Gnosis Bohm – Implicate Order

(Sumber: www.bizint.com)

Artikel ini membahas visi yang Bohm intuisikan dari wawasannya (gnosisnya) mengenai dunia quantum. Visi ini mengenali karakteristik kosmos yang sedang berevolusi; dan juga mempertimbangkan implikasinya bagi umat manusia. Presentasi ilmiah Bohm tidak disertakan dalam artikel ini; namun mereka bisa dijumpai dalam buku-bukunya yang terdaftar di Bab Rujukan di akhir seri artikel ini.

Bohm dan Implicate Order: Pendahuluan

David Bohm, seorang Amerika, merupakan salah satu fisikawan quantum terkemuka di zaman kita. Dia meninggal baru-baru ini. Menyusul karir mulianya di Universitas California (Berkeley) dan Institute of Advanced Studies Princeton, dia pindah dan menjadi Profesor Fisika Teoritis di Birkbeck College, Universitas London. Selama tahun-tahun berikutnya dia memperhubungkan pengetahuan berat tentang sejarah dan filsafat sains dengan pengalaman tajamnya sebagai fisikawan.

Pada tahun-tahun belakangan David Bohm berupaya menjelaskan dasar ontologis teori quantum. Dasar teori quantum bisa diringkas dalam tiga dalil:

  1. Di dunia subatom, tak banyak hal dapat diprediksi dengan presisi 100%; namun dapat dibuat prediksi akurat mengenai probabilitas hasil tertentu.
  2. Kita harus bekerja dengan probabilitas, alih-alih kepastian, sebab mustahil (bagi seorang pengamat) untuk mendeskripsikan semua aspek partikel sekaligus (kecepatan dan lokasi).
  3. Energi elektromagnetik (seperti cahaya atau kalor) tidak selalu berperilaku seperti gelombang malar—justru ia berbutir, karena energi hanya dapat ditransfer dalam paket-paket quantum. Oleh sebab itu, cahaya mempunyai karakter ganda. Di bawah kondisi tertentu, ia bisa menampakkan aspek mirip gelombang; dan dalam kondisi lain, ia bisa memiliki karakteristik partikel.

Berkenaan dengan teori quantum, asumsi dasar Bohm adalah “partikel-partikel unsur sebetulnya merupakan sistem berstruktur internal rumit, bertindak sebagai penguat informasi yang terkandung dalam gelombang quantum”. Konsekuensinya, dia mengembangkan sebuah teori alam semesta baru dan kontroversial. Sebuah model realitas baru yang dia juluki “Implicate Order”.

Teori Implicate Order memuat pandangan kosmik ultra-holistik; ia menghubungkan segala sesuatu dengan segala sesuatu yang lain. Secara prinsip, unsur individual apapun dapat mengungkap “informasi rinci mengenai setiap unsur lain di alam semesta”. Tema sentral teori Bohm adalah “keutuhan totalitas eksistensi yang tak terputus sebagai gerak mengalir tak terbagi tanpa batas”.

Pada awal 1980-an, Bohm mengembangkan teori Implicate Order dalam rangka menjelaskan perilaku ganjil partikel subatom. Perilaku yang belum sanggup dijelaskan oleh fisikawan quantum. Pada dasarnya, dua partikel subatom yang pernah berinteraksi dapat seketika “merespon gerakan satu sama lain ribuan tahun kemudian, ketika mereka terpisah jarak bertahun-tahun cahaya”. Keterhubungan partikel seperti ini menuntut pensinyalan superluminal, yakni lebih cepat dari cahaya. Fenomena ini disebut efek EPR, dinamai dari eksperimen pikiran Einstein, Podolsky, dan Rosen.

Bohm percaya, perilaku ganjil partikel subatom disebabkan oleh gaya dan partikel subquantum yang tak teramati. Bahkan, kejanggalan zahir ini boleh jadi dihasilkan oleh sarana tersembunyi yang tak menimbulkan konflik dengan gagasan standar kausalitas dan realitas.

