Oleh: Maralyn Hill
18 Oktober 2014 (revisi 13 Maret 2017)
Sumber: Luxe Beat Mag

Banyak dari kita pernah dengar ungkapan, “Anda punya satu kesempatan untuk membuat kesan pertama.” Jabat tangan dan/atau salam Anda adalah bagian dari kesan tersebut. Saya tidak bisa membahas semua negara, jadi saya akan bahas apa yang saya tahu. Selain itu, zaman sudah berubah dan adat-istiadat baru sedang diperkenalkan. Bukan berarti mereka sedang diadopsi.

Rujukan saya mencakup Do’s and Taboos Around the World, Modern Manners, serta banyak artikel yang saya baca dan pengalaman yang saya jumpai. Sebagian bertentangan, jadi secara pribadi saya akan mengikuti isyarat tuan rumah, yang kepadanya saya diperkenalkan. Saya ikut pengalaman pribadi.

Jabat Tangan

Ada jabat tangan modifikasi baru yang disebut “fist bump”. Para ilmuwan mengklaim ini paling higienis dan menganjurkannya. Akankah itu populer? Saya tidak berharap. Adat-istiadat dan tradisi memainkan peran besar dalam penyapaan dan saya akan pilih mengikuti isyarat tuan rumah.

Di Amerika Serikat, wanita atau pria mungkin menyodorkan tangan lebih dulu untuk jabat tangan. Namun, secara global, wanita menyodorkan tangannya lebih dulu.

Aljazair, Ghana, Hong Kong, dan Kenya—saat bertemu maupun pergi, jabat tangan pantas dilakukan.

Australia—jabat tangan tulus dan baik disambut.

Bolivia dan Uruguay—jabat tangan adalah lumrah.

Austria, Kanada, dan Swiss—jabat tangan erat adalah lazim saat bertemu dan pergi disertai kontak mata yang baik.

Karibia—secara umum, jabat tangan saat bertemu dan pergi dipraktekkan.

China—jabat tangan dapat diterima dan sedikit anggukan diapresiasi. Usia dan kedudukan sangat berarti dan orang paling tua diperkenalkan lebih dulu. Seseorang mungkin memperkenalkan diri dengan nama penuh, gelar penuh, dan nama perusahaan. Jika itu terjadi, Anda harus berbuat sama. Pastikan menunggu orang China menyodorkan tangan mereka. Mereka mungkin akan menghindarkan sorot mata sebagai tanda penghormatan dan Anda mungkin akan menerima tepuk-tangan.

Denmark, Finlandia, Irlandia, Norwegia, dan Swedia—jabat tangan erat singkat saat bertemu dan pergi disertai kontak mata.

Jerman—jabat tangan erat singkat untuk semua orang, baik menyapa maupun pergi. Pastikan tidak mengantongi salah satu tangan Anda.

Italia—jabat tangan dan gestur dilakukan oleh mayoritas orang, serta penggunaan gelar jika ada. Pria menunggu wanita menyodorkan tangannya.

Negara-negara Teluk (Bahrain, Kuwait, Kesultanan Oman, Watar, dan Uni Emirat Arab) dan Arab Saudi—biasanya mereka mengucap “assalaamu ‘alaikum” lalu berjabat tangan dan berkata “apa kabar”. Tuan rumah mungkin akan memegang bahu kanan Anda dan mencium kedua pipi Anda atau memegang tangan Anda sambil berjalan. Menarik tangan Anda dengan tajam dianggap hinaan, sementara berpegangan sebagai tanda persahabatan. Jabat tangan berlama-lama diharapkan. Wanita tidak termasuk dalam interaksi ini.

Pantai Gading, Maroko, Tanzania, Uganda, dan Zambia—jabat tangan merupakan adat-istiadat.

Luxemburg dan Belanda—pastikan berjabat tangan ringan dengan setiap orang saat dan datang dan pergi, seraya menjaga kontak mata.

Malaysia—jabat tangan lumrah di antara pria, tapi tidak sering di antara pria dan wanita.

Selandia baru—jabat tangan saat bertemu dan pergi pantas dilakukan. Jika ada wanita, tunggu sampai dia menyodorkan tangannya lebih dulu.

Rusia—secara umum, seorang Rusia akan menyatakan namanya dan berjabat tangan dalam pertemuan pertama. Ketika menyapa teman, mungkin akan ada rangkulan dan cium pipi.

Filipina—jabat tangan untuk pria dan wanita. Kadang tepukan di punggung untuk pria.

