David Bohm, Implicate Order, dan Hologerak

Oleh: David Storoy
Agustus 2014
(Sumber: www.scienceandnonduality.com)

“Ruang tidaklah hampa. Ia penuh sesak. Plenum, bukan vakum. Dan merupakan ranah untuk eksistensi segala sesuatu, termasuk diri kita sendiri. Alam semesta tidak terpisah dari lautan kosmik energi ini.” (David Bohm)

Grafik: Eli Vokounova
Grafik: Eli Vokounova

David Bohm adalah salah satu fisikawan teoritis tersohor di generasinya, dan penantang kekolotan sains yang tak kenal takut.

Perhatian dan pengaruhnya meluas keluar fisika dan mencakup biologi, psikologi, filsafat, agama, seni, dan masa depan masyarakat. Yang mendasari pendekatan inovatifnya terhadap banyak isu adalah gagasan fundamental bahwa di luar dunia tampak dan wujud terdapat sebuah tatanan implicate dan lebih dalam, tatanan keutuhan tak terbagi.

David Bohm lahir di Wilkes-Barre, Pennsylvania, pada 20 Desember 1917. Dia kuliah di Pennsylvania State University untuk belajar fisika, dan kemudian di Universitas California, Berkeley, untuk mengerjakan tesis PhD-nya bersama J. Robert Oppenheimer.

Pada waktu di Berkeley, Bohm yang idealis terlibat dalam kegiatan politik dan dicap sebagai komunis oleh FBI pimpinan J. Edgar Hoover. Ini menghalanginya memperoleh izin kerjasama dengan Oppenheimer dalam Proyek Manhattan di Los Alamos untuk memproduksi bom atom pertama pada masa Perang Dunia II. Namun, sewaktu menempuh gelar doktor di Berkeley, dia menemukan “kalkulasi hamburan benturan proton dan deuteron” yang dipakai oleh tim Proyek Manhattan, dan segera dirahasiakan. Alhasil, Bohm tidak diberi akses ke karyanya sendiri dan tidak dibolehkan menulis atau membela tesisnya. Oppenheimer harus menerangkan di hadapan staf pengajar universitas bahwa Bohm memang berhasil menyelesaikan risetnya. Bohm dihadiahi PhD fisika.

Bohm kaget, begitu elektron-elektron berada di dalam plasma, mereka tak lagi berperilaku seperti individu dan mulai berperilaku seolah bagian dari kesatuan lebih besar dan saling terhubung. Kelak dia mengaku sering mendapat kesan bahwa lautan elektron tersebut hidup.

Pada 1947, dia menjadi asisten profesor di Universitas Princeton, di mana dia bertemu Albert Einstein. Einstein mendapatinya sebagai kolega bersemangat sama dan berpikiran serupa yang dengannya dia bisa mengobrol asyik perihal sifat alam semesta. Dia memperluas risetnya ke studi elektron pada logam. Sekali lagi, gerakan serampangan elektron-elektron individual berhasil menimbulkan efek keseluruhan yang sangat terorganisir. Penelitian inovatif Bohm di bidang ini memperkuat reputasinya sebagai fisikawan teoritis.

Pada 1951, Bohm menulis buku teks klasik berjudul Quantum Theory, di mana dia menyajikan keterangan jernih tentang interpretasi ortodoks Kopenhagen atas fisika quantum. Interpretasi Kopenhagen dirumuskan utamanya oleh Niels Bohr dan Werner Heisenberg pada 1920-an dan masih sangat berpengaruh hari ini. Tapi bahkan sebelum bukunya diterbitkan, Bohm mulai ragu dengan asumsi yang mendasari pendekatan konvensional itu.

Hologerak (holomovement) adalah konsep kunci dalam interpretasi David Bohm atas mekanika quantum dan pandangan keduniaannya secara global. Itu menyatukan azas holistik “keutuhan tak terbagi” (undivided wholeness) dengan gagasan bahwa segala sesuatu ada dalam status berproses atau sedang menjadi (atau disebutnya “fluks universal”). Bagi Bohm, keutuhan bukanlah kesatuan statis, tapi keutuhan dinamis bergerak di mana segala sesuatu bergerak bersama dalam proses saling terhubung. Konsep ini disampaikan paling lengkap dalam Wholeness and the Implicate Order yang terbit pada 1980.

