Unsolved Mysteries Bag. 5: Aula Pengetahuan

Sumber: Scribd.com
Sumber aslinya tidak menyertakan gambar. Meskipun dari kalimatnya ada suatu rujukan pada gambar tertentu. Situs rujukannya sendiri (www.unsolved-mysteries.net) sudah tidak aktif.

BAGIAN 5
AULA PENGETAHUAN

Misteri kebudayaan-kebudayaan megalitikum dan kekuatan piramida

Keajaiban arsitektur purba yang luar biasa telah mampu bertahan terhadap serangan dari peradaban lain dan masih berdiri hingga sekarang. Piramida merupakan simbol kebijaksanaan dan pengetahuan.

Piramida-piramida Gizeh, Mesir, adalah bangunan terakhir dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia yang terus awet. Tapi misterinya masih belum terpecahkan: Bagaimana mereka dibangun? Dan mengapa orang-orang mengerjakan karya yang sangat sulit semacam itu? Terdapat beberapa teori mengenai asal-usul piramida-piramida itu dan juga tujuannya. Pada Maret 1993, robot menemukan sebuah lubang aneh di dalam piramida Cheops. Mungkinkah ini merupakan pintu masuk menuju “chamber of knowledge” (ruang pengetahuan) yang banyak diceritakan oleh mitos-mitos Mesir? Mengapa pintu tersebut tidak terbuka? Mengapa pemeriksaan dihentikan?

Peneliti asal Inggris menemukan bahwa susunan bintang-bintang pada Orion Belt (Sabuk Orion) sangat cocok dengan pola piramida-piramida Gizeh. Jadi piramida tersebut merupakan kepingan langit yang dibangun ulang di bumi. Tapi bagaimana konstruksi akurat dan kesempurnaan astronomis seperti itu bisa tercapai? Apa yang eksis sebelum para firaun?

Piramida tidak hanya ada di Mesir, tapi juga di China, Mongolia, Amerika Selatan dan Tengah, bahkan Yunani, Prancis, atau Kepulauan Canary. Piramida itu tak hanya menjadi makam, tapi juga menjadi kuil, tempat suci, dan simbol dunia dan sumber kekuatan misterius.

Dalam kaitannya dengan ini, terdapat beberapa benda-benda arkeologi langka yang mendokumentasikan makna magis bentuk tripod sebagai “holy sign” (simbol suci). Salah satu objek yang paling menonjol adalah model sebuah piramida dalam pameran benda-benda tersebut. Di bagian dalam model piramida itu terdapat objek-objek (logam/batu) mulia dari Ekuador, di antaranya adalah sebuah batu berbentuk piramida dengan ukiran rumit berbentuk satu “divine eye”.

Relik tersebut ditemukan pada tahun 1980-an bersama objek misterius lainnya. Jika disorot dengan sinar ultraviolet benda tersebut memperlihatkan efek berkilauan yang aneh. Simbol “divine pyramid” ditemukan pula pada uang “Satu Dolar”. Dalam banyak agama, piramida dianggap sebagai simbol suci dan melambangkan struktur dunia: surga, bumi, dan neraka. Dalam Hindu terdapat tiga dewa utama: Brahma, Wishnu, dan Shiwa. Dalam Kristen terdapat Tuhan, Yesus Kristus, dan Roh Kudus, membentuk Trinitas Suci dan tiga raja agung, para pengunjung pertama dalam kelahiran Yesus. Kitab Budha dipisahkan dalam tiga bagian: disebut Tripitaka (tiga keranjang). Angka tiga juga merupakan angka berkah; simbolnya adalah segitiga.

Apakah trinitas merupakan bentuk original? Ataukah ini merupakan bukti bahwa telah terjadi hubungan antara benua-benua? Pertanyaan yang sama muncul dalam kaitannya dengan fenomena menhir besar, dolmen besar, dan bangunan (masonry) raksasa yang ditemukan di setiap bagian dunia. Apa maksud dari objek-objek tersebut? Stonehenge adalah bangunan megalitikum paling dikenal di dunia. Apakah batu-batu raksasa ini dulunya digunakan sebagai observatorium? Siapa yang mengangkutnya, bagaimana diangkut ke sana? Kapan dan kenapa dibangun?

