Black Hole Memang Eksis

12 Februari 2016
(Sumber: plus.maths.org)

Akhirnya kita bisa yakin—black hole, monster gravitasi pelahap segala sesuatu yang mendekatinya—betul-betul eksis. Keping bukti krusial datang kemarin, saat fisikawan mengumumkan telah mendeteksi riakan di ruangwaktu yang disebut gelombang gravitasi untuk pertama kalinya. “Ini penemuan terbesar dalam fisika gravitasi eksperimental selama seratus tahun terakhir,” kata Pau Figueras, fisikawan teoritis di Universitas Cambridge. “Ini menjadi deteksi (dan karenanya konfirmasi) langsung atas dua konsekuensi tak terelakkan dari [teori gravitasi Einstein]: gelombang gravitasi dan black hole.”

Simulasi tampilan black hole. Gambar: Alain Riazuelo.
Simulasi tampilan black hole. Gambar: Alain Riazuelo.

Menurut teori relativitas umum Einstein, ruangwaktu lebih dari sekadar panggung kaku di mana fisika Alam Semesta bermain: ia ikut terlibat aksi. Benda-benda masif, seperti planet dan bintang, dapat melengkungkan struktur ruangwaktu, sebagaimana objek berat yang ditaruh di atas kasur. Gravitasi, yang kita persepsikan sebagai gaya, merupakan hasil dari kelengkungan ruang dan waktu. Benda masif semisal Matahari menciptakan lubang di ruangwaktu, membelokkan lintasan, dan seolah menarik benda-benda kurang masif seperti Bumi. Black hole timbul saat kelengkungan ruangwaktu menjadi ekstrim (contohnya ketika bintang amat masif kolaps dan menghuni kawasan ruang sangat kecil). Gravitasi kemudian menjadi begitu kuat, sampai-sampai tak ada yang mampu kabur dari kawasan tersebut, bahkan cahaya sekalipun. Karena itulah namanya “black hole” (lubang hitam).

Semua itu berdasarkan teori, tapi hingga kemarin bukti langsung eksistensinya masih belum hadir. Fisikawan percaya ia eksis, tapi mereka tak yakin. Mustahil kita betul-betul melihat black hole (toh ia hitam), tapi satu cara mendeteksinya adalah dengan mengamati efeknya terhadap ruangwaktu. Sebagaimana objek masif berputar di kolam akan menimbulkan riakan air, demikian pula objek masif macam black hole yang berputar di ruangwaktu akan menciptakan riakan. Gelombang-gelombang ini lebih kuat bila datang dari dua black hole yang saling mengitari secara spiral, terus semakin rapat, dan akhirnya bergabung. Teori Einstein memungkinkan Anda mengkalkulasi seperti apa gelombang gravitasi yang dihasilkan oleh pergabungan black hole. Dan gelombang gravitasi yang terdeteksi oleh LIGO cocok persis dengan profil ini: mereka mirip dengan gelombang dari lubang-lubang hitam yang bertubrukan pada jarak satu miliar tahun-cahaya dari Bumi. Oleh karenanya keterdeteksian ini dihitung sebagai bukti lanjutan bahwa teori Einstein benar, dan sebagai bukti langsung pertama akan eksistensi black hole.

Bacaan Lebih Lanjut
Untuk mencaritahu lebih banyak, lihat Mysterious Black Holes yang mencakup video wawancara dengan Pau Figueras.

One thought on “Black Hole Memang Eksis

  1. Bagaimana LIGO bisa membedakan gelombang gravitasi dengan gangguan-gangguan yang ada di muka bumi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s