Bohm percaya, “ketersembunyian” ini mencerminkan dimensi realitas yang lebih dalam. Dia berpendapat bahwa ruang dan waktu mungkin sebetulnya berasal dari tingkat realitas objektif lebih dalam lagi. Realitas ini dia juluki Implicate Order. Di dalam Implicate Order, segala sesuatu terhubung; dan, secara teori, unsur individual apapun dapat mengungkap informasi perihal setiap unsur lain di alam semesta.

Meminjam ide dari fotografi holografis, hologram menjadi kiasan favorit Bohm untuk menyampaikan struktur Implicate Order. Holografi bergantung pada interferensi gelombang. Jika dua panjang gelombang cahaya memiliki frekuensi berbeda, mereka akan saling berinterferensi dan menciptakan pola. “Karena hologram merekam rincian hingga panjang gelombang cahaya itu sendiri, ia juga merupakan penyimpanan informasi yang padat.” Bohm mencatat, hologram dengan jelas mengungkap bagaimana “kandungan total—secara prinsip menjangkau seluruh ruang dan waktu—terlipat pada gerakan gelombang (elektromagnetik dan jenis lain) di kawasan tertentu”. Hologram mengilustrasikan bagaimana “informasi tentang seluruh adegan holografi terlipat ke dalam setiap bagian film”. Ini menyerupai Implicate Order, dalam arti bahwa setiap titik di film “ditentukan sepenuhnya oleh konfigurasi global pola-pola interferensi”. Bahkan sepotong kecil film holografis akan mengungkap wujud terlipat sebuah objek tiga-dimensi.

Bertolak dari analogi holografinya, Bohm mengusulkan tatanan baru—Implicate Order di mana “segala sesuatu terlipat ke dalam segala sesuatu”. Ini kontras dengan tatanan explicate di mana segala sesuatu terhampar. Bohm menyatakannya begini:

“Tatanan aktual (Implicate Order) itu sendiri telah terekam pada gerakan kompleks medan-medan elektromagnetik, dalam bentuk gelombang cahaya. Gerakan gelombang cahaya ini hadir di mana-mana dan secara prinsip melipat keseluruhan alam ruang dan waktu di tiap kawasan. Keterlipatan dan keterhamparan ini tak hanya terjadi pada gerakan medan elektromagnetik tapi juga pada gerakan medan-medan lain (elektron, proton, dll). Medan-medan ini mematuhi hukum mekanika quantum, mengindikasikan atribut ketakmalaran dan non-lokalitas. Totalitas gerakan keterlipatan dan keterhamparan mungkin jauh melebihi apa yang telah terungkap kepada pengamatan kita. Kita sebut totalitas ini dengan nama hologerak.”

Bohm percaya, Implicate Order harus diperluas ke realitas multidimensi. Dengan kata lain, hologerak terlipat dan terhampar tanpa akhir menuju dimensionalitas ananta. Dalam lingkungan ini terdapat subtotalitas independen (misalnya unsur fisik dan entitas manusia) berotonomi relatif. Lapisan-lapisan Implicate Order dapat masuk semakin dalam menuju hal/alam tak dikenal. “Totalitas tak dikenal dan tak terdeskripsikan” inilah yang Bohm sebut hologerak. Hologerak adalah “dasar fundamental semua materi”.

Terakhir, dunia ejawantah adalah bagian dari apa yang Bohm sebut “Explicate Order”. Ini sekunder, derivatif; ini “mengalir dari hukum Implicate Order”. Di dalam Implicate Order terdapat “totalitas bentuk-bentuk yang mempunyai semacam keberulangan (perubahan), stabilitas, dan kedapatpisahan”. Bentuk-bentuk inilah, menurut Bohm, yang menyusun dunia ejawantah kita.

Untuk meringkas, Bohm dengan cerdik memakai analogi saat berusaha menyederhanakan teorinya. Bohm menyatakan, alih-alih menganggap partikel sebagai realitas fundamental, seharusnya fokus kita ditujukan pada quantum-quantum diskret mirip partikel di medan malar. Atas dasar medan quantum ini, Bohm mengurai Implicate Order ke dalam tiga kategori:

Kategori pertama adalah “medan malar” asli beserta gerakannya. Bohm menyamakan medan malar ini dengan layar televisi yang menampilkan bentuk-bentuk explicate yang ragamnya tak terhingga.

