Michio Kaku – Bukti Tuhan Eksis

22 Juni 2016
Sumber: www.sacerdotus.com

Saya selalu menekankan bahwa sains adalah pembunuh ateisme. Meski filsafat melakukan kerja bagus melawan ateisme, orang ateis akan selalu berpaling pada permintaan bukti nyata eksistensi Tuhan ketimbang argumen. Lebih jauh, teologi sendiri tidak cukup untuk membuktikan eksisnya Tuhan kepada seorang ateis. Sains adalah satu-satunya cara untuk “membungkam” ateis argumentatif dalam debat atau diskusi.

Michio Kaku

Kaum ateis selalu mengklaim tak ada bukti pendukung eksistensi Tuhan. Saya sudah jelaskan beberapa cara dalam buku saya, Atheism is Stupid, yang berurusan dengan sains semata dan dalam beberapa hal dengan filsafat.

Well, salah seorang profesor favorit dari almamater saya, City University of New York (CUNY), konon telah menyediakan sebuah teori yang dapat membereskan ide alam semesta berpencipta cerdas. Dr. Michio Kaku dari CUNY yang mengajar di City College, New York City, dan merupakan salah satu pendiri Teori-M (Teori String) menyatakan (menurut sebuah artikel) bahwa primitive semi-radius tachyon dapat dipakai untuk membuktikan pencipta tertinggi memang eksis. Tachyon adalah partikel hipotetis. Mereka diyakini bergerak lebih cepat daripada cahaya yang melesat pada kecepatan 286.282 mil per detik. Saking cepatnya, mereka melucuti materi dari alam semesta yang sebagian besar berupa ruang hampa berkomposisi partikel virtual, dark matter, dan energi. Ini membuat alam semesta bebas dari pengaruh apapun. Dr. Kaku dikutip menyatakan:

“Saya berkesimpulan, kita berada di dunia yang diciptakan berdasarkan kaidah yang dibuat oleh suatu kecerdasan. Percayalah, segala sesuatu yang kita sebut untung-untungan tidak lagi masuk akal hari ini. Bagi saya jelas, kita eksis dalam rencana yang diatur menurut kaidah yang dibuat, dibentuk oleh kecerdasan universal dan bukan oleh untung-untungan.”

Dr. Kaku memandang alam semesta sebagai “matriks” atau simulasi. Saya pernah menulis tentang ide ini, yang banyak dibahas di lingkaran filsafat dan fisika: Universe is a Program.. uh oh, there must be a Programmer.

Sebelumnya Dr. Kaku juga menyebut, dengan kemajuan fisika kita mulai melihat bahwa alam semesta bersifat matematis. Matematika adalah bahasa rasional yang hanya bisa datang dari akal cerdas. Dr. Kaku berkesimpulan, “Tuhan adalah matematikawan.” Dia menyatakan dalam sebuah video untuk “Big Think”:

“Mendadak teori-teori supersimetri bermunculan dari fisika yang kemudian merevolusi matematika, sehingga cita-cita fisika yang kita yakini adalah menemukan persamaan sepanjang kurang dari satu inchi yang memungkinkan kita menyatukan semua gaya alam dan membaca pikiran Tuhan. Lantas apa kunci menuju persamaan satu inchi itu? Supersimetri, kesimetrian yang muncul dari fisika, bukan matematika, dan telah menggoncangkan dunia matematika. Tapi Anda lihat, semua ini matematika murni, maka boleh jadi resolusi akhirnya adalah Tuhan seorang matematikawan. Dan ketika Anda membaca pikiran Tuhan, kita sebetulnya punya kandidat untuk pikiran Tuhan. Pikiran Tuhan yang kita yakini adalah musik kosmik, musik string yang bergaung ke segenap hyperspace 11 dimensi. Itulah pikiran Tuhan.”

Saya belum menemukan apa-apa di situs Dr. Kaku yang mengkonfirmasi banyak pemberitaan di luar sana dan mungkin akan menghubunginya untuk informasi lebih jauh. Menarik untuk dicatat, seseorang yang diduga ilmuwan Kristen bersikap skeptis terhadap klaim-klaim ini (blog.drwile.com). Namun akun Twitter resmi CUNY bercuit begini:

Bisakah “primitive semi-radius tachyon” membuktikan adanya Tuhan? Ya, kata @michiokaku! dari #CUNY bit.ly/1Ymtc33
— CUNY Newswire (@cunynewswire) 14 Juni 2016

Sumber:
www.scienceworldreport.com
www.cnsnews.com
www.catholic.org
www.wnd.com
www.christiantoday.com
www.ageac.org
www.australianetworknews.com
www.ferocesmente.com
www.youtube.com

One thought on “Michio Kaku – Bukti Tuhan Eksis

  1. Entah bagaimana konteks penjelasannya, antara tachyon dengan pernyataan kemudian tentang dunia atau alam semesta yang dibuat oleh suatu kecerdasan, yaitu alam semesta yang merupakan rancangan cerdas yang telah diperhitungkan secara detail, terukur dan teratur, bukan secara serampangan.

    Selanjutnya seseorang dapat dengan bebas mengandaikan, kehadiran sosok adi-alami yang dengan kecerdasannya itu merancang alam semesta ini.

    Icon-icon “Maha” suatu sosok transendental yang muncul dari kerinduan alami dan primordial manusia ini dapat muncul dalam bentuk idealnya yang beragam. Dalam hal ini, merupakan suatu kewajaran jika seseorang dapat mengklaim sosok icon adi-alami yang maha dan transenden sebagai yang ideal menurut mereka masing-masing. Seperti Einstein yang tidak suka menyebutnya sebagai sosok Tuhan personal, tapi lebih cenderung pada sosok Tuhan panteis. Dan bahkan, posisi Michio Kaku disini dapat mereduksi sosok adi-alami yang cerdas dan matematikawan ini tidak lebihnya yang paling banter mungkin bisa muncul dari peradaban cerdas seperti manusia yang didasarkan pada skala tipe kardashev. Barangkali Tuhan yang matematikawan menurut pandangan Michio Kaku itu adalah makhluk cerdas seperti halnya kita namun telah mencapai peradaban tipe IV ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s