Sejarah Pribumi Amerika – Periode Pra-Eropa

Oleh: CR Smith
3 Januari 2007
Sumber: Cabrillo

Segalanya adalah air kecuali sepotong kecil tanah. Pada permukaannya terdapat elang dan anjing hutan. Lalu kura-kura berenang kepada mereka. Mereka mengirimnya untuk menyelam menuju bumi di dasar air. Kura-kura sedikit saja mencapai dasar dan menyentuhnya dengan kakinya. Ketika ia naik lagi, seluruh bumi tampak terhanyut. Anjing hutan mencermati kuku-kukunya. Akhirnya dia menemukan sebutir tanah. Lantas dia dan elang mengambilnya dan menaruhnya. Dari itu mereka membuat bumi sebesar-besarnya. Dari tanah ini mereka juga membuat enam pria dan enam wanita. Mereka mengirim orang-orang ini berpasangan ke arah berbeda-beda dan orang-orang ini berpisah. Setelah beberapa lama, elang mengutus anjing hutan untuk mencaritahu apa yang sedang mereka kerjakan. Anjing hutan kembali dan berkata: “Mereka sedang mengerjakan sesuatu yang buruk. Mereka sedang memakan bumi. Satu sisi sudah lenyap.” Elang berkata: “Itu buruk. Mari buat sesuatu untuk mereka makan. Mari kirim merpati untuk mencarikan sesuatu.” Maka merpati berangkat. Ia menemukan sebutir tepung. Elang dan anjing hutan menaruh ini di permukaan tanah. Lalu tanah diliputi benih dan buah. Sekarang mereka menyuruh orang-orang itu untuk memakannya. Ketika benih kering dan matang, orang-orang itu mengumpulkannya. Lalu mereka bertambah banyak dan menyebar luas. Tapi air masih di bawah bumi.

Semua manusia tertarik pada asal-usul mereka dan coba menerangkan eksistensi mereka lewat kisah-kisah penciptaan, seperti kutipan di atas yang dituturkan oleh Yaudanchi (Bangsa penutur bahasa Yokut yang hidup di Lembah San Joaquin tengah-selatan, California). Setiap masyarakat pribumi Amerika Utara memiliki kisah serupa yang menceritakan tindakan dan perbuatan “penguasa” di masa lampau. Kisah-kisah ini umumnya menjelaskan bagaimana orang-orang sampai tinggal di tempat mereka berada sekarang, bagaimana mereka memperoleh perkakas dan adat-istiadat, dan kenapa seseorang harus bertindak, atau tidak boleh bertindak, dalam cara tertentu. Yang paling umum, mereka memuat konsepsi fundamental mengenai alam, masyarakat, dan bagaimana orang-orang semestinya berhubungan dengan dunia dan dengan satu sama lain.

Seperti halnya Bangsa Pribumi Amerika Utara, para antropolog dan arkeolog juga mempunyai kisah penciptaan yang menjelaskan bagaimana suku-suku pribumi Amerika bisa ada, meski kisah-kisah mereka berbeda mencolok dari kisah-kisah mayoritas Bangsa Pribumi. Bukan kisah yang lebih bagus, cuma berbeda. Versi pendeknya, dan sampai beberapa tahun lalu menjadi buku teks standar, berbunyi begini (untuk versi panjang, klik di sini):

Manusia pertama kali berevolusi di Afrika sekitar 4-5 juta tahun lampau. Pada 4 juta tahun berikutnya, melalui hubungan saling mempengaruhi antara evolusi dan adaptasi, kelangsungan dan kepunahan, banyak spesies manusia berevolusi. Pada sekitar 100.000-120.000 tahun lampau, orang-orang yang secara fisik mirip manusia modern sudah berevolusi di Afrika dan kira-kira 100.000 tahun lampau sebagian dari mereka bermigrasi ke seluruh dunia, mencapai Asia tengah dan timur pada sekurangnya 40.000 s/d 50.000 tahun lampau. Dan dari populasi “keluaran Afrika” inilah para imigran pertama ke Amerika berasal, mencapai Amerika Utara sekitar 12.000 tahun lampau melalui “jembatan tanah” antara Asia dan Amerika Utara.