Penemuan terbaru adalah konstruksi/bangunan bawah laut di Pulau Yonaguni, Jepang. Ini merupakan sebuah struktur batu raksasa dengan anak tangga, gua-gua, dan podium-podium. Apakah ini merupakan pembentukan bebatuan secara alami ataukah sebuah “kuil” bawah laut prasejarah? Beberapa relik dari bawah laut telah diuji di Ryuku University, Okinawa. Benda-benda itu sangat jelas dibuat secara sengaja (artificially). Penemuan ini mengingatkan kita pada legenda dan mitos peradaban-peradaban yang telah punah seperti Mu, Lemuria, atau Atlantis.

Bangunan piramida Yonaguni

05.01 Model bangunan bawah laut di Pulau Yonaguni
Ini adalah rekonstruksi bangunan bawah laut yang ditemukan pada pertengahan 1990-an di pantai Jepang oleh para penyelam. Penemuan ini terletak di dasar laut pada kedalaman 10-25 meter dekat pulau Yonaguni, Kerama, dan Aguni. Struktur batu tersebut mengingatkan kita pada bangunan-bangunan raksasa yang dibuat oleh manusia.

Terdapat lingkaran batu-batu, anak tangga, dan dataran tinggi, dan juga sebuah bangunan raksasa mirip piramida dengan panjang 200 meter, lebar 150 meter, dan tinggi 90 meter. Prof. Masaaki Kimura, seorang geolog dari Ryuku University, Okinawa, menguji bangunan tersebut dan berkesimpulan bahwa itu dibangun oleh manusia. Petunjuknya adalah tidak adanya jejak-jejak erosi seperti batu-batu yang remuk dan hancur. Indikasi lainnya adalah beberapa piramida berbentuk tangga (step-shapped pyramid) dan berukuran kecil. Piramida ini dasarnya sekitar 10 meter dan tingginya 2 meter. Para ilmuwan menyebutnya miniatur ziggurat. Ziggurat adalah nama sebuah piramida tangga (step pyramid) di Mesopotamia.

Para geolog memperkirakan penemuan-penemuan tersebut sekurangnya berusia 10.000 tahun. Pihak yang skeptis mengatakan bahwa tidak ada peradaban yang mampu membangun situs monumental dan raksasa semacam itu di masa lampau. Para skeptis itu tidak menyebutnya “kota bawah laut” melainkan “blok sedimen alami yang memiliki struktur aneh”. Baru-baru ini terdapat penemuan-penemuan berupa beberapa patung dan batu dengan ukiran, yang dengan jelas memperlihatkan jejak-jejak pengerjaan mekanis.

Apakah bangunan-bangunan ini merupakan sisa peradaban yang telah punah? Apakah Atlantis dan Mu benar-benar pernah eksis?

05.02 Pelat batu dengan ukiran
Pelat batu ini berbobot 3 kg dan memiliki satu lubang lonjong dan satu lubang bundar. Di antara kedua lubang tersebut terdapat ukiran lambang-lambang yang terlihat seperti “L”, “salib”, dan “titik”. Dari mana ukiran-ukiran ini berasal? Apa maknanya? Gelombang alami dan air tak mungkin bisa membentuk atau mengakibatkan hal tersebut.

05.03 Patung dari batu
Patung batu ini memperlihatkan bentuk seekor binatang yang dipahat secara mekanis. Beratnya 60 kg.

Ilustrasi

Gambar-gambar monumen bawah laut Yonaguni
Siapa yang membangun konstruksi raksasa di pantai Okinawa, Jepang, ini? Ini adalah gambar yang diduga merupakan piramida tangga. Ia berukuran 200x150x90 meter dan dikelilingi oleh sesuatu seperti jalan. Terdapat petak-petak datar dan anak-anak tangga yang sangat tinggi menuju bagian puncak. Anak-anak tangga tersebut terbentuk begitu teratur sehingga Prof. Robert Schoch, seorang geolog dari University of Boston, yakin bahwa bukan erosi perairan yang membentuknya.

