Unsolved Mysteries Bag. 4: Rahasia Tulisan-tulisan yang Tak Terbaca

Sumber: Scribd.com
Sumber aslinya tidak menyertakan gambar. Meskipun dari kalimatnya ada suatu rujukan pada gambar tertentu. Situs rujukannya sendiri (www.unsolved-mysteries.net) sudah tidak aktif.

BAGIAN 4
RAHASIA TULISAN-TULISAN YANG TAK TERBACA

Cindera mata dari kebudayaan-kebudayaan yang punah?

Jawaban terhadap pertanyaan, “Siapakah yang pertama kali menggunakan huruf dan simbol?”, biasanya adalah: orang-orang Sumeria, dengan tulisan cuneiform (tulisan kuno berbentuk baji/paku—penj), sekitar 5.000 tahun lalu di Mesopotamia. Tapi apakah ini benar? Penemuan-penemuan baru menyajikan hasil-hasil baru, dan menyebabkan keragu-raguan mengenai pertanyaan tersebut: Lembaran-lembaran dari tanah liat yang memuat tulisan-tulisan ditemukan beberapa tahun lalu di kuburan raja Mesir, Scorpion I, di Adydos, 400 km selatan Kairo.

Berdasarkan suksesi raja-raja, lembaran tersebut berasal dari tahun 3.300 SM. Karena itu, tulisan ini merupakan tulisan tertua yang bisa dibaca. Tapi ada penemuan lain yang lebih tua yang memuat semacam tulisan atau setidaknya beberapa simbol: Lembaran-lembaran yang serupa di Irak, Iran, dan Rumania, usianya lebih dari 5.000 tahun. Karena usianya yang menakjubkan ini, para ahli tidak yakin apakah tulisan-tulisan tersebut merupakan semacam tulisan atau hanya pola-pola. Tapi asal-usul tulisan ini sepertinya jauh lebih awal. Dalam gua-gua zaman batu, ditemukan simbol-simbol yang memiliki huruf mirip tulisan: “simbol-simbol” di gua La Pasiega, utara Spanyol, dan batu-batu kerikil yang memuat lukisan di gua Mas d’Azil, selatan Prancis.

Anggota-anggota kebudayaan Indus, orang-orang Crete, Olmec, Inca, dan orang-orang dari Zaman Batu di Eropa, menggunakan sistem-sistem tulisan yang saat ini belum bisa dibaca/diuraikan.

Salah satu penemuan yang paling menggelikan terdapat di Glozel, Prancis. Pada tahun 1924, para petani menemukan ratusan wadah (receptacle) dari tanah liat, serta kendi (urn), lampu-lampu, tulang-tulang mammoth yang memuat ukiran, dan berbagai perkakas. Artefak-artefak ini berusia antara 4.500 sampai 15.000 tahun. Selain itu, ditemukan pula beberapa lembaran dari tanah liat yang memuat huruf-huruf tak dikenal. Penemuan ini tidak ditanggapi secara serius karena para ilmuwan tidak percaya bahwa manusia Zaman Es mampu membuat objek-objek seperti itu.

Ukiran-ukiran yang khas juga ditemukan di atas peninggalan-peninggalan (relic) dari batu, di Glozel. Arti dari penemuan-penemuan itu tidak diketahui. Para ahli menduga bahwa semua objek itu mungkin digunakan untuk tujuan mistik (occult) atau untuk upacara.

Masalah utama pada koleksi Glozel adalah bahwa objek lain yang serupa belum ditemukan. Tapi simbol-simbol pada lembaran itu serupa dengan simbol-simbol dalam kebudayaan Harappa. Pada April 1999, penemuan-penemuan tersebut dianalisis oleh para arkeolog dari Universitas Harvard – semuanya terbukti sebagai kepingan kuno yang otentik.

Selain itu, objek-objek yang (konon) ditemukan oleh Russel Burrows di sebuah terowongan di Olney, Illinois, pada tahun 1982, juga memuat simbol-simbol yang serupa. Koleksi ini memuat ribuan batu-batu bertulisan, arca-arca, dan objek-objek misterius dari logam. Cerita Gua Burrow cukup menarik: Burrow menemukan gua tersebut secara kebetulan dan menjaga objek-objek itu dengan hati-hati selama bertahun-tahun. Ia merahasiakan gua tersebut. Tapi baru-baru ini Gua Burrow terlacak oleh radar dan detektor logam. Pengujian dan pengklasifikasian saintifik terhadap objek-objek itu seharusnya membantu membuka rahasia Gua Burrow. Mungkinkan ini merupakan penemuan paling penting? Ataukah semuanya palsu?