Berkenaan dengan teori quantum, asumsi dasar Bohm adalah “partikel-partikel unsur sebetulnya merupakan sistem berstruktur internal rumit, bertindak sebagai penguat informasi yang terkandung dalam gelombang quantum”. Konsekuensinya, dia mengembangkan sebuah teori alam semesta baru dan kontroversial. Sebuah model realitas baru yang dia juluki “Implicate Order”.

Teori Implicate Order memuat pandangan kosmik ultra-holistik; ia menghubungkan segala sesuatu dengan segala sesuatu yang lain. Secara prinsip, unsur individual apapun dapat mengungkap “informasi rinci mengenai setiap unsur lain di alam semesta”. Tema sentral teori Bohm adalah “keutuhan totalitas eksistensi yang tak terputus sebagai gerak mengalir tak terbagi tanpa batas”.

Pada awal 1980-an, Bohm mengembangkan teori Implicate Order dalam rangka menjelaskan perilaku ganjil partikel subatom. Perilaku yang belum sanggup dijelaskan oleh fisikawan quantum. Pada dasarnya, dua partikel subatom yang pernah berinteraksi dapat seketika “merespon gerakan satu sama lain ribuan tahun kemudian, ketika mereka terpisah jarak bertahun-tahun cahaya”. Keterhubungan partikel seperti ini menuntut pensinyalan superluminal, yakni lebih cepat dari cahaya. Fenomena ini disebut efek EPR, dinamai dari eksperimen pikiran Einstein, Podolsky, dan Rosen.

David Bohm
David Bohm

Bohm percaya, perilaku ganjil partikel subatom disebabkan oleh gaya dan partikel subquantum yang tak teramati. Bahkan, kejanggalan zahir ini boleh jadi dihasilkan oleh sarana tersembunyi yang tak menimbulkan konflik dengan gagasan standar kausalitas dan realitas.

Bohm percaya, “ketersembunyian” ini mencerminkan dimensi realitas yang lebih dalam. Dia berpendapat bahwa ruang dan waktu mungkin sebetulnya berasal dari tingkat realitas objektif lebih dalam lagi. Realitas ini dia juluki Implicate Order. Di dalam Implicate Order, segala sesuatu terhubung; dan, secara teori, unsur individual apapun dapat mengungkap informasi perihal setiap unsur lain di alam semesta.

Meminjam ide dari fotografi holografis, hologram menjadi kiasan favorit Bohm untuk menyampaikan struktur Implicate Order. Holografi bergantung pada interferensi gelombang. Jika dua panjang gelombang cahaya memiliki frekuensi berbeda, mereka akan saling berinterferensi dan menciptakan pola. “Karena hologram merekam rincian hingga panjang gelombang cahaya itu sendiri, ia juga merupakan penyimpanan informasi yang padat.” Bohm mencatat, hologram dengan jelas mengungkap bagaimana “kandungan total—secara prinsip menjangkau seluruh ruang dan waktu—terlipat pada gerakan gelombang (elektromagnetik dan jenis lain) di kawasan tertentu”. Hologram mengilustrasikan bagaimana “informasi tentang seluruh adegan holografi terlipat ke dalam setiap bagian film”. Ini menyerupai Implicate Order, dalam arti bahwa setiap titik di film “ditentukan sepenuhnya oleh konfigurasi global pola-pola interferensi”. Bahkan sepotong kecil film holografis akan mengungkap wujud terlipat sebuah objek tiga-dimensi.

Bertolak dari analogi holografinya, Bohm mengusulkan tatanan baru—Implicate Order di mana “segala sesuatu terlipat ke dalam segala sesuatu”. Ini kontras dengan tatanan explicate di mana segala sesuatu terhampar. Bohm menyatakannya begini:

“Tatanan aktual (Implicate Order) itu sendiri telah terekam pada gerakan kompleks medan-medan elektromagnetik, dalam bentuk gelombang cahaya. Gerakan gelombang cahaya ini hadir di mana-mana dan secara prinsip melipat keseluruhan alam ruang dan waktu di tiap kawasan. Keterlipatan dan keterhamparan ini tak hanya terjadi pada gerakan medan elektromagnetik tapi juga pada gerakan medan-medan lain (elektron, proton, dll). Medan-medan ini mematuhi hukum mekanika quantum, mengindikasikan atribut ketakmalaran dan non-lokalitas. Totalitas gerakan keterlipatan dan keterhamparan mungkin jauh melebihi apa yang telah terungkap kepada pengamatan kita. Kita sebut totalitas ini dengan nama hologerak.”