Peta-peta misterius

05.04 “Peta dunia”, terbuat dari batu granit
Batu ini ditemukan pada tahun 1980-an bersama dengan relik-relik lainnya di Ekuador. Ukiran-ukiran pada batu tersebut memperlihatkan benua Amerika, Afrika, Asia, dan kontur-kontur daratan yang telah tenggelam yang dapat ditafsirkan sebagai pulau mistis Mu dan Atlantis. Filsuf Yunani, Plato, menyampaikan dalam “Kritias” dan “Timaios” mengenai sebuah benua yang indah namun telah tenggelam, 2350 tahun silam. Legenda lain menceritakan tentang sebuah pulau yang disebut Mu yang terletak di Samudera Pasifik. Kedua pulau ini konon tenggelam sekitar 12.000 tahun silam karena bencana alam raksasa. Apakah ini isapan jempol belaka? Ataukah daratan-daratan itu benar-benar pernah eksis?

Penggambaran (peta) pada batu ini dibuat seolah-olah si senimannya memandang bumi dari luar angkasa. Terdapat garis-garis yang menimbulkan pemikiran tentang adanya hubungan antara Ekuador dan Babilonia. Garis-garis itu ditegaskan dengan tatahan tatapan seperti mata. Apakah dulu bangsa Sumeria pindah ke Amerika Selatan? Ini kedengarannya sulit dipercaya, tapi beberapa benda-benda temuan arkeologis terlihat seperti dipengaruhi oleh seni Sumeria.

Batu ini konon berusia 8.000-25.000 tahun. Hanya pengujian saintifik akurat yang bisa menghasilkan kejelasan final.

Peta Atlantik dari Athanasius Kircher
Athanasius Kircher adalah seorang Pendeta Jesuit asal Jerman yang menulis sebuah buku berjudul “Mundus Subterraneus”, pertama kali dipublikasikan pada tahun 1664. Ia mengatakan bahwa Atlantic merupakan puncak Atlantis yang tenggelam, lalu ia membuat sebuah peta rinci. Peta tersebut pertama kali dipublikasikan dari belakang ke depan. Sumber rujukan Kircher tidak diketahui dan misterius.

Ilustrasi

Peta dari Piri Reis
Pada tahun 1928, B. Halil Edem, direktur Museum Nasional Turki, membuat satu penemuan sensasional. Di istana Tokapi, Istanbul, ia menemukan dua fragmen sebuah peta dunia, tersusun dari sejumlah bagian. Sisanya konon berada dalam arsip di Beijing. Piri Reis (nama sebenarnya: Piri Ibn Haji Mehmet, wafat tahun 1554), seorang laksamana dan kartografer (pembuat peta-penj), membuat peta ini pada tahun 1513. Banyak detail yang digambarkan secara rinci yang tidak mungkin telah diketahui pada waktu itu: contohnya penemuan Antartika terjadi pada 1820.

Dalam naskahnya yang disebut Bahriye, Piri Reis mengomentari petanya: Ia menulis bahwa ia membuat peta itu berdasarkan 20 peta laut tua yang disebut “Jaferiye” (bahasa Arab). Peta-peta tersebut dibuat pada masa Alexander the Great dan memperlihatkan bumi secara keseluruhan. Jika sang laksamana mengatakan yang sesungguhnya, maka peta kuno itu membuktikan bahwa pada masa prasejarah keseluruhan bumi telah diketahui.

Prof. Charles H. Hapgood dari University of New Hampshire mengeluarkan pernyataan berikut setelah melakukan pengujian dan penelitian bertahun-tahun. Ia menemukan bahwa banyak detail pada peta tersebut sesuai dengan kenyataan: pantai dan teluk di Antartika sesuai dengan riwayat seismik di wilayah tersebut – tapi tanpa es, satu masa ketika terdapat sebuah jembatan daratan antara Fireland dan Antartika.

Pantai tersebut digambar sekitar 11.000 tahun silam, ketika belum terdapat es. Tapi siapa yang mampu melakukan hal ini? Dan bagaimana dokumen-dokumen sangat kuno itu sampai ke tangan Piri Reis pada tahun 1513? Menurut Hapgood, susunannya berasal dari sebuah peradaban yang telah punah yang kemudian ditemukan kembali. Apakah ini merupakan bayangan atau impian pengetahuan di masa prasejarah? Charles Hapgood meninggal tahun 1982 dan mewariskan kesimpulannya kepada para pendukungnya.