Kategori kedua diperoleh dengan mempertimbangkan fungsi gelombang superquantum yang beraksi terhadap medan tadi. (“Ini terkait dengan keseluruhan medan sebagaimana gelombang quantum asli terkait dengan partikel.”) Lebih kompleks dan halus, kategori kedua ini berlaku pada “supermedan” atau “informasi” yang memandu dan mengatur medan quantum asli. Bohm menganggapnya serupa dengan komputer yang memasok informasi pengatur beragam bentuk di kategori pertama.

Dan terakhir, Bohm percaya terdapat kecerdasan kosmik pokok yang memasok informasi—“Pemain” permainan ini, yakni kategori ketiga. Mengikuti analogi ini, Bohm memandang seluruh proses sebagai simpal tertutup: itu beranjak dari layar ke komputer ke Pemain dan kembali ke layar.

Teori Implicate Order milik Bohm menekankan bahwa kosmos ada dalam status berproses. Kosmosnya Bohm adalah alam semesta “umpan-balik” yang terus-menerus berdaur ulang maju menuju mode eksistensi dan kesadaran lebih besar.

Bohm meyakini interioritas kosmik khusus. Itu “adalah” Implicate Order, dan itu mengimplikasikan keterlipatan ke dalam segala sesuatu. Segala sesuatu yang ada dan akan ada di kosmos ini terlipat di dalam Implicate Order. Terdapat gerak kosmik khusus yang mengangkut proses keterlipatan dan keterhamparan (menjadi Explicate Order). Proses gerak kosmik ini, dalam siklus umpan-balik tiada akhir, menciptakan bentuk-bentuk ejawantah yang tak terhingga ragamnya serta mentalitas. Bohm berpendapat, Kecerdasan Kosmik fundamental merupakan “Pemain” dalam proses ini; ia terlibat dalam eksperimen dan kreativitas tiada akhir. Pemain ini, Pikiran Kosmik ini, terus bergerak maju secara siklis, mendapat pengalaman tak terhingga!

Garis besar struktural dari model kosmik Bohm adalah sebagai berikut: Ranah Semua Eksistensi, Materi, Kesadaran, dan Puncak Kosmik.

Ranah Semua Eksistensi

Di kedalaman ranah semua eksistensi, Bohm yakin terdapat suatu energi istimewa. Bagi Bohm itu plenum [bukan vakum]; itu adalah “latar energi dahsyat”. Energi ranah ini disamakan dengan gerak utuh tak terputus. Dia menyebutnya “hologerak”. Hologerak inilah yang mengangkut Implicate Order.

Bohm juga menyinggung hukum dalam hologerak. Dia berteori, tatanan dalam setiap aspek tampak (perceptible aspect) dunia harus dianggap berasal dari Implicate Order yang lebih komprehensif, di mana semua aspek pada akhirnya bergabung dalam hologerak tak terdefinisi dan tak terukur. Holonomi, berkat sederet aspek yang luas, dapat dianggap sebagai “gerakan di mana keutuhan-keutuhan baru bermunculan”.

Apa yang muncul dari ranah tertinggi ini, “totalitas fluks universal tak dikenal” ini? Yaitu perluasan Implicate Order ke realitas multidimensi. Yaitu pengaruh timbal-balik antara tatanan implicate dan explicate. Yaitu arus materi, terejawantah dan interdependen, menuju kesadaran.

Materi: Bernyawa dan Tak Bernyawa

Segera Bohm menyinggung partikel, blok penyusun materi yang paling dasar. Dia menganggap partikel hanya “lepasan yang ejawantah bagi indera kita”. Pada dasarnya, menurut Bohm, keseluruhan kosmos adalah materi: “Totalitas ansambel, semua hadir bersama-sama, dalam rangkaian tertib tahap-tahap keterlipatan dan keterhamparan, yang saling bercampurbaur dan berantartembus di segenap ruang.”