Singapura—jabat tangan adalah yang paling lumrah. Di kalangan orang Asia Timur, mereka mungkin akan membungkuk sedikit.

Taiwan—untuk kenalan dan teman, jabat tangan adalah lazim. Saat bertemu seseorang untuk pertama kali, anggukan kepala cukup.

Inggris—masyarakat biasanya menyambut dengan jabat tangan. Namun, bukan jabat tangan erat seperti AS. Jabat tangan ringan diapresiasi.

Rangkulan, Ciuman, dll.

Argentina—pria cenderung saling merangkul dan wanita berjabat tangan dengan kedua tangan, sambil mencium pipi.

Belgia—cium pipi dilakukan tiga kali, sambil bergantian pipi. Anda juga berjabat tangan ketika menyapa dan pergi. Pastikan kontak mata yang baik.

Brazil—orang Brazil sering berpelukan di jalan, berjabat tangan saat bertemu dan pergi, dan wanita yang bertemu bertukar cium pipi dan melakukan ciuman udara atau ciuman pipi ringan. Cukup lumrah untuk orang Brazil berdiri rapat dan menyentuh seseorang. Jabat tangan mungkin akan berlama-lama.

Chile—saat perkenalan pertama, jabat tangan adalah lazim, dengan ciuman di pipi kanan. Pria Chile mungkin akan merangkul pria lain dan biasanya wanita saling cium pipi.

Kolombia—pria akan berjabat tangan dengan setiap orang saat masuk atau pergi. Wanita biasanya menghindari jabat tangan, sebagai gantinya mereka berjabat lengan bawah.

Kosta Rika—pria berjabat tangan dan wanita saling cium pipi.

Ekuador, Guatemala, Honduras, Meksiko—jabat tangan untuk pertemuan pertama, wanita yang berteman dekat saling mencium pipi dan pria berpelukan.

El Salvador—jabat tangan adalah lazim, tapi sebagian hanya mengangguk.

Fiji—senyum dan alis terangkat adalah salam Anda, tapi jabat tangan pantas dilakukan.

Prancis—jabat tangan singkat dan ringan dengan setiap orang saat menyapa dan pergi. Pria mungkin akan menyodorkan tangannya kepada wanita, dan mencium bagian atas tangannya. Teman dan keluarga biasanya berpelukan dan mencium kedua pipi.

Yunani—apapun boleh. Orang Yunani mungkin akan mencium atau menawarkan jabat tangan erat setiap bertemu.

India—sementara pria berjabat tangan dengan pria saat bertemu dan pergi, wanita tidak. Pria harus menyatukan telapak tangan dan membungkuk sedikit dan tidak menyentuh wanita atau menyapa wanita yang sendirian di depan umum.

Indonesia—jabat tangan disertai anggukan kepala pantas dilakukan untuk perkenalan pertama.

Jepang—tidak berjabat tangan, hanya bungkukan kepala sedikit, pantas dilakukan untuk orang Barat. Jika Anda berurusan dengan orang Jepang berpendidikan Barat, mungkin akan disapa dengan jabat tangan dan kontak mata.

Nikaragua—senyum, jabat tangan, teman dekat saling berpelukan dan menepuk punggung. Wanita biasanya merangkul ringan dan saling cium pipi.

Pakistan—jabat tangan adalah lumrah, tapi teman dekat berpelukan. Pria tak boleh menyentuh atau berjabat tangan dengan wanita di depan umum. Pastikan tidak memberi atau menerima apapun dengan tangan kiri.

Panama—teman mengangguk dan berpelukan, jabat tangan pantas dilakukan di antara rekan bisnis.

Paraguay—orang-orang berdiri sangat rapat, pria sering berpelukan dan wanita saling cium kedua pipi.

Peru—jabat tangan saat bertemu dan pergi. Pria seringkali merangkul teman dekat, wanita seringkali mencium pipi temannya.

Portugal—pria cenderung berpelukan dan saling menepuk punggung dengan antusias. Untuk wanita kenalan dekat, ciuman di kedua pipi adalah lumrah.

Puerto Riko—jabat tangan, tapi teman dekat seringkali berpelukan. Wanita cenderung saling memegang bahu dan saling mencium pipi. Orang Puerto Riko berdiri cukup rapat saat mengobrol.

Sri Lanka—jabat tangan ringan dan jangan memberi atau menerima apapun dengan tangan kiri.

Afrika Selatan—jabat tangan, mengobrol, dan menepuk punggung semua bersamaan.