Kepingan-kepingan dari koleksi Sutatausa di Kolombia juga sangat terkenal. Koleksi misterius ini memuat batu-batu hitam dengan tulisan-tulisan tak dikenal yang mirip dengan tulisan dari koleksi-koleksi lain. Apakah ini kebetulan? Ataukah simbol-simbol ini diambil dari buku-buku? Atau simbol-simbol ini merupakan sisa dari kebudayaan-kebudayaan kuno yang telah punah? Mungkinkah sisa dari Atlantis?

Tanpa bukti saintifik, makna tulisan-tulisan itu takkan bisa dijelaskan. Tapi beberapa artefak menunjukkan bahwa terdapat hubungan kebudayaan dengan benua-benua. Banyak pertanyaan yang belum terjawab, para ahli masih mendiskusikannya. Ukiran pra-sejarah pada tulang-tulang binatang, simbol-simbol yang mirip dengan tulisan dari zaman glasial (sungai es), huruf-huruf tak dikenal yang bertalian dengan kebudayaan Vinca, hieroglyph-hieroglyph Creta yang tak terbaca, dan lembaran-lembaran Rongorongo dari Rapa Nui, juga belum terjelaskan. Siapa yang akan memecahkan rahasia dari “tulisan-tulisan tak terbaca” ini”? Informasi apa yang dimuat oleh teks-teks tersebut? Apa yang mungkin mereka ceritakan pada kita?

Wadah-wadah berbentuk sosok-sosok, dari Ekuador

1.1 Arca dari keramik, beserta SCHRIFTZEICHEN
Kedua arca ini berupa patung aneh yang sedang duduk, berasal dari La Mana, sebuah tempat penggalian emas tua di Ekuador. Di La Mana banyak terjadi penemuan-penemuan. Arca-arca ini diduga berjenis kelamin laki-laki. Mereka mungkin berlubang di bagian dalamnya. Arca-arca ini diduga digunakan sebagai wadah. Salah satu dari mereka agak mencolok karena mengenakan tutup kepala. Arca yang satu ini dihiasi dengan pancang kuping dan hidung. Pada dadanya terdapat ornamen-ornamen dan simbol-simbol yang terlihat seperti tulisan.

1.2 Arca dari keramik
Dua patung ini tergambarkan dengan pose bermartabat. Keduanya memperlihatkan seorang anak yang sedang berbaring di atas lutut mereka. Pemandangan ini mengingatkan kita pada sebuah ritual Yunani: para orang tua membaringkan anak-anak mereka pada lutut mereka menerima kedudukan ayah (paternity). Mungkin kedua sosok tersebut adalah kaisar, yang dengan bangga memperkenalkan keturunan mereka. Patung ini mengenakan janggut, atau sesuatu mirip janggut. Mungkin juga itu merupakan perhiasan. Goatee (janggut seperti janggut kambing-penj) seperti itu adalah hal biasa di Mesir kuno: para Firaun mengenakan janggut dalam acara-acara khusus.

Batu-batu dari Sutatausa
Sutatausa adalah sebuah daerah belantara dan keras di Kolombia. Bebatuan aneh ditemukan di sana. Bebatuan tersebut memperlihatkan binatang-binatang, sosok-sosok, dan simbol-simbol, serta huruf-huruf tak dikenal. Sebagian dari batu-batu aneh itu adalah milik Prof. Jaime Gutierrez. Beberapa batu, di kedua sisinya, dipenuhi dengan motif-motif binatang, serangga, dan penggambaran manusia.

1.3 Batu dengan wajah dan tulisan
Batu ini memperlihatkan kedalaman/lekukan ukiran yang pada awalnya dihiasi dengan bebatuan berharga. Bagian depannya memperlihatkan kontur-kontur sebuah wajah.

1.4 Batu dengan tulisan
Batu dari Sutatausa ini memperlihatkan simbol-simbol geometris dan motif-motif abstrak yang belum bisa dibaca/diuraikan. Para geolog memperkirakan tulisan tersebut berusia ribuan tahun.

Jika huruf-huruf pada batu tersebut diperhatikan secara seksama, jelas mereka cocok dengan huruf-huruf pada tulisan-tulisan tak dikenal lainnya yang ditemukan di seluruh dunia. Kesesuaian dengan tulisan pada batu-batu dari Glozel sangat jelas. Apakah kesesuaian ini hanya sebuah kebetulan? Ataukah orang-orang zaman kuno mengadakan kontak kebudayaan yang hari ini tidak kita ketahui?

