Oleh: Jeanette Kazmierczak
14 Juni 2016
Sumber: Quanta Magazine

Pada 2012, pembentur super terbesar di dunia menemukan boson Higgs, melengkapi Standard Model fisika partikel. Kini sebuah tim fisikawan Hongaria kurang dikenal mengklaim menemukan boson baru dan tak terduga dengan hanya memakai spektrometer yang diperlihatkan dalam foto.

Attila Krasznahorkay dari kelompok riset Atomki di Debrecen, Hongaria, beserta spektrometer yang digunakan untuk mendeteksi bukti partikel baru.
(Courtesy Attila Krasznahorkay)

Tim peneliti di Institute for Nuclear Research di Hungarian Academy of Sciences (Atomki) melihat cegukan aneh dalam peluruhan nukleus berilium-8. Sewaktu nukleus-nukleus ini menjalani transisi tertentu, lazimnya mereka mencucurkan foton, yang kadang meluruh menjadi elektron dan positron yang menghantam detektor di dekat satu sama lain. Tapi sesekali, tinjau tim, pasangan elektron-positron mengenai detektor pada sudut 140 derajat. Mengapa ini terjadi? Tim Atomki melaporkan dalam Physical Review Letters bahwa anomali ini mungkin datang dari partikel fundamental yang belum dikenal.

Makalah tersebut, semula diposting di situs pracetak ilmiah arXiv.org, tidak ketahuan selama hampir satu tahun sebelum para fisikawan partikel teoritis di Universitas California, Irvine, menemukannya tanpa sengaja. Mereka mengurai hasil eksperimennya dan berteori bahwa partikel baru itu, jika eksis, mengimplikasikan eksistensi gaya alam kelima (empat gaya yang sudah diketahui adalah gravitasi, elektromagnetisme, dan gaya nuklir kuat dan lemah).

Sementara kehebohan menyebar perihal kemungkinan fisika baru di luar Standard Model, beberapa fisikawan mulai memeriksa rekam jejak kelompok Atomki. Ternyata ini bukan pertama kalinya mereka menggembar-gemborkan jendulan dalam data mereka sebagai bukti boson baru. Tim ini membuat klaim serupa pada 2008 dan 2012, hanya untuk menyaksikan jendulan tersebut bergeser atau menghilang setelah mereka meng-upgrade peralatan. Dan meski kali ini sinyalnya sangat kuat, jendulan dalam data datang dan pergi.

Terlepas dari skeptisme sehat seputar klaim Atomki, banyak fisikawan sependapat bahwa eksperimen lanjutan dijamin mengkonfirmasi atau menyingkirkan kemungkinan ini.

“Kami dan yang lain sudah mengidentifikasi banyak eksperimen yang dapat mengecek temuan tersebut,” kata Jonathan Feng, anggota tim di Irvine. “Cuma soal waktu sebelum kami tahu jawabannya.”

Lebih jauh tentang cerita ini, periksa artikel lengkap karangan Natalie Wolchover di QuantaMagazine.org.

Tentang penulis:

Jeanette Kazmierczak adalah asisten berita Quanta Magazine. Baru-baru ini dia menjadi asisten editorial untuk situs Global Climate Change di Jet Propulsion Laboratory milik NASA dan magang di NOVA dan Centers for Disease Control and Prevention. Dia memiliki gelar magister dalam jurnalisme khusus, fokus dalam sains, dari Universitas Southern California.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s