Akan tetapi, tatanan explicate Bohm adalah sekunder—derivatif. Itu mengalir dari hukum Implicate Order, hukum yang menekankan hubungan antara struktur-struktur terlipat yang saling berjalin sepanjang ruang kosmik dibanding antara “bentuk-bentuk terlepas dan terpisah yang ejawantah bagi indera”.

Penjelasan “ejawantah” versi Bohm adalah bahwa di sub-tatanan tertentu, di dalam “set utuh” Implicate Order, terdapat “totalitas bentuk-bentuk yang mempunyai semacam keberulangan, stabilitas, dan kedapatpisahan”. Bentuk-bentuk ini mampu terlihat wujud (tangible), kokoh (solid), dan dengan begitu menyusun dunia yang ejawantah.

Bohm juga menyatakan “tatanan implicate harus diperluas ke realitas multidimensi”. Dia menyambung: “Secara prinsip, realitas ini utuh tak terputus, mencakup keseluruhan alam semesta beserta semua medan dan partikelnya. Jadi kita harus katakan bahwa hologerak terlipat dan terhampar di tatanan multidimensi, yang dimensionalitasnya tak terhingga. Jadi azas otonomi relatif subtotalitas kini dianggap meluas ke tatanan realitas multidimensi.”

Bohm mengilustrasikan realitas dimensi tinggi ini dengan menunjukkan hubungan antara dua citra sebuah tangki ikan di dua televisi, di mana ikan dilihat melalui dua tembok yang saling siku-siku. Yang terlihat adalah ada “hubungan tertentu antara citra-citra yang tampil di kedua layar”. Kita tahu, catat Bohm, kedua citra tangki ikan merupakan aktualitas-aktualitas yang berinteraksi, tapi mereka bukan dua realitas independen. “Justru, mereka mengacu pada aktualitas tunggal, yakni ranah bersama.” Bagi Bohm aktualitas tunggal ini berdimensionalitas tinggi, karena citra televisi adalah proyeksi dua-dimensi dari sebuah realitas tiga-dimensi, yang “memuat proyeksi-proyeksi dua-dimensi ini di dalamnya”. Proyeksi-proyeksi ini hanya lepasan, tapi “realitas tiga-dimensi bukan salah satu dari mereka, ia sesuatu yang lain, suatu alam di luar keduanya.”

Jika ada evolusi kentara di alam semesta, itu karena skala-skala atau dimensi-dimensi realitas sudah implisit di dalam strukturnya. Bohm memakai analogi benih yang “diberi informasi” untuk menghasilkan tumbuhan hidup. Hal yang sama bisa dikatakan untuk semua materi hidup. “Kehidupan terlipat pada totalitas dan, sekalipun tidak ejawantah, ia implisit.” Hologerak adalah dasar bagi kehidupan maupun materi. Tak ada dikotomi.

Ada apa di depan sana? Bagi Bohm adalah perkembangan kesadaran!

Kesadaran

Bohm menganggap kesadaran lebih dari informasi dan otak; malah, informasilah yang memasuki kesadaran. Bagi Bohm, kesadaran “melibatkan keinsyafan, perhatian, penginderaan, tindakan memahami, dan mungkin masih banyak lagi”. Lebih jauh, Bohm mensejajarkan aktivitas kesadaran dengan aktivitas Implicate Order secara umum.

Kesadaran, catat Bohm, dapat “dideskripsikan dari segi rentetan momen”. Pada dasarnya, “satu momen melahirkan momen berikutnya, di mana kandungan yang tadinya implicate kini menjadi explicate, sementara kandungan yang tadinya explicate menjadi implicate”. Kesadaran adalah pertukaran; ia adalah proses umpan-balik yang menghasilkan akumulasi pemahaman bertambah.

Bohm menganggap individu manusia sebagai “fitur intrinsik alam semesta; ia tidak lengkap dalam pengertian fundamental” jika orang tersebut tidak eksis. Dia percaya, individu-individu berpartisipasi dalam keutuhan, sehingga memberi makna pada keutuhan. Berkat partisipasi manusia, “Implicate Order akan lebih kenal dirinya”.