Ilustrasi

Peta Antartika dari Oronteus Finaeus tahun 1531
Charles H. Hapgood, profesor sejarah sains, menemukan peta karya Oronteus Finaeus ini di antara peta-peta lainnya dalam arsip Library of Congress, AS. Peta ini dibuat pada 1531, 250 tahun sebelum benua keenam, Antartika, ditemukan. Peta ini memperlihatkan detail-detail yang menggamblangkan bahwa gambar Antartika dibuat ketika benua itu tidak dilapisi es. Apakah Antartika pernah bebas dari es?

Ilustrasi

Peta dunia dari Hadji Ahmed asal Turki tahun 1559
Peta ini pun menimbulkan keheranan. Peta ini memperlihatkan pantai Amerika dengan sangat detail. Tapi daratan dekat pantainya konon belum diselidiki dan dilukiskan secara baik.

Rahasia Tiahuanaco

Tiahuanaco adalah situs reruntuhan (ruin-site) di dataran tinggi Amerika Selatan. Jauh di masa lampau, di sana terdapat lima kota berkembang yang tidak cukup kita ketahui. Semua kota tersebut ambruk dan kota berikutnya dibangun di atas sisa-sisa kota tersebut. Beberapa bangunan dari kota terakhir masih eksis dalam kondisi rusak. Siapa yang pernah tinggal di kota-kota ini? Mengapa terdapat beberapa kuil?

05.05 Gerbang matahari – model
Relik paling terkenal dari Tiahuanaco adalah “Gerbang matahari” (Gate of the sun), sebuah gerbang raksasa yang terbuat dari batu besar andesit yang keras. Tinggi gerbang ini 3 meter dan beratnya sekitar 10 ton. Pintunya memperlihatkan relief dasar dengan gambar dewa matahari yang sedang memegang sceptre (tongkat lambang kekuasaan-penj) dan 48 makhluk kecil bersayap. Mungkin ia adalah Kon-Tiki Viracocha, yang konon menciptakan alam Andes. Beberapa ilmuwan meyakini bahwa ini merupakan kalender dunia yang paling tua.

Penemuan baru dari Bolivia
Sesaat sebelum pameran dimulai (Juli 2001), ditemukan artefak-artefak berikut. Saat ini mereka sedang diteliti. Objek-objek ini belum diklasifikasikan sehingga belum diberi nama.

05.06 Topeng dari batu

05.07 Seruling dari batu

05.08 Seruling dari batu dalam bentuk sebuah perahu

05.09 Pipa tembakau, terbuat dari batu

05.10 Topeng dari batu dengan tatahan mata

05.11 Topeng dari batu dengan tatahan mata dan 6 titik

05.12 Topeng dari batu dengan ukiran hidung

05.13 Seruling kecil dari batu

Piramida – Sebuah fenomena global

Ilustrasi

Piramida Cheops, Gizeh, Mesir
Piramida Cheops yang agung itu berdiri di gurun pasir sejak lebih dari 4.500 tahun lampau. Mengapa ia dibangun? Apakah hanya sebuah ruang penguburan belaka? Mengapa orang-orang mau menghabiskan begitu banyak energi untuk membangunnya? Rahasia-rahasianya sampai sekarang belum terpecahkan.

Ilustrasi

Piramida Stufen di Sakkara, Mesir
Bangunan ini adalah sebuah piramida dengan 6 teras dan tingginya 60 meter. Konon ini merupakan piramida pertama dan bangunan monumental batu pertama di Mesir, dibangun pada masa King Djoser (dinasti firaun kedua, 2635-2615 SM). Imhotep, sang cendekiawan universal, konon merupakan arsiteknya; orang-orang masih mencari makamnya di Sakkara.

Ilustrasi

Piramida Matahari, Teotihuacan, Meksiko
Sejarah metropolis Teotihuacan adalah sebuah misteri, kita tidak mengetahui apapun tentang awal-mula dan keruntuhannya. Piramida-piramida di Teotihuacan dirancang menurut perhitungan astronomi. Konon dibangun sejak para dewa menciptakan matahari dan bulan. Di sebelah Piramida Matahari terdapat Piramida Bulan dan Piramida Quetzalcoatl, bangunan kolosal paling terkenal dari masa pra-Inca.