1.5 Batu dengan tulisan
Ini adalah batu hitam dari Kolombia. Batu ini memperlihatkan simbol-simbol yang serupa dengan penemuan-penemuan dari Glozel dan contoh rangkaian lainnya dari Eropa kuno. Para ahli dan ilmuwan kebingungan: Bagaimana ciri-ciri umum simbolis ini dijelaskan, jika tidak terdapat kontak kebudayaan antara benua-benua?

1.6 Batu dengan binatang dan simbol-simbol
Batu artistik ini memperlihatkan penggambaran rusa jantan dan ukiran-ukiran geometris yang mengingatkan kita pada tulisan-tulisan yang ditemukan pada berbagai objek pemujaan (cultic) dari kebudayaan Vinca dari Eropa kuno. Kebudayaan ini berusia sekitar 7.000 tahun. Para ilmuwan tidak memiliki penjelasan mengenai simbol-simbol tersebut, tapi mereka menduga bahwa tulisan-tulisan itu merupakan satu tahap permulaan tulisan.

1.7 Ringstone (batu berbentuk cincin-penj) dengan simbol-simbol
Batu berbentuk cincin ini dihiasi dengan bermacam-macam simbol, sosok, tanda panah, dan lingkaran. Makna dari simbol-simbol dan sosok-sosok ini tidak dijelaskan. Lubang di bagian tengah batu mungkin merupakan petunjuk bahwa batu tersebut dipancangkan pada sebuah tongkat kayu.

1.8 Batu berbentuk burung dengan simbol-simbol geometris
Batu ini berbentuk burung. Terdapat simbol-simbol geometris di atasnya. Beberapa ahli menduga bahwa batu ini memiliki makna magis. Mereka juga menduga bahwa batu ini merupakan bukti dari teknik simbol pra-Kolombia yang hilang.

1.9 Batu dengan tulisan dan bebatuan karang
Batu luar biasa ini ditemukan di selatan Bogota, di wilayah Indian Chibcha dan Muisca. Batu ini mungkin digunakan oleh para leluhur suku-suku tersebut sebagai batu komunikasi (translating stone) seperti batu dari Rossete. Bagian depannya memperlihatkan berbagai simbol geometris. Pada bagian tersebut terdapat seorang sosok mirip manusia dengan kepala segitiga dan empat simbol tak dikenal. Bagian sebaliknya memperlihatkan bebatuan karang bertatahkan simbol-simbol abstrak. Makna dari simbol-simbol ini tidak diketahui.

1.10 Batu dengan tulisan dan motif-motif sosok
Batu ini ditemukan di Kolombia. Batu ini memperlihatkan sebuah makhluk yang terlihat melayang di langit. Di bagian bawah makhluk tersebut terdapat ukiran huruf-huruf yang tak bisa dibaca dan satu motif seekor burung. Burung-burung adalah binatang yang menjaga shaman (dukun/cenayang) dalam perjalanannya, mereka melihat segala hal yang ada di dalam hutan.

Makhluk yang melayang tersebut menggenggam sebuah objek bundar dengan tangannya, mengangkatnya setinggi dadanya.

Bagian sebaliknya memperlihatkan dua makhluk betina yang sedang menyentuh sebuah makhluk raksasa. Di sebelah mereka terdapat sebuah makhluk jantan yang sedang duduk. Ini mungkin merupakan sebuah upacara penyembuhan (health ceremony): dua betina yang kemasukan setan jahat, dan seorang shaman yang sedang mencoba menyembuhkan mereka. Huruf-huruf dan simbol-simbol itu masih belum diketahui dan belum terjelaskan. Demikian juga dengan makna sesungguhnya dari pemandangan tersebut.

Galeri gambar-gambar dari “Gua Burrow” yang menggelikan

1.11 Pelat bundar dari slate dengan gambar seorang Indian
Ini adalah salah satu contoh khas batu berukir dari Gua Burrow, dipahat dari slate dan dipotong sampai hampir bundar. Pada objek ini terlihat sketsa seorang Indian Mohawk. Ujung hidungnya patah dan telinganya sangat besar. Pengikisan pada area hidung yang patah sama dengan pengikisan pada seluruh permukaan. Dengan demikian, tampaknya ujung hidung tersebut patah ketika sedang disketsa.

