Apakah Manusia dan Dinosaurus Berkoeksis?

Oleh: S. Hayes
14 Maret 2009
(Sumber: www.scienceray.com)

Mungkinkah di beberapa lokasi terpencil dunia, sejumlah dinosaurus lolos dari kepunahan masal yang misterius?

Ilmuwan percaya bahwa ayam modern dan marga burung lainnya berevolusi dari dinosaurus (sebuah eksperimen menarik untuk merekayasa balik [reverse engineering] dinosaurus dari seekor ayam sedang dijalankan, link), mengindikasikan bahwa dinosaurus, pada suatu skala evolusi, berjalan berdampingan dengan manusia.

Yang luar biasa, pada tahun 2000, penyelam untuk pertama kalinya melihat sesuatu yang menakjubkan – coelacanth, spesies ikan yang dianggap telah punah 70 juta tahun lampau, link, bertahan selama 360 juta tahun di bumi (menariknya, dengan perkembangan evolusi yang sangat sedikit).

Contoh-contoh berikut sangat menarik: pertanyaan saya untuk Anda adalah – apakah contoh-contoh ini cukup untuk menantang pemahaman kita saat ini akan sejarah? Ataukah, ini sekadar anomali yang bisa dijelaskan?

Latar Belakang
Dinosaurus dianggap telah punah kira-kira 65,5 juta tahun lampau.

Genus kera primitif pertama dianggap muncul sekitar 23 juta tahun lampau – homo erectus muncul sekitar 1,6 sampai 1,8 juta tahun lampau, link – dan homo sapiens (dengan fitur manusia modern) mendadak muncul sekitar 130.000 tahun silam saja. Deret waktu ini bisa berubah – tergantung penemuan baru (sebagaimana ditunjukkan oleh link di atas).

Peradaban manusia modern pertama konon muncul di Sumeria kuno (tempat lahir peradaban) 8000 tahun silam.

Kasus 1
Jauh di dalam hutan Kamboja, terdapat kuil Ta Prohm yang mengagumkan yang terlihat seperti set dalam film Tomb Raider – kuil ini dibangun sekitar tahun 1185.

Terukir pada batu adalah sesuatu yang mirip stegosaurus!

Banyak pihak berargumen bahwa ini cuma badak dengan matahari, atau dedaunan, di belakangnya – dedaunan ini membuka perdebatan bagi penafsiran pribadi.

Kasus 2
Pada 1930-an, sejumlah besar batu ditemukan, berupa penanda makam, di Ica Peru – mereka dikenal sebagai Ica Burial Stones.

Tak mengandung material organik, mereka sulit dipastikan umurnya – namun diyakini berumur antara 500 sampai 1500 tahun.

Banyak dari bebatuan itu memperlihatkan suasana kehidupan sehari-hari – namun beberapanya memiliki gambar-gambar dinosaurus yang bisa dikenali secara anatomis, Triceratops dan Stegosaurus (lihat bawah).

Baca lebih lanjut dalam The Fossils of Egg Mountain dan The Anachronistic Dinosaurs of Jurassic Park

Beberapa batu ditetapkan sebagai bagian dari koleksi batu Ica Burial pada 1950-an dan 1960-an yang jelas-jelas palsu – karenanya banyak pihak berpandangan bahwa semua batu itu pasti palsu dan menolak seluruh koleksi tersebut mentah-mentah.

Namun, ada satu batu tertentu yang membuat kita sulit menolak seluruh koleksi tersebut.

Batu itu (difoto dan dikatalogkan pada 1975) melukiskan seekor sauropod berduri kerucut sepanjang punggungnya. Lihat link untuk gambar sauropod.

Fakta bahwa sauropod memiliki duri sepanjang punggungnya tidak diketahui oleh palaentolog hingga penemuan Stephen Czerkas pada 1992 – dengan laporan lengkap diterbitkan pada 1994, link.

Kasus 3
Pada 1945, di tanah di dasar pegunungan El Toro, Acambero (Meksiko), beberapa patung lempung berbagai tipe dinosaurus ditemukan oleh Waldemar Jalmud – seorang pedagang barang logam.

Arca-arca itu digolongkan termasuk pada Kebudayaan Chupicuaro 800 SM – 200 M. Penggalian lebih lanjut menguak lebih dari 33.000 arca terpisah. Klik di sini untuk melihat arca-arca tersebut. 60 lebih dari arca-arca ini didapati merupakan instrumen musik – seruling primitif yang memiliki sampai delapan nada.

Sebagaimana dalam kasus 2, dinosaurus yang ditemukan dalam penggalian tersebut tepat secara anatomis ditinjau dari pemahaman modern dan mutakhir atas fitur-fitur dinosaurus – detail-detail ini belum diketahui pada 1945 – termasuk duri sauropod yang digambarkan dalam kasus 2.

Laporan ilmiah pendahuluan oleh Charles DiPeso, berdasarkan penyelidikan kurang dari dua hari (terhadap 33.500 keping arca dan sebuah situs raksasa), menyimpulkan bahwa kepingan itu tidak asli sebab mereka tidak ditandai dengan penggalian dan tidak cukup mengeras oleh tanah (dapat dimaklumi sebab Jalmud telah mencuci setiap keping secara seksama), dia menganggap bahwa penduduk setempat telah dibayar untuk mengarang kepingan tersebut.

Kesimpulan cepat DiPeso kemudian ditentang, namun koleksi itu masih belum diverifikasi secara resmi.

Sebagai penutup, harus dikatakan bahwa ada jauh lebih banyak bukti untuk menunjukkan bahwa manusia dan dinosaurus (yang besar) dipisahkan oleh waktu – namun, keraguan samar terus menyatakan bahwa barangkali, beberapa contoh makhluk prasejarah (seperti coelacanth dan leluhur ayam) tersisa untuk mencetuskan banyak mitos legenda dan bahkan kisah-kisah hewan misterius modern, semisal monster Loch Ness/Big Foot dan lainnya.

Ada “bukti” lain yaitu naga China, lukisan gua, fosil jejak kaki kuno yang juga disebutkan dalam teks-teks menyangkut koeksistensi manusia dan dinosaurus yang mana sangat menarik tapi mungkin lebih kontroversial lagi dibanding kasus-kasus yang dikemukakan di atas.

Pertanyaan untuk Anda – Apa Anda percaya Unicorn?

Teks-teks kuno mengabarkan makhluk anggun berkaki empat bertanduk satu – tidak ada fosil yang membuktikan eksistensinya, lantas mengapa kita mesti percaya? Unicorn diasosiasikan dengan alam mitologi meski fakta menunjukkan bahwa sejarawan dan dokter Yunani kuno, Ctesias, mengabarkannya sebagai bagian dari studi sejarah alam.

Barangkali kita tak boleh terlalu tergesa-gesa dalam kesimpulan kita menyangkut pengabaran sejarah! Link – lihatlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s