Gigi yang Dibor Berumur 9.000 Tahun Adalah Hasil Kerja Dokter Gigi Zaman Batu

Oleh: Amitabh Avasthi
5 April 2006
(Sumber: www.nationalgeographic.com)

Gigi manusia yang digali dari sebuah situs arkeologi di Pakistan menunjukkan bahwa kedokteran gigi telah maju pesat sejak 9.000 tahun silam.

Para periset yang menggali pekuburan Zaman Batu menemukan total 11 gigi yang telah dibor, termasuk satu [gigi] yang tampaknya mengalami prosedur kompleks untuk membuat lubang jauh di dalam gigi.

Temuan ini menyiratkan level teknologi canggih, meski prosedurnya, pengeboran yang ditutup dengan pecahan batu api, hampir pasti menimbulkan rasa sakit.

“Temuan tersebut menyediakan bukti yang jelas dan tegas bahwa orang-orang dahulu memiliki pengetahuan memanipulasi jaringan keras gigi orang hidup,” kata Clark Spencer Larsen, antropolog di Ohio State University, Columbus, yang bukan termasuk anggota penggalian. Para ilmuwan dari Université de Poitiers, Prancis, dan Musée Guimet of Paris-lah yang membuat penemuan ini. Temuan tim tersebut muncul dalam terbitan jurnal Nature minggu ini.

Alasan Terapi?
“Kami pikir pengeboran itu memiliki alasan medis,” kata Roberto Macchiarelli, paleoantropolog di Université de Poitiers dan ketua penulis studi tersebut. “Sementara beberapa gigi telah dibor lebih dari sekali, empat gigi menunjukkan tanda-tanda pembusukan…mengindikasikan kemungkinan campur tangan terapi.” Prosedur tersebut tidak mungkin bertujuan estetika, karena hasilnya tidak bisa dilihat dengan mudah, dia menambahkan. Tapi motif sesungguhnya masih belum pasti.

“Alasannya sulit diketahui pasti,” kata Jeffrey Schwartz, antropolog di Universitas Pittsburgh, Pennsylvania.

Para penulis [studi] mengakui, pengintrusian lubang sumsum [gigi] akan menimbulkan rasa sakit, dan pembiaran lubang-lubang ini yang begitu dekat dengan lubang sumsum, di mana lubang-lubang itu akan mengakumulasi makanan dan mengakibatkan infeksi dan berlanjut pada rasa sakit, hampir tidak mungkin merupakan terapi.

Tim Macchiarelli membuat penemuan ini ketika menggali pekuburan berumur 9.000 tahun di Baluchistan, sebuah wilayah Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran. Penduduk Mehrgarh, lokasi penggalian, dahulunya adalah pemburu-pengumpul nomaden yang kemudian menetap dan menjalani gaya hidup yang lebih tenang, menanam hasil bumi, dan memelihara ternak.

Pada waktu penggalian, para periset mengidentifikasi sembilan sosok dengan total 11 gigi dibor. “Satu sosok memiliki tiga gigi yang dibor, sementara seorang lainnya memiliki satu gigi yang dibor dua kali,” kata Macchiarelli. Penengokan lebih seksama dengan mikroskop mengungkap bahwa sekurangnya pada satu kasus, gigi tersebut tak hanya dibor, tapi juga lubang yang dihasilkan telah dibentuk ulang secara halus.” Dan pada semua kasus, para periset melihat penghalusan gigi. Itu artinya pengeboran dilakukan terhadap orang hidup yang masih terus menggunakan gigi untuk mengunyah makanan.

Bor Batu Api
Untuk membuat sebuah lubang pada permukaan gigi yang relatif kecil, para dokter gigi Mehrgarh kemungkinan menggunakan suatu alat yang cukup mirip dengan yang dipakai dalam menghasilkan api. Tali dari perkakas mirip mangkuk disimpul mengelilingi sepotong kayu tipis yang ditutup dengan potongan batu api tajam. Ketika mangkuk itu digeser, terbentuk gerakan sirkuler mirip bor dan mendorong batu api masuk ke dalam gigi.

“Itu sangat cepat dan juga menghasilkan panas, memungkinkan dokter gigi untuk mengebor lubang yang diameternya lebih kecil dari 1 milimeter (0,04 inch),” kata Macchiarelli, yang membuat replika bor dengan mempelajari artefaknya. Dia berpikir bahwa ketrampilan kedokteran gigi dahulu mungkin ditransfer dari tukang kayu yang trampil mengebor lubang pada ornamen manik-manik.

Para periset masih harus menemukan bukti tambalan gigi. Macchiarelli berpikir bahwa suatu jenis material mirip ter atau sayuran lembek diisikan ke dalam lubang gigi. Namun, tak ada bukti untuk membuktikan teori itu. “[Tambalannya] akan turun setelah lama berlalu,” dia beralasan.

Ketinggalan Zaman
Meski manipulasi gigi berlangsung di sekitar Mehrgarh selama kira-kira 1.500 tahun, praktik tersebut sama sekali lenyap dengan dimulainya zaman logam sekitar 1.700 tahun silam, ujar Macchiarelli. “Tak ada bukti mengenai prosedur ini di pekuburan yang berperiode jauh lebih akhir, meski terdapat keberlanjutan [praktek] kesehatan gigi yang buruk. Kami tak tahu mengapa berhenti,” katanya.

Schwartz, antropolog Pittsburgh, sepakat dengan tujuan pengeboran tersebut yang masih misterius. “Di Mesoamerika Pra-Columbus, permukaan luar gigi depan dibor untuk dipasangi batu dan emas semi-mulia, tapi itu jelas hanya ornamen,” ucapnya. “Jadi saya bingung mengapa lubang-lubang ini dibor.” Barangkali rasa sakit [yang ditimbulkan] menyebabkan praktik tersebut kehilangan popularitas, tambahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s