Bohm percaya, Implicate Order harus diperluas ke realitas multidimensi. Dengan kata lain, hologerak terlipat dan terhampar tanpa akhir menuju dimensionalitas ananta. Dalam lingkungan ini terdapat subtotalitas independen (misalnya unsur fisik dan entitas manusia) berotonomi relatif. Lapisan-lapisan Implicate Order dapat masuk semakin dalam menuju hal/alam tak dikenal. “Totalitas tak dikenal dan tak terdeskripsikan” inilah yang Bohm sebut hologerak. Hologerak adalah “dasar fundamental semua materi”.

Hologram dan holonomi

Berkolaborasi dengan ilmuwan syaraf Stanford Karl Pribram, Bohm terlibat dalam pengembangan model holonomik kefungsian otak, sebuah model kognisi manusia yang sangat berbeda dari ide-ide konvensional. Bersama Pribram, Bohm menyusun teori bahwa otak beroperasi dengan cara yang mirip hologram sesuai prinsip-prinsip matematika quantum dan karakteristik pola gelombang.

Teori atau model holonomik otak, dikembangkan oleh ilmuwan syaraf Karl Pribram bekerjasama dengan fisikawan David Bohm, merupakan model kognisi manusia yang mendeskripsikan otak sebagai jejaring penyimpanan holografis. Menurut Pribram proses ini melibatkan osilasi listrik di jaringan dendritis berserat halus, berbeda dari potensial-potensial aksi yang melibatkan akson dan sinapsis. Osilasi ini berupa gelombang dan menciptakan pola interferensi gelombang di mana memori tersandikan secara alami, dengan cara yang dapat dideskripsikan dengan persamaan Alihragam Fourier. Pribram dan lain-lain mencatat kemiripan antara proses otak ini dan penyimpanan informasi hologram, yang juga memanfaatkan Alihragam Fourier (matematis). Pada hologram, setiap bagian hologram berukuran memadai menampung seluruh simpanan informasi. Dalam teori ini, sekeping memori jangka panjang terdistribusi dengan cara serupa ke seantero paksi dendritis sehingga setiap bagian jejaring dendritis memuat semua informasi yang tersimpan di segenap jaringan. Model ini memperkenankan aspek-aspek penting kesadaran manusia, termasuk memori asosiatif cepat yang memungkinkan koneksi antara berbagai keping informasi simpanan dan non-lokalitas penyimpanan memori (memori spesifik tidak tersimpan di lokasi spesifik, yakni sel syaraf spesifik).

Ciri utama hologram adalah setiap bagian informasi simpanan terdistribusi ke segenap hologram. Proses penyimpanan maupun pengambilan dilakukan dengan cara yang dideskripsikan oleh persamaan alihragam Fourier. Selama sebuah bagian hologram cukup besar untuk menampung pola interferensi, bagian tersebut dapat mereproduksi keseluruhan citra simpanan, kecuali jika terdapat banyak perubahan yang tak diinginkan, dinamai derau.

Analogi untuk ini adalah kawasan siaran antena radio. Di setiap lokasi individual kecil di dalam kesatuan area, kita dapat mengakses setiap kanal, mirip dengan bagaimana keseluruhan informasi hologram termuat di suatu bagian.

Analogi hologram lainnya adalah cara sinar matahari menerangi objek-objek di bidang pandang pengamat. Tak masalah sesempit apa sorot mentari tersebut. Sorotnya selalu memuat semua informasi objek, dan ketika dikonjugasikan oleh lensa kamera atau bola mata, menghasilkan citra tiga-dimensi utuh yang sama. Rumus alihragam Fourier mengkonversi bentuk-bentuk spasial menjadi frekuensi gelombang spasial dan sebaliknya, karena pada hakikatnya semua objek adalah struktur bergetar. Tipe-tipe lensa berlainan, yang beraksi seperti lensa optik, dapat mengubah sifat frekuensi informasi yang ditransfer.