Tidak ada ukiran di bagian sebaliknya.
(Slate: Batu metamorfis yang mudah terbelah menjadi pelat-pelat licin dan datar / Batu tulis-penj)

1.12 Pelat batu dengan gambar seorang “Cherokee”
Raut muka “Cherokee”, ukiran sederhana sebuah perahu, huruf-huruf seperti tulisan, dan sebuah simbol spiral yang terukir pada batu; arti semuanya belum jelas.

1.13 Pelat batu dengan gambar seorang “Cherokee”
Pelat hitam dengan gambar sorang Cherokee. Terukir tulisan-tulisan di sekitar kepalanya. Tulisan tersebut belum terbaca/teruraikan.

1.14 Pelat batu dengan gambar seorang “Firaun”
Raut muka seorang raja Mesir kuno.

1.15 Pelat batu dengan gambar seorang raja

1.16 Pelat batu dengan gambar “Kristus”
Inilah salah satu yang paling kontroversial dari koleksi Gua Burrow. Seseorang dengan rambut panjang dan janggut yang bisa diasosiasikan dengan Kristus.

1.17 Pelat batu dengan gambar seorang “Romawi”
Ini adalah ukiran yang terlihat seperti seorang prajurit Romawi. Ukiran ini adalah sisipan (inset). Yang menarik adalah gambar ini memiliki semacam garis leher yang lurus. Sebagaimana dalam semua batu dari Gua Burrow, pinggir-pinggirnya miring. Tak ada ukiran di bagian sebaliknya.

1.18 Pelat batu dengan gambar dan “simbol matahari”

1.19 Pelat batu dengan gambar dan simbol-simbol
Seorang prajurit tak dikenal dengan helm dan simbol-simbol aneh.

1.20 Pelat batu dengan gambar dan simbol-simbol
Kepingan ini memuat campuran gambar dan hieroglyph-hieroglyph. Helmnya berasal dari sumber yang tak dikenal karena adanya jumbai-jumbai. Batu ini tidak ditinggikan juga bukan inset. Ini adalah garis-garis yang digoreskan. Hieroglyph-hieroglyph yang terdapat sepanjang pinggir kanan memiliki kedalaman yang sama dengan wajah sebuah sosok, kecuali dua lubang yang dibor tepat di depan hidung pada kepala tersebut. Tak ada ukiran di bagian sebaliknya.

1.21 Pelat batu dengan gambar dan simbol-simbol

1.22 Batu dengan gambar sebuah “perahu Phoenician”
Perahu Phoenician adalah perahu yang sangat kuat, panjangnya lebih dari 30 m. Sekitar 250 orang dapat dimuat. Ukiran pada batu ini mengingatkan kita pada perahu seperti ini.

1.23 Batu dengan kepala seekor kuda

1.24 Batu dengan “simbol matahari”

1.25 Batu dengan “simbol matahari”

1.26 Batu dengan “wajah matahari” dan simbol-simbol

1.27 Batu dengan ukiran singa
Ini adalah artefak Gua Burrow yang tak biasa, yang sepertinya merupakan bagian pinggir dari salah satu batu-batu bundar, terdapat ukiran singa di atasnya. Batu ini terlihat sama pada bagian depan dan belakangnya.

Motif-motif dan huruf-huruf dari “Gua Burrow”

1.28 Batu dengan tulisan tak dikenal
Batu luar biasa ini memuat campuran tulisan-tulisan hieroglyph dan alfabet. Tidak ada gambar. Dari sistem-sistem tulisan yang telah kita kenal, sulit untuk menyimpulkan petunjuk mana yang “sesuai” dengan batu istimewa ini. Tidak ada tulisan di bagian sebaliknya.

1.29 Batu dengan tulisan-tulisan tak dikenal
Batu ini memuat tulisan yang lebih teratur dan semua gambar ini bisa sesuai dengan beberapa sistem tulisan yang telah dikenal. Namun, tulisan ini masih belum bisa dibaca/diuraikan.Tidak ada tulisan di bagian sebaliknya.

1.30 Batu dengan tulisan tak dikenal
Batu ini memuat sistem tulisan yang seperti sistem tulisan Mediteranian di bagian depannya. Sampai sekarang, tulisan ini belum bisa dibaca/diuraikan. Simbol yang ada pada kolom kedua di bagian dasar tidak cocok dengan tulisan lain. Simbol yang ada pada bagian atas kolom keempat juga tidak cocok dengan tulisan dalam alfabet-alfabet yang dikenal. Bagian sebaliknya tampak memperlihatkan seorang “dream catcher” di atas stepped fret (balok bertingkat). Maknya belum jelas.