Bohm juga mencium perkembangan baru. Individu bersinggungan total dengan Implicate Order, individu adalah bagian dari seluruh umat manusia, dan dia adalah “fokus bagi sesuatu di luar umat manusia”. Memakai analogi perubahan atom menjadi tenaga dan reaksi berantai, Bohm percaya bahwa individu yang memanfaatkan energi dalam (inner energy) dan kecerdasan dapat mengubah umat manusia. Kekolektifan individu telah menjangkau “prinsip kesadaran umat manusia”, tapi belum punya cukup “energi untuk menjangkau keutuhan, untuk menyalakan semuanya”.

Melanjutkan tema transformasi kesadaran ini, Bohm lantas menyebut bahwa peninggian individu-individu yang telah lepas dari “polusi zaman” (pandangan keduniaan keliru yang menyebarkan kebodohan), yang masuk ke dalam hubungan akrab dan terpercaya dengan satu sama lain, dapat mulai membangkitkan tenaga besar untuk menyalakan seluruh kesadaran dunia. Di kedalaman Implicate Order terdapat “kesadaran seluruh umat manusia—jauh di bawah sana”.

Kesadaran kolektif umat manusia inilah yang signifikan menurut Bohm. Kesadaran kolektif inilah yang satu dan tak terbagi-bagi; dan setiap orang bertanggungjawab untuk berkontribusi menuju pembangunan kesadaran umat manusia ini. “Tak ada lagi yang bisa dilakukan, tak ada jalan keluar lain. Hanya itu yang perlu dilakukan dan tak ada hal lain yang dapat bekerja.”

Bohm juga percaya, pada akhirnya individu akan makbul begitu noogenesis kosmik lengkap. Berkenaan dengan semua unsur kosmos, termasuk manusia, sebagai proyeksi totalitas puncak, Bohm mencatat, sebagai “manusia yang ikut serta dalam proses totalitas ini, secara fundamental dirinya diubah dalam aktivitas di mana tujuannya adalah mengubah realitas tersebut, yakni kandungan kesadaran miliknya”. Bohm berintuisi bahwa pribadi manusia dan umat manusia secara kolektif, begitu menyelesaikan noogenesis yang sukses, akan sampai pada kepurnaan di dalam dimensi realitas lebih besar—Puncak Kosmik.

Puncak Kosmik

Bohm menyebut tingkat tertinggi ini—sumber non-ejawantah—sebagai Non-Ejawantah Halus (Subtle Nonmanifest), sesuatu yang serupa dengan roh, penggerak, tapi masih signifikan, dalam arti ia adalah bagian dari Implicate Order. Bagi Bohm, Non-Ejawantah Halus merupakan “kecerdasan aktif” di luar “energi apapun yang terdefinisikan dalam pikiran”.

Berusaha mendeskripsikan Non-Ejawantah Halus, Bohm menyebut “halus adalah dasar dan ejawantah adalah hasilnya”. Kecerdasan ini “secara langsung mengalihragam materi”. Dan terakhir, kata Bohm terang-terangan: “Terdapat kebenaran, aktualitas, entitas di luar apa yang dapat dicerna dalam pikiran, dan ini adalah kecerdasan, sang sakral, sang suci.”

Bohm secara puitis memikirkan Non-Ejawantah Halus kosmik ini dalam status meditasi. Tapi apa yang dikerjakan Non-Ejawantah Halus ini? Meditasi berarti “merenung, menimbang sesuatu dalam pikiran, dan memberi perhatian”. Tanpa penjelasan, Bohm bertanya lantang: selagi kita merenungkan apa yang disebut Non-Ejawantah Halus, apakah Non-Ejawantah Halus berkonsentrasi pada diri-“nya”? Apakah ini berarti Puncak Kosmik merenungkan sesuatu di luar dirinya? Barangkali Bohm sedang mempertimbangkan potensi tak terhingga dari apa yang dia sebut “realitas multidimensi”. Barangkali juga dia sedang memikirkan kemungkinan Sesuatu Terpisah.