Ilustrasi

Piramida dari Tikal, Guatemala
Tikal merupakan satu tempat suci Maya di hutan Guatemala. Piramida-piramida Tikal tingginya mencapai 70 meter, piramida tertinggi di Amerika.

Ilustrasi

Piramida bundar di pedalaman Mongolia
Di wilayah China dan Mongolia tua terdapat banyak bangunan dan makam mirip piramida. Terutama dekat kota Xian, China, terdapat sejumlah piramida, kebanyakan dari mereka belum diteliti oleh para arkeolog. People’s Daily melaporkan bahwa para ilmuwan dari Archaeological Institute of Ningxia menghasilkan beragam penemuan di istana pemakaman kerajaan Xi-Xia.

Wilayah pegunungan Helan-Shan memiliki luas 50 km2 dan memuat 9 makam KONIGLICHE dan 208 makam kecil. Mereka disebut “Pyramids in the East” (Piramida di Timur). Blok-blok batu yang ditemukan, yang memperlihatkan wajah-wajah dengan mulut dan gigi taring besar, serupa dengan “monolit-monolit naga” di San Agustin, Kolombia.
(Monolit: sebuah blok batu yang biasanya dibentuk menjadi pilar/tiang-penj)

Ilustrasi

Piramida tangga di Oberneustift, Austria
Di Austria terdapat sebuah Piramida yang tersembunyi di sebuah hutan di atas gunung kecil. Tinggi piramida itu sekitar 7 meter dan diameternya 20 meter. Asal-usul dan kegunaannya belum diketahui. Para arkeolog memperkirakan ia berasal dari abad pertengahan, mungkin juga masa Celtic.

Misteri megalit dan tembok-tembok raksasa di seluruh dunia

Ilustrasi

Reruntuhan di Puma Punku, Bolivia
Puma Punku adalah sebuah lapangan reruntuhan luas di dataran tinggi Bolivia. Di sana terdapat blok-blok rusak andesit (sebagian tingginya mencapai 8 meter) dengan pemrosesan yang sangat bagus dan akurat, lubang-lubang yang dibor dan dekorasi yang mungkin pernah disambungkan dengan tiang perunggu. Perkakas jenis apa yang dahulu digunakan oleh para tukang batu (mason) Puma Punku?
(Megalit: batu besar, terutama digunakan sebagai monumen prasejarah atau bagiannya-penj)

Ilustrasi

Tembok Inca di Sacsayhuaman, Cuzco, Peru
Di dekat kota Cuzco, Peru, terdapat benteng Sacsayhuaman yang terkenal, terdiri dari tiga deret benteng menonjol yang disusun seperti teras. Blok-blok batu raksasa yang disusun tak beraturan dipasangkan bersama tanpa celah dan adukan semen.

Ilustrasi

Misteri patung-patung di Easter Island (Pulau Paskah)

Samudera Pasifik
Di Pulau Paskah, Samudera Pasifik, terdapat ratusan patung raksasa yang terbuat dari batu. Sebagian berdiri, sebagian tergeletak karena jatuh, dan sebagian lagi belum sempurna bentuknya. Terdapat pula bangunan (masonry) raksasa yang memperlihatkan karakteristik yang sama dengan arsitektur Inca. Para arkeolog ragu bahwa arsitektur Inca mempengaruhi kebudayaan di Rapa Nui, karena kebudayaan Inca berkembang jauh setelahnya. Mungkinkah ini terbalik?

Ilustrasi

Monumen-monumen Baalbek, Lebanon
Di Baalbek terdapat reruntuhan kuil terbesar se-Asia-Afrika. Pada teras dasar terdapat blok-blok batu yang luar biasa besar, yang paling terkenal adalah yang disebut trilithon (tiga – batu): ukurannya 19×4, 2×4 meter. Arsitektur raksasa di Baalbek tersebut bergaya pra-Romawi; kuil tersebut dibangun pada 60 M (berdasarkan prasasti pembangunan yang tertera di atasnya).