Korea Selatan—pria saling membungkuk sedikit sambil berjabat tangan, memakai kedua tangan atau tangan kanan. Wanita membungkuk dan secara umum tidak berjabat tangan, apalagi dengan pria.

Spanyol—pria yang berteman seringkali berpelukan, sementara wanita merangkul ringan dan saling mencium pipi.

Tahiti—kebanyakan berjabat tangan saat bertemu. Orang Tahiti umumnya mencium pipi saat menyapa.

Thailand—tradisi Thailand adalah “wai”, dilakukan saat Anda menyatukan kedua tangan di dada dalam posisi berdoa. Namun, jika Anda berada di latar sosial terbaratkan, jabat tangan mungkin terjadi. Tunggu orang yang berkuasa untuk memulai proses.

Venezuela—pria menyapa dengan rangkulan dan wanita dengan pelukan dan ciuman di pipi. Jabat tangan juga lazim.

Nama

Bangladesh—jabat tangan (tidak seerat di AS) dengan pria. Mengangguk dan mengucapkan sapaan saat diperkenalkan kepada wanita. Pastikan tidak memberi atau menerima apapun dengan tangan kiri.

Finlandia—lebih baik menggunakan nama untuk menyapa. Hindari menyerbu ruang.

Islandia—menyapa dengan nama pertama.

Israel—“shalom” adalah salam yang diterima.

Sebelumnya saya minta maaf bila menyisihkan negara tertentu atau tidak menjelaskan adat-istiadat seakurat mungkin. Demi menghemat ruang, saya meminimalkan deskripsi. Tujuan utama artikel ini adalah memperluas kesadaran Anda akan adat-istiadat berbeda dari budaya berbeda. Sebagian budaya merasa tidak nyaman jika Anda berdiri terlalu dekat, dan sebagian lain suka berdekatan. Semakin kita saling memahami, semakin baik kita dapat berkomunikasi. Tentu saya menanti komentar apapun dari Anda tentang aspek-aspek yang mungkin saya lewatkan atau situasi yang pernah Anda jumpai. Kirim saja surat ke luxebeatmag@gmail.com dengan subjek: Surat untuk Editor.

Tentang Penulis

Maralyn Dennis Hill adalah Executive Editor Luxe Beat Magazine dan dikenal sebagai The Epicurean Explorer. Dia lahir untuk bepergian dan senang bercerita. Sebagai penulis perjalanan dan makanan profesional, Maralyn tergugah oleh semua aspek spa dan wisata kuliner. Dari santapan lokal hingga Michelin Star, dari yang sederhana hingga gourmet, dia tumbuh dengan menemukan rasa, bumbu, dan tren di seluruh dunia. Bukan cuma senang berbagi kisah adat-istiadat unik, Maralyn juga percaya bahwa hasratnya akan keliling dunia merupakan pelajaran geografi terhebat. Bagian terbaik adalah bertemu orang-orang sepanjang jalan dan mendengar cerita mereka. Dari Bocuse d’Or hingga menjadi juri di Turks & Caicos Conch Festival dan Oregon Chocolate Festival dan masih banyak lagi, Maralyn betul-betul penjelajah dunia. Dia adalah tamu tetap di acara-acara radio serta editor dan kontributor untuk lebih dari delapan penerbitan cetak dan daring. Maralyn terus menjangkau audiens beberapa juta di AS dan luar negeri. Petualangannya tak berhenti di situ. Saat ini Maralyn menjadi anggota dewan Curran Pendleton Press dan Stella Jane Marketing. Dia juga mengarang tiga buku bersama penulis lain dan dari 2002 s/d 2006, dia membawakan acara TV kabel di Time-Warner. Maralyn adalah mantan presiden The International Food Wine & Travel Writers Association (12-2008 s/d 12-2012) dan meneruskan pekerjaannya sebagai anggota dewan dan salah satu direktur Conference and Media Trip Committee di sana. Dia adalah anggota Society of American Travel Writers and Society of Professional Journalists. Saat tidak terbang ke destinasi berikutnya, Maralyn menikmati melatih orang-orang dalam menulis dan memasarkan proyek sukses. Dan kendati hidup untuk bepergian, dia menikmati waktu tenang dengan menjelajah dan menulis bersama suaminya, Norman. Spesialisasi: wisata kuliner, kemewahan dan spa, tapi mencintai semua perjalanan. Menilai makanan sangat dinikmati dan Maralyn senang memanfaatkan pertemuan, dorongan, dan keterampilan perencanaan rapatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s