“Jembatan tanah” eksis karena pada berbagai waktu selama Pleistosen (Zaman Es), gletser-gletser kontinental luas (di tempat-tempat setebal dua mil) terbentuk di sebagian besar paruh utara Amerika Utara. Setiap kali massa glasial mencapai luas maksimumnya (menarik air dalam jumlah masif dari samudera dan menyebabkan penurunan permukaan laut di seluruh dunia), Alaska dan Siberia timurlaut dihubungkan oleh sebuah “jembatan tanah” lebar yang membentuk bagian sebuah provinsi yang geolog namai Beringia. Jembatan tanah ini muncul (dan lenyap) beberapa kali selama Pleistosen (Zaman Es): dari sekitar 75.000 s/d 45.000 tahun lampau, dan muncul lagi dari sekitar 25.000 s/d 14.000 tahun lampau, ketika jembatan tanah tersingkap untuk terakhir kalinya. Dan selama kemunculan terakhir inilah para pemburu hewan besar nomaden yang tinggal di lintang tinggi di Asia Timurlaut menyeberang ke Amerika lewat “jembatan tanah”. Para perintis ini hidup dalam kelompok kecil, memburu binatang buruan berukuran besar dan sedang semisal mamut, muskox, dan bison yang menyediakan mereka makanan, jangatnya sumber perlindungan dan pakaian, dan kotorannya mungkin dipakai sebagai pengganti kayu bakar.

Peta ini adalah animasi GIF berulang yang melukiskan penyurutan gletser di Amerika Utara—dimulai sekitar 18.000 tahun lampau. Jika perambah Anda mendukung gambar animasi, Anda akan melihat perubahan luas glasial di peta. Jika perambah Anda tidak mendukung animasi, Anda bisa melihatnya dengan mengklik di sini. CATATAN: Animasi GIF berulang ini dibuat oleh Illinois State Museum dan dapat ditemukan di situs mereka.
Peta ini adalah animasi GIF berulang yang melukiskan penyurutan gletser di Amerika Utara—dimulai sekitar 18.000 tahun lampau. Jika perambah Anda mendukung gambar animasi, Anda akan melihat perubahan luas glasial di peta. Jika perambah Anda tidak mendukung animasi, Anda bisa melihatnya dengan mengklik di sini.
CATATAN: Animasi GIF berulang ini dibuat oleh Illinois State Museum dan dapat ditemukan di situs mereka.

Namun, begitu sampai di Alaska, para pemburu binatang besar ini terhadang untuk pergi ke selatan atau timur oleh keberadaan gletser, di beberapa tempat sampai setebal dua mil dan menghampar dari pesisir Atlantik ke rangkaian pegunungan Alaska dan British Columbia (tapi tidak sampai ke pesisir Pasifk), dan dari pantai selatan Great Lakes ke kawasan kutub utara. Kemudian sekitar 12.000 tahun lampau gletser-gletser ini mulai lenyap dan sebuah koridor “bebas es” muncul di antara gletser Alaska dan British Columbia yang surut dan gletser yang terbentang ke arah timur di Kanada, dan membuka pintu menuju Amerika untuk kali pertama (begitu katanya) dalam sejarah manusia. Dan melalui koridor inilah para perintis Amerika-sekaligus-Siberia yang tahan banting ini maju ke selatan, mencapai Dataran Great Plains Amerika Utara sekitar 11.400 tahun lampau.

Setelah para perintis ini melintasi koridor “bebas es”, mereka menyebar ke banyak arah: sebagian kelompok bergerak ke AS Timur; sebagian lain terus ke selatan menuju Meksiko utara; sebagian lagi bergerak ke Great Basin dan kawasan Baratdaya AS. Dengan begitu mereka menjadi Orang Amerika Pertama, atau para arkeolog menyebut mereka Paleo-Indian, dan diakui sebagai SANG populasi leluhur bagi semua Pribumi Amerika hari ini.

Yang paling awal, dan paling dikenal, di antara “para pendiri” ini disebut kaum Clovis, diambil dari nama sebuah situs di New Meksiko di mana, pada 1930-an, mata-mata tombak batu besar pipih dwimuka ditemukan dalam kaitan langsung dengan tulang mamut (dalam beberapa kasus bahkan tertanam pada tulang rusuk mamut). Para pemburu Clovis meninggalkan mata [tombak] batu mereka dan memotong tulang binatang di situs pembunuhan yang tersebar di seantero Amerika Utara. Ketika penanggalan radiokarbon diperkenalkan pada 1950-an, umur situs-situs Clovis ditunjukkan berkisar dari 11.000 s/d 11.400 tahun—beberapa ribu tahun lebih tua daripada situs manapun di Amerika (setidaknya begitulah pemikiran saat itu), persis tidak lama sesudah koridor terbuka.

Segalanya terasa pas: tak ada orang di Amerika sebelum 12.000 tahun lampau (gara-gara lapisan es), terbukanya koridor bebas es dimulai sekitar 12.000 tahun lampau, dan munculnya Clovis secara tiba-tiba sekitar 11.400 tahun lampau, dan penyebaran pesat mereka ke segenap Amerika Utara. Jadi Clovis adalah Orang Amerika Pertama.