1.31 Batu dengan tulisan-tulisan tak dikenal

1.32 Batu dengan tulisan tak dikenal
Batu dengan beragam simbol. Maknanya tidak dijelaskan.

1.33 Batu dengan tulisan tak dikenal
Batu dengan sejumlah ukiran mirip tulisan. Beberapa simbol tersusun karena dikelilingi oleh sebuah objek berbentuk “T”.

1.34 Batu dengan ukiran-ukiran geometris
Lambang-lambang pada pelat bundar ini mengingatkan kita pada sebuah kalender.

1.35 Batu dengan ukiran-ukiran geometris
Batu dengan simbol-simbol mirip tulisan dan sebuah objek berbentuk gelombang. Di atasnya terdapat garis-garis dengan panjang yang berbeda-beda. Mungkin ini merupakan sebuah sistem nomor/bilangan.

1.36 Batu dengan ukiran-ukiran dan simbol-simbol geometris
Batu ini memuat satu garis vertikal, dua garis bersudut siku-siku, dan lima simbol bertakuk/berlekuk.

1.37 Batu dengan ukiran-ukiran dan simbol-simbol tak dikenal
Pelat batu memuat simbol-simbol tulisan dan sebuah sistem garis-garis dengan lambang-lambang yang diarahkan. Mungkinkah batu ini memberi petunjuk menuju lokasi “Gua Burrow”?

1.38 Batu dengan simbol-simbol dan lambang-lambang
Pada bagian pinggir batu ini, terdapat 10 bagian. Mungkin ini digunakan sebagai unit pengukuran. Terdapat juga beberapa ukiran simbol-simbol.

1.39 Batu dengan simbol-simbol dan “Menorah”
Ukiran-ukiran pada batu luar biasa ini mengingatkan pengamat pada sebuah “Menorah”. Ini adalah simbol tua, yang telah dikenal sebelum orang-orang Sumeria, berbentuk sebuah pohon kosmik cahaya dengan tujuh planet.
(Menorah: Tempat lilin yang bercabang tujuh, dalam tradisi Yahudi-penj)

Penemuan-penemuan aneh di Glozel
Di Glozel, Prancis, terdapat sebuah necropolis kecil di mana sekitar 60 tahun lalu ditemukan beberapa penemuan-penemuan. Sekitar 2.500 objek ditemukan, memuat ukiran simbol-simbol, binatang-binatang, dan tulisan-tulisan misterius. Pada hampir semua objek yang terbuat dari tulang atau keramik terdapat tulisan. Sebagian besar artefak berasal dari tahun 3.000 SM. Tapi ada juga kepingan-kepingan yang lebih muda dan beberapa yang lain mungkin berusia 17.000 tahun. Fakta yang sedikit diketahui adalah, selain penemuan di atas, penemuan sejumlah relic (peninggalan) batu yang memuat ukiran-ukiran, relic-relic ini berusia sangat tua.

Penemuan ini menimbulkan kontroversi di antara para ilmuwan Prancis.
Pada Maret 2001, dilakukan pengujian dan analisis jejak-jejak/bekas-bekas. Hasilnya, objek-objek di atas tidak dikerjakan dengan perkakas logam. Binatang-binatang dan simbol-simbol yang digambar dibuat dengan satu jenis perkakas. Ini berarti bahwa tulisan yang termuat bukan ditambahkan belakangan, seperti yang selalu diucapkan oleh orang-orang yang sangsi.
(Necropolis: Tempat pemakaman atau kuburan kuno-penj)

1.40 Kepingan batu yang mengalami retouch (perbaikan/sedikit pengubahan-penj)

1.41 Kepingan sosok dari slate
Kepingan slate hitam ini memiliki dua arti: Kepala bertopi atau zakar (kelamin lelaki) terbalik.

1.42 Perkakas dari batu api
Kepingan ini terbuat dari batu api yang indah, terang, dan transparan. Batu ini berasal dari Glozel atau sekitarnya. Pada batu ini terlihat beberapa raut muka manusia. Untuk bisa melihatnya dengan baik, batu tersebut harus dibalik. Sulpturor tak dikenal telah menggunakan bintik-bintik alami pada batu tersebut untuk raut mukanya.