Ilustrasi

Monolit di timur Nigeria, Afrika
Di timur Nigeria terdapat blok-blok batu raksasa. Siapa yang membangunnya? Digunakan untuk apa?

Simbol-simbol piramida dalam berbagai kebudayaan

05.15 Topeng dengan motif gigi naga dan mata ketiga
Kepingan keramik ini, pada bagian keningnya, terdapat ukiran “third eye” (mata ketiga) dengan kontur sebuah segitiga. Ini disebut Chakra dan konon merupakan pusat energi dan pusat kekuatan supranatural.

05.16 Piramida batu dengan kepala kelelawar
Kelelawar merupakan sebuah simbol dalam berbagai kebudayaan dunia walaupun memiliki banyak pengertian. Menurut Bibel, kelelawar adalah salah satu “binatang jelek”; orang-orang Romawi memaku kelelawar di atas kandang kuda mereka untuk menghindarkan kekuatan jahat. Yang paling terkenal adalah vampir, campuran manusia dan kelelawar, yang meminum darah manusia tak berdosa. Dalam bahasa China, kata untuk kelelawar (fu) memiliki lafal pengucapan yang sama dengan kata untuk keberuntungan (fu). Jadi kelelawar merupakan simbol keberuntungan yang sangat disukai di China kuno.

Di Amerika Tengah dan Selatan, kelelawar juga dihormati: kaisar Inca yang terakhir, Atahualpa, konon selalu mengenakan mantel dari kulit kelelawar.

Menurut mitologi Maya, kelelawar merupakan makhluk mengerikan di neraka (underworld). Dalam miniatur ini kita menemukan kelelawar dan sebuah simbol piramida. Pada bagian bawah segitiga terdapat ukiran aneh yang mengingatkan kita pada huruf-huruf Hebrew dan India Kuno.

05.17 Batu dengan ukiran tangan dan simbol piramida
Tangan merupakan simbol magis yang paling penting dalam sejumlah kebudayaan dunia. Di Mesir, tangan merupakan simbol kosmik: dewa pencipta, Dewa Ptha, konon menciptakan alam semesta dengan tangannya di atas potter’s wheel (jentera pembuat tembikar-penj). Dalam Kristen, “tangan kanan tuhan” merupakan simbol tertua Godfather (tuhan bapak-penj). Di Amerika Selatan terdapat banyak lukisan-lukisan bergambar tangan di gua-gua yang berasal dari masa prasejarah.

Batu ini ditemukan di antara relik-relik aneh lainnya di Ekuador. Batu ini memperlihatkan kontur tangan kanan dan kedalaman di bagian tengahnya berbentuk sebuah piramida. Di sebuah gundukan tanah di Moundville, Alabama, ditemukan sebuah pelat batu dengan ukiran serupa. Para arkeolog banyak mendiskusikan makna dari simbol tersebut dan simbol-simbol lainnya.

05.18 Batu dengan ukiran piramida dan wajah
Batu berukiran ini mengingatkan kita pada simbol angka mistis. Salah satu sisinya memperlihatkan sebuah makhluk jantan dan sebuah makhluk betina. Ini adalah ide dualisme, yang menyatakan bahwa dunia dijelaskan dengan pertentangan dua prinsip.

Terdapat juga sebuah ukiran dengan derajat terpisah di bagian tengah yang menyusun dua segitiga. Di bagian atas terdapat ukiran-ukiran yang mengingatkan kita pada tulisan. Sisi yang lain memperlihatkan empat makhluk – mungkin empat elemen: api, air, bumi, dan udara.

05.19 Batu dengan ukiran sosok-sosok dan simbol piramida
Relik pra-Columbian ini memperlihatkan ukiran-ukiran yang juga menggamblangkan pengertian khusus tiga sebagai simbol suci. Satu sisinya memperlihatkan empat maklhuk; sisi yang lain memperlihatkan tiga makhluk terbang: burung, serangga, dan sebuah makhluk seperti kelelawar. Ada juga lambang-lambang abstrak, yang mengingatkan kita pada tulisan.