Non-lokalitas penyimpanan informasi di dalam hologram ini sangat krusial, karena jikapun mayoritas bagian rusak, keseluruhannya akan termuat di satu bagian sisa berukuran cukup. Pribram dan lain-lain mencatat kemiripan antara hologram optik dan penyimpanan memori di otak manusia. Menurut teori holonomik otak, memori disimpan di kawasan umum tertentu tapi secara non-lokal. Ini memungkinkan otak menjaga fungsi dan memori sekalipun ia rusak. Memori hanya hilang ketika tak ada bagian yang cukup besar untuk menampung keseluruhannya. Ini juga dapat menjelaskan kenapa sebagian anak kecil tetap cerdas normal ketika porsi besar otak mereka, dalam beberapa kasus hingga separuhnya, terlepas. Ini juga menjelaskan kenapa memori tidak hilang ketika otak diiris-iris di penampang-lintang berlainan.

Sebuah hologram mampu menyimpan informasi 3D secara 2D. Atribut seperti ini dapat menjelaskan sebagian kemampuan otak, termasuk kemampuan mengenali objek-objek pada sudut dan ukuran berbeda daripada dalam memori simpanan asli.

Pribram mengusulkan bahwa hologram syaraf dibentuk oleh pola difraksi gelombang-gelombang listrik yang berosilasi di dalam korteks. Penting untuk dicatat perbedaan antara gagasan otak holonomik dan otak holografis. Pribram tidak menyatakan otak berfungsi sebagai hologram tunggal. Justru, gelombang-gelombang di dalam jejaring syaraf kecil menciptakan hologram-hologram terlokalisir dalam kerja besar otak. Holografi tambal-sulam ini disebut holonomi atau alihragam Fourier berjendela.

Model holografi juga dapat menerangkan fitur memori lainnya yang tidak bisa dijelaskan oleh model-model tradisional. Model Memori Hopfield mempunyai titik jenuh memori dini; sebelum titik ini, pengambilan memori melambat drastis dan jadi tidak dapat diandalkan. Di sisi lain, model memori holografi mempunyai kapasitas penyimpanan teoritis jauh lebih besar. Model-model holografi juga dapat memperagakan memori asosiatif, menyimpan koneksi rumit antara konsep-konsep berlainan, dan menyerupai kelupaan akibat lesapnya penyimpanan (lossy storage).

Informasi

Bohm: “Sifat aktual informasi dan cara ia diangkut belum jelas sama sekali. Tepatkah, misalnya, menyebut ‘medan’ informasi, padahal informasi tidak berkurang dengan [bertambahnya] jarak, tidak pula terkait dengan energi dalam pengertian standar. Barangkali gagasan medan semestinya diperlebar atau, pada level quantum, semestinya kita membicarakan struktur pra-ruang, atau hubungan aljabaris yang mendahului struktur ruang dan waktu.”

Gagasan “informasi aktif” milik Bohm terikat pada “Interpretasi Ontologis”-nya (tadinya Interpretasi Kausal atau Variabel Tersembunyi). Saya usul agar itu dibebaskan dari teori tertentu dan diangkat ke level Prinsip Umum. Bohm tak pernah menganggap Interpretasi Ontologisnya sebagai pernyataan final mengenai teori quantum, justru itu mengisyaratkan wawasan dan kesempatan untuk penelitian lanjutan. Saya percaya, salah satu yang paling berharga adalah gagasan informasi ini.

“Ya, jika Anda katakan semua materi betul-betul bekerja menurut informasi, bukan cuma materi di sistem syaraf atau materi DNA di sel, maka elektron pun terbentuk dari ruang hampa yang diberi informasi oleh suatu sumber informasi tak dikenal yang mungkin ada di segenap ruang. Dengan demikian tak ada pembagian tajam antara pikiran, emosi, dan materi. Anda bisa lihat, mereka mengalir ke satu sama lain. Bahkan dalam pengalaman sehari-hari, pikiran dan emosi mengalir ke dalam gerakan materi di tubuh. Atau gerakan materi di tubuh melahirkan emosi dan pikiran.