1.43 Perkakas dari batu api
Perkakas ini mungkin digunakan sebagai pengerik (untuk bulu binatang) atau sebagai gergaji sederhana. Batu tersebut memperlihatkan beberapa raut muka manusia dan sebuah raut muka seekor binatang (mungkin beruang).

1.44 “Kepala wanita” dari batu
Batu dengan bekas-bekas pekerjaan manusia, raut muka wanita.

1.45 Arca dari batu, mother god
Ini adalah kepingan yang sangat sederhana. Perlengkapan matanya mengingatkan kita pada keramik pemakaman. Hidungnya terlihat, sedangkan mulutnya hilang. Patung ini berbentuk segitiga, sebuah tipologi universal yang ditemukan pada penemuan-penemuan lain yang sama.

1.46 Kepala manusia dengan hidung yang besar
Batu kerikil kecil ini sangat aneh. Kepingan ini memperlihatkan sebuah raut muka manusia dan di bagian sebaliknya terdapat sebuah ukiran dengan makna yang tidak diketahui. Lambang-lambang dan simbol-simbol pada pelat-pelat tanah liat dari Glozel telah dipelajari, tapi belum dijelaskan.

1.47 Arca dari batu, mother god
Ini adalah patung seorang ibu yang menggendong anaknya. Ini adalah catatan dari mother cult (penyembahan ibu) (kelahiran, kesuburan) di Zaman Batu yang eksis jauh sebelum penyembahan Maria dan penyembahan Isis-Horus (di Mesir).

1.48 “Kepala berkerudung” pada perkakas votive
Perkakas ini terbuat dari batu api yang akan memburam jika lama dimasukkan ke dalam air atau tempat basah. Objek yang diperlihatkan merupakan lambang, karena bentuknya. Bentuk universal ini ditemukan bersama banyak perkakas dan patung.

1.49 Batu datar dengan ukiran di kedua sisinya
Batu ini memperlihatkan ukiran-ukiran yang terlihat seperti kaki-kaki gajah di salah satu sisinya. Terdapat pula sketsa sebuah telinga dan dua simbol berbentuk “X”. Di sisi lainnya terdapat garis-garis yang kusut. Terlihat pula kepala seekor rusa kutub dengan tanduknya.

1.50 Lamella dari batu api
Jenis perkakas ini konon digunakan dalam ritus-ritus keagamaan atau upacara-upacara suci. Objek ini khas zaman Mesolitik (sekitar 8.000 SM sampai 5.000 SM). Di salah satu sisinya terdapat sebuah raut muka mirip binatang.

1.51 Raut muka pria berjanggut pada mikrolithe
Kepingan batu api terang dan transparan yang luar biasa ini memperlihatkan gambar seorang pria berjanggut yang sangat realistik. Terdapat perbaikan (retouch) yang disengaja.

1.52 Batu dengan raut muka
Batu kecil ini memperlihatkan dua raut muka: raut muka manusia dan raut muka binatang.

1.53 “Kaki” atau mother god berbentuk batu
Batu kecil ini mungkin merupakan mother god atau “kaki”.

1.54 Raut muka manusia pada pengerik kecil
Perkakas dari batu api ini memperlihatkan sebuah raut muka manusia berukuran kecil, hanya dapat dilihat jika memandangnya secara teliti.

1.55 Beberapa raut muka manusia yang bertumpang-tindih, pada lamella halus
Pada kepingan batu api kecil ini terdapat bekas-bekas perbaikan (retouch) dan takikan yang memperlihatkan raut-raut muka manusia.

1.56 Batu dengan lambang kepala
Di atas batu ini terdapat kepala-kepala, pada foto hampir tidak dapat dilihat.

1.57 Lamella dari batu api
Batu ini memperlihatkan beberapa raut muka sangat halus yang sulit untuk dilihat.

1.58 Fragmen batu api
Ini adalah kepingan yang sangat kecil, seukuran kuku jari yang kecil. Pembuatnya memotong banyak batu sebelah luar dan menyisakan sedikit untuk meningkatkan stabilitas. Kontur-kontur sebuah raut muka dapat dilihat.

1.59 Fragmen batu api
Kepingan aneh ini diasosiasikan dengan “ikan”, “ikan pari”, atau “puki” (kemaluan wanita).

1.60 Pengerik suci
Kepingan luar biasa ini terbuat dari batu api terang dan transparan. Dibuat secara seksama supaya mudah dan praktis untuk digunakan sebagai sebuah perkakas. Kepingan ini memperlihatkan raut muka seorang manusia dan juga raut muka seekor binatang (mungkin beruang).