Bagi Bohm, Puncak Kosmik adalah Kecerdasan Suci. Itu merupakan Pemain yang beroperasi di alam semesta umpan-balik. Pemain “adalah” Implicate Order. Bohm menyediakan analogi “medan malar”, informasi, dan Pemain permainan utuh. Proses ini tak pernah berakhir, terus mengembang atau berevolusi, sementara Pemain menghimpun semua ke dirinya. Pemain terus-menerus memahami dirinya. “Ini adalah Permainan Proses Kosmik!”

Ada karakteristik tertentu yang bisa dikenali dari model kosmik Bohm. Yaitu Tatanan, Kecerdasan, Personalisasi, Kreativitas, dan Kesucian.

Tatanan

Bohm percaya, energi kosmik khusus memuat Semua bersama-sama, dan energi kosmik ini mengikuti hukum (tatanan) kosmik. Bohm menyebutnya sebagai hukum dalam hologerak. Dia mempunyai sudutpandang “keutuhan”. Hukum sistem kosmik holografisnya adalah gerakan yang memungkinkan “keutuhan-keutuhan” baru bermunculan. Aspek-aspek holistik baru ini mungkin terlihat memiliki suatu otonomi, padahal pada puncaknya mereka adalah aspek Semua.

Kecerdasan

Di depan kesadaran terdapat informasi. Informasilah, suatu pembatinan, menurut Bohm, yang memasuki kesadaran. Bohm berspekulasi, pembatinan dalam kesadaran ini bisa disamakan dengan “wawasan” yang dapat, jika diperhalus, dipakai sebagai alat untuk “memperlewatkan energi (Non-Ejawantah Halus)”. Bohm menjulukinya “kecerdasan aktif”.

Bohm menganggap pemikiran sebagai sesuatu yang mekanis dalam operasinya. Yang membuat proses pemikiran mekanis jadi relevan adalah kecerdasan. Bohm mengatakannya begini: “Apakah pemikiran tertentu relevan/pantas atau tidak? Persepsi ini menuntut operasi suatu energi yang tidak mekanis, energi yang kita sebut kecerdasan.” Dia berlanjut: “Sebagai contoh, seseorang dapat mengerjakan soal membingungkan untuk waktu lama. Tiba-tiba, dalam kilasan pemahaman, dia menyadari ketidakrelevanan cara berpikirnya terhadap soal tersebut, beserta pendekatan lain—kilasan ini pada hakikatnya adalah ‘aksi persepsi’.”

Bohm percaya, bila kecerdasan adalah “aksi persepsi tak bersyarat”, maka kecerdasan tidak dapat dilandaskan pada “struktur-struktur semacam sel, molekul, atom, dan partikel unsur”. Operasi kecerdasan, bagi Bohm, pasti berada di luar faktor apapun yang tercakup dalam hukum dikenal. “Dasar kecerdasan pasti ada dalam fluks tak tentu dan tak dikenal, ia juga merupakan dasar semua bentuk materi terdefinisi.” Bagi Bohm, kecerdasan senantiasa menjadi inti Implicate Order!

Personalisasi

Bohm agak bungkam soal prospek teoritis personalisasi quantum. Meski begitu, dia menunjuk pada kemungkinan tersebut dalam terminologi siklik samar perihal proyeksi manusia: “Masing-masing dari unsur ini adalah proyeksi, dalam subtotalitas dimensi lebih tinggi lagi. Jadi teramat menyesatkan dan bahkan keliru jika dikira bahwa, contohnya, setiap manusia adalah aktualitas independen yang berinteraksi dengan manusia lain dan alam. Justru, semua itu adalah proyeksi totalitas tunggal. Selagi manusia ikut serta dalam proses totalitas ini, secara fundamental dirinya diubah dalam aktivitas di mana tujuannya adalah mengubah realitas tersebut, yakni kandungan kesadaran miliknya.”

Bohm menimbang, kesadaran adalah pertukaran antara tatanan explicate dan implicate. Kesadaran adalah bagian dari permainan proses kosmik, memahami dirinya (melalui subtotalitas-subtotalitasnya) menuju tingkat kesadaran semakin tinggi. Secara logika, jika subtotalitas kosmik (semisal manusia) dapat dianggap sebagai pribadi (yang segelintirnya berkembang menuju tingkat Kepribadian lebih tinggi), maka, lewat pertukaran umpan-balik, kosmos menjadi semakin terpribadikan pula.

