China Modern Berasal Dari Afrika

5 Desember 2001
Sumber: Race and History

Manusia modern, atau Homo sapien, mungkin bermigrasi dari Afrika ke China melalui Asia Tenggara antara 18.000 sampai 60.000 tahun lampau, kata para peneliti.

Temuan riset terbaru ini, yang dibuat oleh para ilmuwan China dan kolega internasional mereka, menyimpulkan bahwa manusia modern mungkin pindah dari Afrika ke China menggantikan Mono erectus (manusia berjalan tegak purba) di sana untuk menjadi nenek-moyang manusia modern negara tersebut.

Kesimpulan ini didasarkan pada perbandingan dan analisa DNA kromosom Y menggunakan sampel 88 populasi yang masih eksis yang tinggal di Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania, kata Ji Lin, salah satu peneliti studi “Chinese Human Genome Diversity Project”.

Ji Lin adalah profesor dari National Human Genome Center di Shanghai dan Institute of Genetics Universitas Fudan.

Para ilmuwan menemukan bahwa variasi-variasi kromosom Y di China utara berasal dari kromosom Y di China selatan, sebuah temuan membuktikan sejumlah kecil pendatang asal Afrika bergerak ke China utara akibat rintangan Sungai Yangtze besar. Dan orang Polinesia, yang tinggal di pulau-pulau Samudera Pasifik, ditemukan memiliki kromosom Y berbeda dari orang Taiwan, memaksa ilmuwan mempertimbangkan kembali hipotesis bahwa orang Polinesia adalah keturunan aborigin Taiwan.

Secara keseluruhan, hampir semua variasi kromosom Y di Asia Timur dan Oseania dapat ditemukan di antara kromosom Y di Asia Tenggara, imbuh Li Jin.

Jadi, temuan-temuan ini juga mengindikasikan manusia modern bermigrasi dari Afrika ke Asia Tenggara hampir 60.000 tahun lampau.

Sesudah itu, para migran diyakini bertolak ke dua arah: satu bergerak ke arah utara menuju China selatan dan lantas menyebar ke wilayah utara negara tersebut dengan menyeberangi Sungai Yangtze, dan satu lagi pergi ke Indonesia dan akhirnya mencapai Oseania.

Penelitian kromosom Y adalah metode penting untuk menelusuri pola migrasi manusia dan temuan-temuan ini menjernihkan hubungan antara kelompok-kelompok bangsa di Asia Tenggara, dan Asia Timur dan Oseania, kata peneliti terkemuka China lainnya, Jiayou Chu, yang merupakan profesor dari Chinese Academy of Medical Sciences.

Hasil riset terbaru ini dipublikasikan dalam Proceeding of National Academy of Sciences, sebuah jurnal AS, edisi hari ini.

Temuan ini menandakan para ilmuwan sudah membuat kemajuan dalam pencarian asal-usul manusia, walau kesimpulan bahwa manusia modern China bermigrasi dari Afrika masih tetap kontroversial, kata akademisi Chinese Academy of Sciences, Zhu Chen, yang juga direktur National Human Genome Center Shanghai.

Pada 1987, para ilmuwan AS mengemukakan sebuah teori berdasarkan bukti DNA mitokondria bahwa semua manusia berasal dari Afrika dan lalu bermigrasi ke pelosok-pelosok bumi lainnya. Dalam lingkaran akademis internasional diajukan beberapa argumen perihal teori bahwa seluruh manusia paleoantropik berasal dari Afrika. Sementara itu, para ilmuwan mencatat fosil Manusia Peking yang hidup 500.000 tahun lampau dan Manusia Yuanmao lebih dari 1,7 juta tahun lampau ditemukan di China, tapi keduanya tak memiliki pertalian turun-temurun langsung dengan manusia China modern.

Terdapat keterputusan atau “patahan” pada fosil orang China paleoantropik yang hidup sekitar 60.000 sampai 100.000 tahun lampau, kata peneliti.

Bertepatan dengan catatan fosil, tahun lalu ilmuwan China menemukan bahwa unsur-unsur primitif DNA yang ditemukan pada orang China modern identik dengan yang ditemukan pada orang Afrika.

Penemuan ini menyediakan bukti berbobot atas landasan genetika untuk teori bahwa orang China modern tidak berevolusi dari manusia berjalan tegak purba di China, melainkan berasal dari Afrika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.