05.20 Batu dengan ukiran piramida dan tiga wajah (sisi sebaliknya memperlihatkan makhluk sangat besar)
Pada salah satu sisinya, batu tersebut memperlihatkan seekor binatang mirip kelelawar. Di sisi lainnya terdapat sebuah segitiga dengan tiga wajah yang mengingatkan kita pada Holy Trinity (Trinitas Suci/Trimurti). Ini bukan hanya ekspresi ketuhanan dalam Kristen, tapi juga di Mesir dengan Isis, Horus, dan Osiris-nya, dalam mitologi India dengan Brahma, Wishnu, dan Shiwa-nya. Tiga juga merupakan simbol sangat penting di Yunani.

Menurut Pythagoras, dunia terdiri dari materi (matter), jiwa (soul), dan ruh (spirit). Di Amerika Selatan terdapat pula sebuah pengertian. Para leluhur Inca konon berasal dari tiga gua di Pacariqtambo (“tempat asal-usul”). Para leluhur tersebut adalah tiga bersaudara laki-laki dan tiga bersaudara perempuan.

05.21 Batu dengan motif piramida dan penggambaran dewa
Objek berlubang dari Kolombia ini mungkin dahulu digunakan sebagai locket (anting-anting tempat menyimpan potret atau seikat rambut-penj) atau jimat. Terdapat sebuah piramida dengan “Dewa matahari”. Pada sisi ini terdapat dua ular yang mengingatkan kita pada “ular bulu” (feather snake) yang oleh Maya dan Aztec disebut Kukulkan atau Quetzalcoatl. Di sisi sebaliknya terdapat satu makhluk, mungkin dewa atau shaman, dengan helm atau sejenis nimbus (cahaya di atas kepala-penj) dan sebuah objek terbang di atasnya.

05.22 Jimat-jimat pra-Columbian berbentuk piramida
Batu-batu biru berbentuk piramida dan berukiran garis putih ini ditemukan di Amerika Selatan. Di Afrika Barat ditemukan pula batu-batu serupa. Mungkin batu-batu ini digunakan sebagai anting-anting.

05.23 Salib Kronberg dengan piramida

Replika yang serupa dengan aslinya, Private Museum Kronberg, Austria
Salib yang terbuat dari unsur hiasan dan kekang ini milik seorang pangeran Jerman, berasal dari abad ketiga. Salib ini memperlihatkan sebuah piramida di tengahnya dan dikenal sebagai “Kronberger Kreuz” (“Cross from Kronberg”/”Salib dari Kronberg”). Pada abad ke-13 salib ini diproses menjadi salib Templer. Para Templer adalah anggota sebuah ordo yang didirikan pada abad ke-12 di Prancis untuk melindungi para peziarah. Nama ordo tersebut berasal dari gunung kuil di Yerusalem di mana kuil Solomon berdiri dengan “Ark of Covenant” (Tabut Perjanjian-penj). Pada tahun 1312, paus membubarkan ordo tersebut. Templer memiliki beberapa tanah di Austria, Kronberg mungkin merupakan salah satu tempat tinggal mereka. Di Kronberg ditemukan sebuah labirin dan sebuah altar dengan relief posisi-posisi Salib yang aneh. Beberapa peneliti menganggapnya sebagai pesan rahasia dari abad pertengahan.

05.24 Pelat dari logam, dengan piramida sebagai simbol matahari
Ini adalah salah satu objek dari koleksi Pater Crespi dari Ekuador. Terdapat ukiran-ukiran matahari, ular, dan piramida. Semua simbol ini dihubungkan dengan “dewa langit”, “dewa”, “wahyu”, dan “kelahiran kembali”. Simbol matahari terdapat di berbagai benua dan variasinya banyak sekali.

05.25 Pelat dari logam dengan ukiran piramida dan simbol-simbol kesuburan
Pada pelat ini terdapat sebuah ukiran piramida dengan dua ular di sisi-sisinya. Di atasnya terdapat dewa kesuburan dengan jagung. Inca memuja jagung sebagai sebuah hadiah dari para dewa. Namun, di bagian bawah pelat terlukis beberapa gambar binatang yang terasa aneh untuk fauna Amerika Selatan: binatang di bagian tengah mengingatkan kita pada gajah.