1.61 Perkakas dengan lambang wajah
Pada perkakas ini tidak terdapat raut muka tetapi wajah-wajah. Wajah-wajah ini saling bertumpang-tindih, dengan satu mata “terbuka” dan satu mata tertutup. Ada juga sebuah hidung dan sebuah mulut yang terbuka lebar yang bisa dilihat sebagai arcade (jalan beratap melengkung-penj) untuk wajah-wajah lain di bawah wajah yang pertama. Wajah ini memiliki dua mata dan sebuah hidung yang disketsa secara tipis (tanpa mulut).

1.62 Tongkat kecil dari batu, dengan ukiran-ukiran
Para arkeolog menduga bahwa objek ini mungkin merupakan lambang dari zakar atau jari. Kepingan slate yang panjang memiliki simbol-simbol khas Glozel di ketiga sisinya. Simbol-simbol serupa juga ditemukan di wilayah-wilayah terpencil di dunia, sebuah indikasi bahwa ini memiliki sumber yang sama.

1.63 Objek yang terlihat seperti zakar, terbuat dari batu
Objek ini bisa diinterpretasikan secara berbeda-beda, tergantung dari sisi mana seseorang memperhatikannya.

1.64 Pelat dari batu dengan tulisan
Pelat ini pasti terbuat dari slate dari Glozel. Di tambang tersebut, slate ditambang hingga akhir tahun 30-an. Batu ini memperlihatkan raut muka sebuah makhluk mirip binatang, mungkin singa atau mamoth. Jika seseorang membalik batu tersebut (atau fotonya), ia bisa melihat dua raut muka lagi (raut muka manusia dan makhluk mirip ape) dan kepala seekor binatang (moncong/hidung).
(Ape: primata mirip monyet namun tak berekor, contohnya gorila, simpanes, orang utan, siamang, beruk-penj)

1.65 Patung dengan ukiran ular dan tulisan
Artefak ini adalah salah satu masterpiece (karya agung) dalam koleksi Glozel. Batu ini memuat tulisan di bagian sebaliknya dan di salah satu sisi. Terdapat pula seekor ular pada sosok tersebut. Di kain bagian bawah pada sosok tersebut, terdapat ukiran-ukiran seperti binatang, mungkin saja rag atau ibex (kambing hutan jantan).

Pelat-pelat logam dalam koleksi Pater Crespi
Salah satu koleksi objek-objek—yang belum tersusun—yang paling luar biasa dan terkenal adalah koleksi Pater Crespi dari Cuenca, Ekuador. Pater Crespi mengumpulkan barang-barang berharga tersebut di halaman sebuah gereja di Silesian, Maria Auxiladora. Terdapat objek dari batu, tulang-tulang, keramik, dan juga pelat-pelat pemotong tipis dan logam campuran lainnya, yang memperlihatkan beragam motif.

Usia dan asal-usul objek-objek itu tidak dijelaskan. Terdapat relic-relic (barang peninggalan) yang mungkin merupakan bagian dari barang-barang berharga kuno dari Inca, selain itu ada juga objek-objek modern. Pengklasifikasian koleksi ini sangat rumit dan sulit, sehingga para ahli dan ilmuwan tidak mengurusinya. Banyak simbol dan lambang yang terlihat abstrak dan tidak dapat dipahami.

1.66 Pelat logam dengan “sistem pictographic
Objek ini adalah salah satu objek yang paling dikenal dalam koleksi Pater Crespi. Di bagian tengah objek ini terdapat seorang kaisar tak dikenal atau dewa. Pada bagian kiri dan kanan terdapat motif-motif ular dan simbol misterius. Apakah simbol-simbol ini serupa dengan alfabet?
(Pictographic, dari Pictograph yang artinya simbol bergambar untuk kata atau frase-penj)

1.67 Pelat logam dengan simbol-simbol abstrak

Tulisan-tulisan yang tak terbaca/teruraikan, dari kebudayaan-kebudayaan lain

1.68 Discus (cakram) dari Phaistos
Ini adalah replika dari museum arkeologi Iraklion, Yunani.
Cakram ini terbuat dari tanah liat, memuat teks dalam bentuk hieroglyph Crete. Tulisan ini berkembang sekitar tahun 2.000 SM dalam kebudayaan-kebudayaan Minoic (peradaban Zaman Perunggu yang berpusat di Crete-penj). Tulisan ini tidak bisa dibaca/diuraikan, bahkan dengan bantuan program-program komputer modern.

