlihatkan tangan manusia dengan jari-jari yang tersebar. Artefak ini ditemukan di lapisan bumi yang sama dengan lapisan di mana jejak-jejak dinosaurus ditemukan. Yang mengherankan, jejak tangan itu terpelihara dengan baik (masih utuh). Bagian-bagian tertentu pada tangan tersebut masih dapat dilihat: kontur kuku ibu jari, jejak susunan jaringan antara ibu jari dan jari telunjuk, bagian kecil jari tengah yang tertinggal saat menyentuh lumpur.

Bagaimana menjelaskan penemuan ini? Apakah manusia bermula sejak masa yang sangat-sangat lampau? Atau, apakah dinosaurus punah lebih belakangan dari yang kita duga?

1.07 Fosil tangan di dalam lempengan batu[10]

Baru-baru ini ditemukan artefak aneh di Kolombia. Prof. Jaime Gutierrez, profesor dan perancang kerajinan (industry designer) dari Universitas Bogota, menemukan fosil-fosil tangan tersebut. Fosil-fosil ini dengan jelas memperlihatkan bagian tulang-tulang jari. Semuanya melebur dengan batu. Selain fosil-fosil tersebut, ditemukan juga fosil dan relik dinosaurus. Keseluruhan fosil ini berada di dalam lapisan bumi yang berusia antara 100 hingga 130 juta tahun. Tapi menurut ilmu pengetahuan dan teori evolusi Darwin, sangat mustahil manusia dan dinosaurus hidup bersama-sama. Lalu bagaimana pembatuan tangan-tangan manusia seperti itu bisa terjadi?

1.08 Katak dalam sebuah lubang[11]

Katak Charles Dawson, Piltdown
Katak Charles Dawson, Piltdown

Benda aneh yang terkenal ini telah menggemparkan masyarakat sejak dipublikasikan pada tahun 1901. Ditemukan sekitar 2 tahun sebelumnya, ini adalah salah satu kepingan bukti, yang memperkuat kepercayaan terhadap ratusan mitos dan legenda tentang pelarian katak-katak hidup yang terjebak dalam bebatuan dan kayu. Menurut laporan-laporan di Inggris, dua orang pekerja menemukannya di Lewes, Sussex. Tak diragukan lagi bahwa katak tersebut sungguhan, dan bahwa gumpal batu api (flint nodule), yang kosong dari kerangka fosil yang sebelumnya ada, juga sungguhan. Penemuan ini dipublikasikan oleh Charles Dawson, pria yang dipercaya oleh banyak orang sebagai penipu Piltdown Skull. Ia sering dihubungkan dengan benda-benda aneh dan meragukan. Sekarang ini, katak tersebut telah banyak menyusut dibanding saat pertama kali digambarkan, ini menunjukkan bahwa ia belum berusia sangat tua ketika dipublikasikan. (Booth Museum of Natural History, Brighton & Hove Sussex, England, UK.)

Referensi dan kredit gambar:

Catatan kaki:

  1. Penemuan ini dipublikasikan pertama kali di suratkabar Soviet, Smena (1961, Nomor 8), di mana diceritakan bahwa sekelompok ahli paleontologi China dan Soviet, dipimpin oleh Tschu-Myn Tschen, menemukan jejak mirip telapak kaki bertulang dalam pasir [pada 1959]. Dr. Tschu-Myn Tschen merupakan seorang paleontolog, yang belajar di Princeton sebelum kembali bekerja di Departemen Geologi dan Mineralogi Universitas Shandong, dan dikenal luas atas penemuan-penemuannya di seantero China. The Institute of Vertebrate Paleontology dan Paleoantropology merupakan salah satu departemen dari Chinese Academy of Sciences, sebuah lembaga terkenal di dunia. Namun klaim penemuan ini hanya dipublikasikan di suratkabar harian, sehingga bukan merupakan publikasi ilmiah (referensi: www.badarchaeology.com). Bila pembaca ingin mengetahui lebih lanjut, kata kunci untuk penemuan ini adalah: Gobi Desert footprint.
  2. Kata kunci: Fisher Canyon Nevada footprint.
  3. Kata kunci: Wilbur G. Burroughs footprint.
  4. Kata kunci: London Hammer.
  5. Kata kunci: Iron pot Frank Kennard.
  6. Kata kunci: Meister footprint trilobite.
  7. Kata kunci: Burdick print.
  8. Kata kunci: Glen Rose fossil finger.
  9. Kata kunci: Stone plate handprint fossil.
  10. Kata kunci: Jaime Gutierrez hand fossil.
  11. Kata kunci: Toad Charles Dawson.

Tentang penulis: Reinhard Habeck adalah seorang penulis Austria, komikus, dan kartunis. Dia memperoleh pengakuan internasional terutama untuk hipotesisnya, yang dikembangkan bersama-sama dengan Peter Krassa dan diterbitkan pada tahun 1982, bahwa orang Mesir kuno seharusnya sudah mengetahui dan menggunakan listrik.

Cover illustration: Monkey in the Zoo — Nils Fieseler

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s