Misteri piramida bercahaya

05.26 Batu hitam dengan ukiran piramida
Batu misterius ini adalah bagian dari koleksi Villamar dari Ekuador. Ini ditemukan di La Mana, sebuah wilayah di selatan Quito. Pada batu ini terukir simbol piramida. Penduduk lokal menganggap batu ini dan batu-batu lainnya memiliki kekuatan jahat dan misterius, ditambah dengan warna batu tersebut: hitam adalah simbol kegelapan dan kekuatan gelap.

05.27 Batu dengan pemandangan
Pada batu ini kita melihat sebuah ukiran pemandangan yang pasti berhubungan dengan sebuah legenda fantasi: relik-relik tersebut konon merupakan pengenangan tentang para pengunjung dari luar angkasa yang pernah datang dari Sirius atau Orion ke Bumi. Terdapat sebuah makhluk yang sedang duduk dan memegang sebuah piramida di tangannya. Di puncak kepalanya terdapat sinar-sinar yang mengarah vertikal menuju dua makhluk yang membungkuk di depan. Makhluk yang duduk itu mengenakan sejenis helm di kepalanya. Dari belakang kepalanya terdapat sebuah garis yang mengarah ke sebuah simbol yang mengingatkan kita pada “barque of the sun” (perahu matahari). Di atasnya terdapat sebuah objek terbang dengan sinar-sinar.

05.28 Helm bundar dari logam
Helm dari logam ini juga ditemukan di La Mana bersama batu-batu aneh. Helm ini memliki lubang kecil di bagian atasnya. Makna dari objek ini belum terjelaskan. Pengetahuan tersembunyi menganggap bahwa ini merupakan tutup kepala original yang tergambar di beberapa batu. Lubang di bagian atas helm konon merupakan sebuah pusat energi yang dapat mengaktifkan energi dalam bintang-bintang.

05.29 Piramida bersinar serta “divine eye”
Batu piramida ini merupakan artefak paling penting di antara relik-relik aneh yang ditemukan di Ekuador pada tahun 1980-an. Ini adalah model dari banyak piramida yang tergambar di berbagai batu. Lambang piramida dengan mata merupakan simbol yang dikenal dalam banyak kebudayaan. Ini adalah simbol dewa matahari dan berarti pengetahuan, kemahatahuan, kemahaadaan. Di Mesir kuno ini merupakan simbol dewa langit yang bernama Horus.

Dalam Kristen, ini merupakan bagian dari simbolisme holy trinity. Piramida dengan mata juga ditemukan pada mata uang “Satu Dolar” Amerika. Piramida tersebut juga dikaitkan dengan freemason.

Menurut rumor, semestinya terdapat tiga batu piramida original di dunia. Satu relik seharusnya ada di keluarga Rothschild. Satu lainnya konon ada di sebuah “Witch Museum” di Brussel. Batu piramida ketiga seharusnya terlihat di Ekuador.

Tapi bagaimana artefak ini bisa sampai ke Andes? Apa kaitannya dengan “batu peta dunia” yang ditemukan di area yang sama?

Ada lebih banyak rahasia mengenai piramida ini: pada batu ini terpahat 13 anak tangga dengan unsur-unsur berpijar yang bersinar di bawah pengaruh cahaya ultraviolet. Lusinan artefak lainnya dari La Mana memperlihatkan efek yang sama.

Ketika mengangkat piramida ini dan melihat pada dasar batu, terdapat misteri menarik lainnya: terlihat beberapa titik yang cocok dengan Orion. Ada pula beberapa simbol mirip tulisan yang oleh seorang pakar bahasa diterjemahkan sebagai “dari sana putra sang pencipta muncul”.

Daftar Unsolved Mysteries:
Unsolved Mysteries Bag. 1: Tantangan untuk Teori Evolusi
Unsolved Mysteries Bag. 2: NOMOLI – Pengawal Bebatuan Langit
Unsolved Mysteries Bag. 3: Galeri Makhluk-makhluk Raksasa
Unsolved Mysteries Bag. 4: Rahasia Tulisan-tulisan yang Tak Terbaca
Unsolved Mysteries Bag. 5: Aula Pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s