Teks pada cakram tersebut berbentuk spiral. Sudah pasti ini berasal dari istana kuno dari Phaistos, Crete Selatan, dan ini merupakan salah satu objek yang paling misterius. Satu-satunya hal yang kita ketahui tentang teks tersebut adalah bahwa ia terpisah dalam 61 segmen dengan garis-garis. Di bagian depannya terdapat 31 segmen dengan 122 simbol, di bagian sebaliknya terdapat 30 segmen dan 119 simbol. 45 simbol lain telah habis. Pengujian baru-baru ini menyatakan bahwa cakram tersebut berasal dari antara tahun 1.850 SM sampai 1.600 SM.

Prof. Cyrus H. Gordon dari Brandels University, Massachusetts, mengatakan bahwa mungkin saja terdapat beberapa persamaan antara tulisan Minoic dan tulisan Maya.

1.69 Rongorongo – pelat dengan tulisan, dari Easter Island (Pulau Paskah)
Di Pulau Paskah tak hanya terdapat sosok-sosok (dari batu) raksasa yang misterius dan terkenal, tapi juga beberapa lembaran dengan tulisan-tulisan dan simbol-simbol: orang-orang bergaya, burung-burung, ikan-ikan, dan gambar-gambar geometris. Hanya 25 pelat yang telah terperlihara di berbagai museum di seluruh dunia. Sisanya membusuk atau dihancurkan oleh para misionaris awal karena mereka tidak mampu membaca teks-teks tersebut kemudian para penduduk lokal menggunakan pelat-pelat kayu dalam upacara-upacara mereka. Pada tahun 1722, saat pelaut-pelaut pertama datang ke pulau kecil ini, para penduduk lokal sudah tidak lagi mampu membaca teks-teks dari leluhur mereka. Pelat-pelat itu digunakan sebagai objek pemujaan.

790 simbol telah ditemukan pada semua pelat yang masih tersisa. Para ilmuwan menduga bahwa karena simbol ini sangat banyak, maka semua simbol ini bukan huruf melainkan suku kata atau kata atau kombinasi kata. Beberapa ilmuwan mencoba untuk menguraikan tulisan tersebut, tetapi masih belum juga diperoleh penjelasan tentang isi dan asal-usulnya. Sekitar 160 simbol pada pelat Rongorongo mirip dengan simbol-simbol pada peradaban maju di zaman kuno yang hidup sekitar tahun 2.500 SM: kebudayaan Harappa misterius di Lembah Indus, sekarang wilayah Pakistan dan India. Tulisan Lembah Indus juga belum bisa diuraikan. Bagaimana simbol-simbol yang identik tersebut bisa dijelaskan? Apakah pernah terjadi kontak kebudayaan karena adanya para pelaut? Bagiamana mungkin melintasi jarak sepanjang 20.000 km dan waktu selama 3.600 tahun?

1.70 Batu Spirit Pond
Pada awal tahun 70-an, ditemukan empat batu di pinggir sungai Spirit Pond, Maine, AS. Tiga batu memperlihatkan lambang-lambang yang telah diidentifikasi sebagai lambang/huruf (rune) Viking dan berasal dari sekitar tahun 1.200 M. Penemunya, Walter Elliot, tak mau menyerahkan penemuan tersebut kepada Negara Bagian Maine (Spirit Pond adalah bagian dari Taman Nasional yang mana merupakan milik Negara Bagian Maine). Akibatnya terjadi perkara hukum yang panjang. Selama beberapa tahun artefak-artefak tersebut disimpan di sebuah museum di Barth, Maine. Sekarang semua penemuan tersebut konon berada dalam arsip Museum Nasional Maine, di mana tak ada seorang pun yang bisa melihatnya. Batu yang keempat diperlihatkan dalam “Unsolved Mysteries”. Ukiran-ukirannya belum pernah diterjemahkan.

Daftar Unsolved Mysteries:
Unsolved Mysteries Bag. 1: Tantangan untuk Teori Evolusi
Unsolved Mysteries Bag. 2: NOMOLI – Pengawal Bebatuan Langit
Unsolved Mysteries Bag. 3: Galeri Makhluk-makhluk Raksasa
Unsolved Mysteries Bag. 4: Rahasia Tulisan-tulisan yang Tak Terbaca
Unsolved Mysteries Bag. 5: Aula Pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s