Oleh: Melinda Reitz
1 Maret 2017
Sumber: DW

1 Maret menandai Hari Pujian Dunia. Namun pujian bermakna macam-macam di seluruh dunia. Apa yang pujian bagi seseorang, boleh jadi hinaan bagi orang lain.

“Pujian laksana kecupan lewat cadar,” tulis pengarang Prancis Victor Hugo dalam novelnya Les Misérables. Tapi kadangkala niat baik bisa disalahtafsirkan. Situasi bisa merepotkan dalam latar lintas budaya: kesalahpahaman bisa tumbuh cepat dan pernyataan berniat baik dapat disalahtanggapi.

Hidung besar dan muka mungil

Perbedaan budaya memuji antara Timur dan Barat sangat lebar. Jepang adalah kelompok bangsa yang pendiam, jadi pujian jarang diberikan. Tapi mereka dikenal sangat sopan kepada orang asing, menunjukkan rasa hormat dengan memuji penduduk non-lokal terkait keterampilan bahasa asingnya. Namun, orang yang menerima sanjungan diharapkan rendah hati; kalau tidak, dia tampak sombong.

Akan tetapi, ketika seorang pria Jepang memberi pujian kepada seorang wanita, itu urusan besar. Mungkin terdengar lucu bagi orang Barat, tapi ungkapan rayuannya bisa berupa: “Mukamu mungil.” Sebetulnya ukuran kepala bukanlah soal di sini, melainkan fitur wajah yang lembut dan seimbang. Kecantikan ideal!

Maiko di Tokyo (imago/ZUMA Press)
Apa itu cantik? Beda-beda di seluruh dunia.

Wanita di Jepang bisa juga senang ketika dikatakan muka mereka pucat dan hidung mereka besar. Kepucatan mulia mungkin dapat dimaklumi, tapi hidung besar? Well, itu membuat wajah terlihat lebih kecil!

Panci, kera, dan gajah

Masyarakat di Kamerun senang memakai kiasan untuk mengungkapkan sanjungan mereka. Seseorang, contohnya, bisa dikatakan “panci tua” (“vielle marmite”). Itu bukan hinaan, tapi sanjungan atas keterampilan memasaknya karena masyarakat di sana menganggap panci tua menghasilkan makanan terbaik. Bila Anda dipanggil “baobab”, dari nama pohon berukuran raksasa, itu berarti Anda sudah bekerja dengan baik dan dihormati.

Nada penghormatan serupa terdengar di Brazil ketika seseorang dipanggil “kera tua” (“macaco velho”). Ini berdasarkan pepatah tua, “Kera tua bijak tidak memasukkan tangannya ke dalam panci.” Di Brazil, kera suka makan dari buah berbentuk panci. Kera muda akan menempatkan tangannya ke dalam buah panci—tapi bisa tersangkut bila tangannya terus dikepal.

Orangutan di Indonesia (Getty Images/U. Ifansasti)
Di Brazil, menjadi “kera tua”, alih-alih yang muda, adalah hal bagus.

Masyarakat di India juga menghidupkan banyak imajinasi saat memberi pujian. Dalam bahasa Hindi, seseorang mungkin berkata “Gaja Gamini” (“dia berjalan seperti gajah”) kepada seorang wanita yang lewat. Lagipula, masyarakat di India tidak menganggap binatang sebagai bongkahan kikuk, melainkan sebagai pejalan kaki lambat dan gemulai. Kiasan ini bahkan mencetuskan imajinasi di Bollywood, yang memproduksi sebuah film dengan judul sama di mana aktris tenar Madhuri Dixit memerankan “Gaja Gamini” yang menggoda.

Apresiasi Kreatif

Di kawasan di mana bahasa Bengali digunakan, yang mencakup India dan Bangladesh, masyarakat suka berkata kepada seorang wanita bahwa dia “Dana Kata Pori” (“peri tanpa sayap”). Tentu saja maknanya bagus: lebih seperti bidadari yang diturunkan dari surga. Dengan kata lain, wanita tersebut cantik.

Masyarakat di Rusia juga cukup kreatif kalau soal pujian. Jika Anda dikatakan sehat seperti ketimun (“Огурчик”), itu artinya Anda tampak hidup dan segar. “Darah bersusu” (“Кровь с молоком”) juga sama-sama rayuan: itu artinya Anda punya pipi merona dan Anda penuh kekuatan.

Jikapun Anda meleset saat memberi pujian, bukan berarti Anda tidak boleh melakukannya. Biar bagaimanapun, tak ada yang membuat kita lebih bahagia selain sanjungan jujur, kata para penggagas Hari Pujian Dunia. Dan, bertolak belakang dengan Hari Ibu dan Hari Valentine, tak ada maksud komersial di baliknya. Memberi pujian tak butuh apa-apa selain sedikit keberanian.

1 Maret telah menjadi Hari Pujian Dunia sejak 2011. Itu berawal di Belanda, di mana hari tersebut sudah dirayakan sebagai Hari Pujian Nasional sejak 2003.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s