Keperantaraan dan Imbalan

26 Agustus 2015
(Sumber: quantum-mind.co.uk)


Ikhtisar dan resensi makalah karangan Nura Sidarus dari University College London, 22 Agustus 2015, www.scimednet.org

Bagaimana kita melakukan apa yang kita lakukan?
Boleh dianggap makalah ini mengusulkan bahwa rasa keperantaraan (sense of agency) adalah bagian dari sistem imbalan/ganjaran, mendorong pengulangan atau non-pengulangan tindakan atau perilaku tertentu.

Dua eksperimen
Dua eksperimen penulis berusaha mempertunjukkan pertalian ini. Dalam eksperimen pertama, terdapat tombol-tombol yang menunjuk ke kiri atau kanan, di mana anak panah dadakan memberitahu subjek eksperimen anak panah mana yang harus ditekan. Menekan salah satu anak panah mengakibatkan lingkaran berwarna tampil di layar [masing-masing anak panah menghasilkan lingkaran warna berbeda—penj]. Proses amat sederhana ini dibuat sedikit lebih kompleks oleh “prima” untuk anak panah yang dilihat subjek. Prima adalah citra yang diperlihatkan terlalu sebentar sehingga tidak masuk ke dalam kesadaran, tapi dapat mempengaruhi pemrosesan tak sadar.

Sistem Ganjaran Dopamin

Digunakan dua versi eksperimen. Dalam versi pertama, prima ditunjuk ke arah yang sama dengan anak panah terkemudian yang diindera secara sadar. Dalam versi kedua, prima ditunjuk ke arah berlawanan. Pemindaian subjek mengindikasikan, saat mereka harus mengesampingkan prima demi mematuhi anak panah terkemudian, waktu reaksi mereka lebih lambat dan tingkat kekeliruan mereka lebih tinggi.

Rasa keperantaraan
Namun yang mengejutkan, perasaan mereka bahwa apa yang terjadi pasca menekan tombol adalah hasil dari keperantaraan mereka ternyata lebih besar dalam versi di mana prima dan anak panah terindera menunjuk ke arah yang sama, dibanding ketika mereka harus berusaha menolak prima menyesatkan. Ini agak bertentangan dengan intuisi, sebab kita cenderung berasumsi bahwa upaya mengatasi prima merupakan indikasi [adanya] suatu jenis keperantaraan.

Eksperimen kedua
Eksperimen kedua (Sidarus dan Haggard) juga mengindikasikan kecenderungan kepada keperantaraan lebih kentara bagi subjek saat pemrosesannya lebih mudah ketimbang sulit atau bertentangan. Dalam studi ini tiga huruf ditampilkan di layar untuk menunjukkan kepada subjek tombol mana yang harus ditekan. Huruf “S” mengindikasikan tekan tombol kiri. Huruf “H” tekan tombol kanan. Huruf “O” tekan salah satu tombol mana saja. Namun, jika huruf “S” diapit oleh huruf-huruf lawan seperti dalam “HHSHH”, waktu reaksi melambat dan kekeliruan meningkat. Efek serupa terjadi jika “H” diapit dengan cara yang sama. Akan tetapi, sebagaimana dalam eksperimen pertama, terdapat rasa keperantaraan lebih besar ketika huruf penginstruksi tidak diapit oleh huruf-huruf berlawanan, dan karenanya tak ada kemerosotan waktu reaksi dan tingkat kekeliruan.

Dopamin vs Serotonin

Kesimpulan
Penulis mengemukakan bahwa kelancaran pemrosesan dan rasa keperantaraan terkait berfungsi efektif sebagai imbalan/ganjaran untuk mengikuti proses yang tidak melibatkan konflik penyita tenaga, dan pada gilirannya mendorong organisme untuk mengulang proses yang memberikan rasa keperantaraan demikian, atau menghindari proses-proses yang mengalami penurunan rasa keperantaraan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s