Nah, satu-satunya poin adalah bahwa sains mutakhir tidak tahu bagaimana pikiran dapat secara langsung mempengaruhi objek yang tidak bersentuhan dengan tubuh, atau secara langsung melalui suatu sistem. Tapi jika Anda bilang keseluruhan ranah eksistensi terlipat di ruang, bahwa semua materi datang dari ruang tersebut, termasuk diri kita, otak kita, pikiran kita…maka informasi mungkin berangsur-angsur merembesi ruang sehingga materi mulai…boleh dibilang materi selalu terbentuk berdasarkan informasi apapun yang dimilikinya dan karenanya proses pemikiran bisa mengubah kandungan informasi tersebut. Jadi saya mau bilang tampaknya itu memang mungkin, tapi saya pikir harus dilakukan eksperimen cermat sebelum kita katakan itu betul-betul terjadi.”

“Karena hologram merekam rincian hingga panjang gelombang cahaya itu sendiri, ia juga merupakan penyimpanan informasi yang padat.” Bohm mencatat, hologram dengan jelas mengungkap bagaimana “kandungan total—secara prinsip menjangkau seluruh ruang dan waktu—terlipat pada gerakan gelombang (elektromagnetik dan jenis lain) di kawasan tertentu”. Hologram mengilustrasikan bagaimana “informasi tentang seluruh adegan holografi terlipat ke dalam setiap bagian film”. Ini menyerupai Implicate Order, dalam arti bahwa setiap titik di film “ditentukan sepenuhnya oleh konfigurasi global pola-pola interferensi”. Bahkan sepotong kecil film holografis akan mengungkap wujud terlipat sebuah objek tiga-dimensi.

Materi, Bernyawa, dan Tak Bernyawa

Segera Bohm menyinggung partikel, blok penyusun materi yang paling dasar. Dia menganggap partikel hanya “lepasan yang ejawantah bagi indera kita”. Pada dasarnya, menurut Bohm, keseluruhan kosmos adalah materi: “Totalitas ansambel, semua hadir bersama-sama, dalam rangkaian tertib tahap-tahap keterlipatan dan keterhamparan, yang saling bercampurbaur dan berantartembus di segenap ruang.”

Akan tetapi, tatanan explicate Bohm adalah sekunder—derivatif. Itu mengalir dari hukum Implicate Order, hukum yang menekankan hubungan antara struktur-struktur terlipat yang saling berjalin sepanjang ruang kosmik dibanding antara “bentuk-bentuk terlepas dan terpisah yang ejawantah bagi indera”.

Penjelasan “ejawantah” versi Bohm adalah bahwa di sub-tatanan tertentu, di dalam “set utuh” Implicate Order, terdapat “totalitas bentuk-bentuk yang mempunyai semacam keberulangan, stabilitas, dan kedapatpisahan”. Bentuk-bentuk ini mampu terlihat wujud (tangible), kokoh (solid), dan dengan begitu menyusun dunia yang ejawantah.

Bohm juga menyatakan “tatanan implicate harus diperluas ke realitas multidimensi”. Dia menyambung: “Secara prinsip, realitas ini utuh tak terputus, mencakup keseluruhan alam semesta beserta semua medan dan partikelnya. Jadi kita harus katakan bahwa hologerak terlipat dan terhampar di tatanan multidimensi, yang dimensionalitasnya tak terhingga. Jadi azas otonomi relatif subtotalitas kini dianggap meluas ke tatanan realitas multidimensi.”

Bohm mengilustrasikan realitas dimensi tinggi ini dengan menunjukkan hubungan antara dua citra sebuah tangki ikan di dua televisi, di mana ikan dilihat melalui dua tembok yang saling siku-siku. Yang terlihat adalah ada “hubungan tertentu antara citra-citra yang tampil di kedua layar”. Kita tahu, catat Bohm, kedua citra tangki ikan merupakan aktualitas-aktualitas yang berinteraksi, tapi mereka bukan dua realitas independen. “Justru, mereka mengacu pada aktualitas tunggal, yakni ranah bersama.” Bagi Bohm aktualitas tunggal ini berdimensionalitas tinggi, karena citra televisi adalah proyeksi dua-dimensi dari sebuah realitas tiga-dimensi, yang “memuat proyeksi-proyeksi dua-dimensi ini di dalamnya”. Proyeksi-proyeksi ini hanya lepasan, tapi “realitas tiga-dimensi bukan salah satu dari mereka, ia sesuatu yang lain, suatu alam di luar keduanya.”