Kreativitas

Pengetahu Kosmik (Cosmic Knower) ini, “Pemain Proses Kosmik” ini, merupakan energi murni. Ia cerdas. Ia sadar. Ia Pribadi. Dan Pemain ini juga kreatif!

Menimbang kreativitas kosmik, Bohm memperkenalkan konsep baru di mana dia mendeskripsikan Implicate Order sebagai sejenis “tatanan generatif”. Dia mencatat, “Tatanan ini tidak terkait dengan sisi luar perkembangan, dan evolusi dalam sederet suksesi, tapi dengan tatanan lebih dalam dan lebih batin yang darinya bentuk ejawantah segala sesuatu dapat bermunculan ‘secara kreatif’.”

Bohm percaya, tatanan generatif “berproses dari suatu pangkal dalam permainan bebas yang terhampar ke dalam bentuk-bentuk semakin mengkristal”. Tatanan generatif dapat dijumpai pada karya seniman. Bohm memakai contoh fraktal matematis Mandelbrot untuk mengilustrasikan kegeneratifan ini secara lebih ilmiah. “Fraktal melibatkan tatanan perbedaan-perbedaan serupa yang mencakup perubahan skala serta perubahan potensial lain.” Bohm mencatat, “Dengan memilih gambar dasar dan generator berbeda-beda, tapi setiap kalinya menerapkan generator pada skala semakin kecil, Mandlebrot mampu menghasilkan beranekaragam bentuk dan gambar—semua dipenuhi rincian infinitesimal dan menggugah jenis-jenis kompleksitas yang dijumpai dalam bentuk alami.”

Kesucian

Bagi Bohm, sang Suci adalah “entitas di luar apa yang dapat dicerna dalam pikiran”. Dan Bohm menyebut Non-Ejawantah Halus sebagai “suci” lantaran ia utuh. Ia adalah Kehadiran dalam energi kosmik.

Model kosmik Bohm juga mengindikasikan “kesucian” ini telah eksis sejak pendirian kosmos. Ia hadir dalam proses siklik alam semesta. Ia adalah kecerdasan aktif murni yang darinya semua [wujud] ejawantah di kosmos berasal. Ia beraksi melalui pembatinan dalam kesadaran. Ia melipat informasi ke dalam banyak tingkat kesadaran, ke dalam semua kehidupan. Ia adalah Implicate Order yang menjadi Ranah Semua Eksistensi.

Ziarah Kosmik

Umat manusia adalah peziarah dalam proses kosmik ini. Apa kata Bohm tentang kondisi manusia?

Bagaimana dengan Keburukan? Bagi Bohm terdapat ketidaktatanan buruk (yang menyebabkan penderitaan) dan kematian. Bohm tidak percaya terdapat ketidaktatanan di tingkat universalitas non-manusia, justru itu ada di tingkat umat manusia—terutama gara-gara kebodohan/ketidaktahuan. Alam telah memberi umat manusia kemewahan untuk berbuat keliru, sebab manusia pasti punya “potensi untuk kreatif”. Peringkat pemula kita dalam proses kosmik inilah yang menempatkan kita dalam situasi memilih dan balau potensial. Ketidaktatanan, dan dampak penderitaannya, akan berlaku selama semua unsur berbeda-beda (dari sistem tertentu manapun, entah tubuh manusia atau masyarakat manusia) “secara balau tumbuh independen dari satu sama lain, tidak bekerjasama.”

Bohm tidak memihak perihal Hidup dan Mati. Dia memakai analogi pohon ék hidup. Penciptaan-pembubaran-penciptaan eksis berdampingan pada pohon ék ini. “Dedaunan terus-menerus terbentuk dan pada saat yang sama sebagian berguguran, alhasil ia seperti pohon yang ajeg.” Bohm berlanjut, “Dari [entitas] non-ejawantahlah pohon ini senantiasa terbentuk dan menuju [entitas] non-ejawantahlah ia mati.”

