Partikel Sub-atom

Oleh: Harun Yahya
29 Juni 2010
(Sumber: www.harunyahya.com)

Menyusul perkembangan teori atom filsuf Yunani Democritus, masyarakat terbiasa percaya bahwa materi terdiri dari partikel-partikel kecil yang tak dapat dibagi-bagi dan tak dapat dihancurkan, yang dikenal sebagai atom. Namun, kemajuan studi atom telah menyangkal gagasan ini. Pada masa kini, sains telah mengungkap bahwa atom, yang sebelumnya dianggap partikel paling kecil, sebetulnya dapat dibelah. Fakta ini baru muncul di abad belakangan, padahal telah diungkap dalam Qur’an 1.400 tahun lampau:

“…Tidak tersembunyi dari-Nya sebesar zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS Saba’ [34]: 3)

“…Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS Yunus [10]: 61)

Ayat ini merujuk pada “atom” dan partikel yang lebih kecil lagi.

Atom

  1. Materi biasa terdiri dari atom-atom yang diikat oleh gaya elektromagnetik untuk membentuk molekul. Molekul-molekul berkumpul membentuk benda padat, cair, dan gas.
  2. Atom terdiri dari nukelus rapat yang dikelilingi awan elektron. Gaya elektromagnetik menyatukan nukleus dan elektron-elektron.
  3. Nukelus terdiri dari proton dan neutron yang disatukan oleh gaya nuklir kuat.
  4. Proton dan neutron terdiri dari tiga quark dan disatukan oleh gaya nuklir kuat.

Sampai 20 tahun lalu, diyakini bahwa partikel paling kecil adalah proton dan neutron yang menyusun atom. Namun belakangan ini ditemukan partikel lebih kecil lagi yang mereka sendiri tersusun dari [partikel lain]. Cabang khusus fisika, disebut “fisika partikel”, muncul untuk mempelajari “sub-partikel” ini dan perilaku khasnya. Riset fisika partikel mengungkap bahwa proton dan neutron yang menyusun atom sebetulnya terdiri dari sub-partikel yang dikenal sebagai quark. Ukuran quark ini, komponen dasar proton (yang ukuran kecilnya tak terbayangkan oleh manusia), sangat mencengangkan: 10-18 atau 0.000000000000000001 meter.[49]

Poin lain yang patut dicatat adalah ayat-ayat ini menarik perhatian kita pada berat atom. Kata “mithqal” dalam kalimat “mithqali tharratin” (sebesar zarrah pun) pada ayat-ayat di atas mengandung arti “berat/bobot”. Nyatanya, sudah ditemukan bahwa proton, neutron, dan elektron pembentuk atom juga merupakan senyawa yang memberinya berat. Oleh karenanya, mukjizat ilmiah lain dari Qur’an adalah bahwa perhatian justru ditujukan pada berat atom dan bukan ukuran atau cirinya yang lain.

Catatan
[49] L.M. Ledermann dan D.N. Schramm, Demonstration: Die Bausteine der Materie, 1989, http://i115srv.vu-wien.ac.at/physik/ws95/w9560dir/w9561d10.htm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s