Jika ada evolusi kentara di alam semesta, itu karena skala-skala atau dimensi-dimensi realitas sudah implisit di dalam strukturnya. Bohm memakai analogi benih yang “diberi informasi” untuk menghasilkan tumbuhan hidup. Hal yang sama bisa dikatakan untuk semua materi hidup. “Kehidupan terlipat pada totalitas dan, sekalipun tidak ejawantah, ia implisit.” Hologerak adalah dasar bagi kehidupan maupun materi. Tak ada dikotomi.

Ada apa di depan sana? Bagi Bohm adalah perkembangan kesadaran!

Kesadaran

Bohm menganggap kesadaran lebih dari informasi dan otak; malah, informasilah yang memasuki kesadaran. Bagi Bohm, kesadaran “melibatkan keinsyafan, perhatian, penginderaan, tindakan memahami, dan mungkin masih banyak lagi”. Lebih jauh, Bohm mensejajarkan aktivitas kesadaran dengan aktivitas Implicate Order secara umum.

Kesadaran, catat Bohm, dapat “dideskripsikan dari segi rentetan momen”. Pada dasarnya, “satu momen melahirkan momen berikutnya, di mana kandungan yang sebelumnya implicate kini menjadi explicate, sementara kandungan yang tadinya explicate menjadi implicate”. Kesadaran adalah pertukaran; ia adalah proses umpan-balik yang menghasilkan akumulasi pemahaman bertambah.

Bohm menganggap individu manusia sebagai “fitur intrinsik alam semesta; ia tidak lengkap dalam pengertian fundamental” jika orang tersebut tidak eksis. Dia percaya, individu-individu berpartisipasi dalam keutuhan, sehingga memberinya makna. Berkat partisipasi manusia, “Implicate Order akan lebih kenal dirinya”.

Bohm juga mencium perkembangan baru. Individu bersinggungan total dengan Implicate Order, individu adalah bagian dari seluruh umat manusia, dan dia adalah “fokus bagi sesuatu di luar umat manusia”. Memakai analogi perubahan atom menjadi tenaga dan reaksi berantai, Bohm percaya bahwa individu yang memanfaatkan energi dalam (inner energy) dan kecerdasan dapat mengubah umat manusia. Kekolektifan individu-individu telah menjangkau “prinsip kesadaran umat manusia”, tapi belum punya cukup “energi untuk menjangkau keutuhan, untuk menyalakan semuanya”.

Melanjutkan tema transformasi kesadaran ini, Bohm lantas menyebut bahwa peninggian individu-individu yang telah lepas dari “polusi zaman” (pandangan keduniaan keliru yang menyebarkan kebodohan), yang masuk ke dalam hubungan akrab dan terpercaya dengan satu sama lain, dapat mulai membangkitkan tenaga besar untuk menyalakan seluruh kesadaran dunia. Di kedalaman Implicate Order terdapat “kesadaran seluruh umat manusia—jauh di bawah sana”.

Kesadaran kolektif umat manusia inilah yang signifikan menurut Bohm. Kesadaran kolektif inilah yang satu dan tak terbagi-bagi; dan setiap orang bertanggungjawab untuk berkontribusi menuju pembangunan kesadaran umat manusia ini. “Tak ada lagi yang bisa dilakukan, tak ada jalan keluar lain. Hanya itu yang perlu dilakukan dan tak ada hal lain yang dapat bekerja.”

Bohm juga percaya, pada akhirnya individu akan makbul begitu noogenesis kosmik lengkap. Berkenaan dengan semua unsur kosmos, termasuk manusia, sebagai proyeksi totalitas puncak, Bohm mencatat, sebagai “manusia yang ikut serta dalam proses totalitas ini, secara fundamental dirinya diubah dalam aktivitas di mana tujuannya adalah mengubah realitas tersebut, yakni kandungan kesadaran miliknya”.

Berikut adalah tautan Youtube berisi model Implicate Order Bohm sebagai hologram gelombang Schrödinger yang tersusun dari fungsi-fungsi gelombang partikel bebas: www.youtube.com/watch?v=Jzfj4R52Q6I.

David Peat adalah fisikawan teoritis serta teman dan rekan David Bohm. Bersama-sama mereka menulis Science, Order and Creativity dan mengerjakan The Order Between and Beyond hingga kematian Bohm pada 1992. Sejak saat itu dia menulis biografi Bohm, Infinite Potential. Peat sedang mengerjakan dokumenter mengenai David Bohm: thebohmdocumentary.org.

One thought on “David Bohm, Implicate Order, dan Hologerak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s