Bagaimana dengan buruknya Kebodohan? Kebodohan umat manusia, menurut pendapat Bohm, adalah perkara ketertutupan berpikir. Dia menganggapnya sebagai “kegelapan dalam otak manusia”. Itu adalah perkara tertutupnya ego manusia terhadap Pikiran Universal, terhadap kecerdasan tertinggi yang berkomunikasi lewat mode wawasan.

Menurut Bohm, wawasan adalah persepsi murni. Akibat rendahnya tingkat perkembangan ego kita (diwujudkan oleh kemulukan, ketakutan dan tekanan emosional, pandangan keduniaan bodoh, dan ekstraversi kasar), wawasan ini kerap terbelokkan oleh pikiran tertutup. Lawan dari pikiran tertutup adalah keterbukaan terhadap interioritas. Manusia harus melihat ke dalam demi menemui dan menyimak wawasan universal.

Apa kata Bohm tentang Kesadaran dan Kreativitas manusia? Bagi Bohm, kecerdasan kreatif yang terhampar berpangkal dari kedalaman tatanan generatif (Implicate Order). “Dalam permainan pikiran yang bebas,” kata Bohm, “kecerdasan kreatif menanggapi oposisi dan kontradiksi dengan proposal baru.” Dia percaya, setiap aspek pengalaman manusia, entah ragawi atau rohani, emosional atau intelektual, dapat “dipengaruhi secara mendalam oleh kecerdasan kreatif, di manapun [kecerdasan] ini mampu beraksi”. Dan “ini”, menurut pikiran Bohm, adalah pengalaman “terobosan”, karena melalui aksi kecerdasan kreatif kosmik, “segala sesuatu dapat mengemban makna baru”.

Bagaimana dengan Takdir Manusia, bagaimana Bohm meninjaunya? Pandangan komprehensif Bohm tentang takdir manusia tergolong singkat dan sederhana: “Kesadaran umat manusia adalah satu dan tak dapat dibagi-bagi.” Setiap orang punya tanggungjawab untuk mencapai ini dan tak ada yang lain. “Tak ada jalan keluar lain. Hanya ini yang perlu dilakukan dan tak ada hal lain yang dapat bekerja.”

Bohm percaya, hanya melalui kerjasama kolektiflah manusia dapat meraih derajat energi tinggi yang diperlukan untuk “menjangkau seluruh kesadaran umat manusia”. Bohm percaya, individu bersinggungan total dengan Implicate Order. Dalam pengertian ini, individu “adalah bagian dari seluruh umat manusia dan dalam pengertian lain dia dapat melampauinya.”

Bohm berhenti sampai di situ. Kita cuma bisa berspekulasi bahwa Bohm sedang memikirkan semacam kenaikan/mikraj (ascension), memikirkan jalan eksistensi baru, jangan-jangan Entitas Baru?

Daftar Pustaka

Buku:

  • David Bohm, Wholeness and the Implicate Order.
  • David Bohm dan B.J. Hiley, The Undivided Universe.
  • David Bohm dan J. Krishnamurti, The Ending of Time.
  • David Bohm dan J. Krishnamurti, The Future of Humanity.
  • David Bohm dan F. David Peat, Science, Order, and Creativity.
  • Ken Wilbert (ed.), The Holographic Paradigm.

Artikel:

  • David Bohm, Quantum Theory as an Indication of a New Order in Physics–Implicate and Explicate Order in Physical Law, Physics (GB), 3.2 (Juni 1973), hal. 139-168.
  • David Bohm, B.J. Hiley, dan P.N. Kaloyerou, Ontological Basis for the Quantum Theory, Physics Reports (Belanda), 144.6 (Januari 1987), hal. 323-348.

One thought on “Gnosis Bohm – Implicate Order

  1. Seingat kami, sepintas ini mirip dengan “From the Earth to the Ascension”-nya Hans von Aiberg. Beliau adalah mualaf Jerman yang tinggal di Turki (kalau tidak salah). Buku ini luar biasa kompleks menurut kami, dan pernah minta diterjemahkan oleh rekan Qarrobin Djuti bertahun-tahun silam. Bahasanya terlalu rumit. Meskipun secara bertahap, kami berupaya terjemahkan dengan buku pilihan kami lainnya. Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s