Gigi Kuno Bertatahkan Permata Menunjukkan Ketrampilan Dokter Gigi Purbakala

Oleh: John Roach
18 Mei 2009
(Sumber: www.nationalgeographic.com)

“Panggangan” berkilauan beberapa bintang hip-hop sebetulnya bukan hal baru. Kedokteran gigi canggih memperkenankan penduduk asli Amerika menambahkan kemilau pada gigi mereka setidaknya 2.500 tahun silam, demikian menurut sebuah studi baru.

Masyakarat kuno Amerika Utara selatan mendatangi “dokter gigi”—di antara yang terawal [dalam kedokteran gigi]—untuk memperindah gertakan gigi mereka dengan takik, lekuk, dan permata semi-mulia, demikian menurut analisis mutakhir atas pengujian ribuan gigi dari koleksi di National Institute of Anthropology and History, Meksiko (seperti gambar tengkorak di atas, yang ditemukan di Chiapas, Meksiko).

Para ilmuwan tidak tahu asal-usul sebagian besar gigi dalam koleksi itu, yang dimiliki oleh masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut, bernama Mesoamerika, sebelum ditaklukkan oleh Spanyol pada tahun 1500-an.

Tapi jelas bahwa orang-orang itu (kebanyakan laki-laki), dari hampir semua jenis pekerjaan, memilih sendiri penampilan mereka, demikian menurut catatan José Concepción Jiménez, antropolog institut, yang baru-baru ini mempublikasikan penemuan tersebut.

“Itu bukan lambang kelas sosial” tapi justru dimaksudkan untuk hiasan semata, komentarnya dalam sebuah wawancara email di Spanyol.

Nyatanya, anggota kerajaan terkemudian—seperti Red Queen, mumi Maya yang ditemukan di sebuah kuil di Palenque, Meksiko modern—tidak memiliki hiasan gigi, ujar Jiménez.

Bukti lain kedokteran gigi Mesoamerika purba—meliputi seseorang yang menjalani upacara pemasangan gigi palsu—juga telah diketemukan.

Dokter Gigi yang Berpengetahuan
Dokter gigi purba memakai alat mirip bor yang mengandung batu keras seperti obsidian, yang mampu menembus tulang.

“Mungkin diterapkan suatu tipe anastesi [berbasis herbal] sebelum pengeboran untuk mengurangi rasa nyeri,” kata Jiménez.

Batu-batu ornamen—termasuk giok—dilekatkan dengan bahan perekat yang terbuat dari resin alami, seperti getah tanaman, yang dicampur dengan bahan kimiawi lain dan tulang remuk, kata Jiménez.

Dokter gigi di masa itu kemungkinan besar memiliki pengetahuan maju tentang anatomi gigi, tambah Jiménez. Contoh, mereka tahu caranya mengebor gigi tanpa mengenai pulp di dalamnya, kata Jiménez.

“Mereka tidak ingin menghasilkan infeksi atau menghilangkan gigi atau meretakkan gigi.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s