Apa Itu Ruang?

Oleh: Thomas Lin
30 April 2015
Sumber: Quanta Magazine

Bayangkan struktur ruang-waktu dikuliti selapis demi selapis.

Video interaktif atau video screencast
(Owen Cornec untuk Quanta Magazine)

Pada 1915, persamaan medan gravitasi Albert Einstein merevolusi pemahaman kita akan ruang, waktu, dan gravitasi. Lebih dikenal sebagai relativitas umum, teori Eisntein mendefinisikan gravitasi sebagai lengkungan di geometri ruang-waktu, menjungkirbalikkan teori klasik Issac Newton dan secara tepat memprediksi eksistensi black hole dan kemampuan gravitasi menekuk cahaya. Tapi seabad kemudian, sifat fundamental ruang-waktu masih diselubungi misteri. Dari mana strukturnya berasal? Seperti apa ruang-waktu dan gravitasi di alam quantum subatom?

Jawaban pendeknya adalah kita tidak tahu. Tapi banyak fisikawan, tulis Jennifer Ouellette dalam Bagaimana Pasangan Quantum Menjahit Ruang-Waktu, sudah lama “mencurigai hubungan mendalam antara keterjeratan quantum—‘tindakan menyeramkan dari kejauhan’ yang begitu mengusik Albert Einstein—dan geometri ruang-waktu pada skala terkecil”. Bagaimana keterjeratan menjahit kain struktur ruang-waktu? Satu gagasan kuat terbaru, tulis K.C. Hole dalam Wormhole Mengurai Paradoks Black Hole, menyatakan keterjeratan quantum “boleh jadi menciptakan ‘konektivitas spasial’ yang ‘menjahit ruang’, menurut Leonard Susskind, fisikawan Universitas Stanford dan salah satu arsitek utama gagasan ini.” Gagasan ini, walau masih dalam masa pertumbuhan, akan memecahkan masalah paradoks tembok api black hole dan, asyiknya, dapat membantu menjelaskan gravitasi quantum.

Dalam rangka mengilustrasikan bagaimana ruang-waktu dapat muncul dari keterjeratan quantum, Quanta Magazine mengundang Owen Cornec, mahasiswa doktoral visualisasi data di John F. Kennedy School of Goverment, Universitas Harvard, untuk membayangkan pengulitan lapisan-lapisan ruang hingga mendapati jejaring keterjeratan. Presentasi interaktif yang dihasilkan menjadi bagian ketiga dalam seri kami “The Quantum Fabric of Space-Time”.

Sembari Anda menjelajahi dunia virtual imersif karya Cornec, perlu dicatat bahwa itu tidak bermaksud menunjukkan bagaimana keterjeratan betul-betul “menjahit ruang” (tak ada yang tahu seperti apa persisnya, atau bahkan apakah ini cara kerja realitas), atau melukiskan konsep holografi atau wormhole yang disinggung dalam dua bagian pertama seri ini.

Dalam mengembangkan pengalaman interaktif ini—dengan bimbingan seni dari desainer Quanta Magazine Olena Shmahalo—Cornec menyatakan memakai teknologi WebGL (cek di sini apakah perambah Anda mendukung WebGL; perangkat mobile dan perambah yang tak didukung akan otomatis ke video screencast) untuk menciptakan lingkungan tiga-dimensi. “Saya hanya menempatkan Bima Sakti, Bumi, dan jejaring 3-D berturut-turut agar kita mudah mengarungi setiap level dalam garis lurus,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa dia membangun kamera kustom dengan penskalaan logaritmik agar bisa men-zoom cepat dari sangat besar ke sangat kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s