Sebuah cerita yang sederhana, meyakinkan, bahkan boleh dibilang menggiurkan—beberapa kelompok kecil pemburu binatang besar nomaden dari Siberia yang mengkoloni sebuah tanah perawan dan selama ribuan tahun keturunan mereka menyebar ke setiap pelosok Amerika dan melahirkan mayoritas kaum pribumi di Amerika hari ini. Ini dulu (dan KINI masih, bagi banyak arkeolog) merupakan ajaran arkeologi Amerika.

TAPI…kini rasanya skenario ini terlalu sederhana. Di seluruh Amerika, para arkeolog dan atropolog, bersama dengan ahli genetika, ahli geologi, dan beberapa suku pribumi Amerika, sedang menghimpun data baru, menaksir ulang data lama, dan menghasilkan model-model baru yang menyangsikan model asal-usul genetik dan kultural tunggal serta model Clovis Paling Dulu. Dan jawaban-jawaban yang muncul terhadap pertanyaan: siapa Orang Amerika Pertama, dari mana mereka datang, bagaimana mereka sampai ke Amerika, kapan mereka tiba di Amerika, dan seperti apa cara hidup mereka pada masa kolonisasi permulaan, sangat berbeda dari jawaban-jawaban beberapa tahun lalu dan mengindikasikan sebuah gambaran yang amat berbeda dari cerita buku teks standar perihal Siapa Orang Amerika Pertama.

  • SIAPA Orang Amerika PERTAMA?
    Bukti kerangka tulang dan genetik yang terus bertumpuk mengindikasikan bahwa populasi paling awal yang masuk ke Amerika bukanlah orang Asia yang latar belakang genetik utamanya adalah penduduk Asia timurlaut dan Mongolia timur (pandangan lama). Pada akhir 1999, para ilmuwan bertemu di California dan New Mexico untuk mempertimbangkan implikasi kerangka Amerika kuno yang ditemukan baru-baru ini atau dipelajari ulang, yang kebanyakan bertanggal antara 8.600 s/d 11.000 tahun lampau. Dan temuan mereka menggoncang fondasi komunitas antropologi. Alih-alih menyerupai suku Indian Amerika yang dikenal dalam sejarah, sederet bentuk tulang yang terungkap sejauh ini menampakkan pertalian dengan populasi yang bermacam-macam seperti Ainu Jepang, suku-suku Asia tengah, Australasia, India, Asia baratdaya, bahkan Neandertal Eropa (lihat Ancestors of the New World Had Multiple Origins untuk informasi lebih jauh soal kemungkinan koneksi Neandertal). Bukti genetik juga mendukung ide banyak migrasi bangsa yang berasal dari populasi genetik berlainan: mungkin sebanyaknya empat atau lima populasi genetik berlainan. Seperti apa rupa orang Amerika paling awal ini? Lihat di sini.
  • BAGAIMANA mereka SAMPAI KE Amerika?
    Walaupun beberapa populasi, boleh jadi nenek-moyang genetik dan kultural kaum Clovis, berjalan menyeberangi “jembatan tanah” dan menyusuri koridor bebas es di Kanada barat, sebagian teoris mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa orang-orang bermigrasi ke Amerika dengan berjalan kaki atau berperahu sepanjang Beringia yang kini terendam dan landas-landas kontinental Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. Sementara ide-ide lama menekankan bahwa gletser Zaman Es akhir memanjang ke samudera Pasifik, studi-studi baru menunjukkan tidak demikian. Malah, ide kita tentang lingkungan seluruh “jembatan tanah” telah berubah secara mencolok dalam beberapa dasawarsa terakhir. Mungkin koridor “bebas es” terdapat di pesisir Pasifik Amerika, yang mana akan turut menjelaskan kenapa sebagian dari situs-situs tertua Amerika berada di Amerika Selatan, bukan Amerika Utara. Para ilmuwan lain mengusulkan migrasi manusia perahu dari Eropa, mendasrkan hipotesis mereka pada apa yang mereka anggap sebagai kesamaan teknologi dan tipe perkakas antara kaum Clovis dan Solutrean yang hidup di Prancis sekitar 18.000 tahun lampau. Agaknya, manusia perahu Eropa menggunakan rute yang sama dengan yang ditempuh bangsa Nordik (Viking) ribuan tahun kemudian (sekitar 1.100 tahun silam), ketika mereka menetap di Islandia, Greenland, Newfoundland, dan AS timurlaut.
  • KAPAN mereka TIBA?
    Bukti arkeologis mengindikasikan orang-orang sudah tinggal di Amerika jauh sebelum kemunculan pertama Clovis. Sebagai contoh, orang-orang tinggal di sebuah situs bernama Monte Verde (di Chile) sedikitnya 12.500 tahun lampau (dan barangkali sebanyaknya lebih dari 30.000 tahun lampau). PADA suatu titik, setelah penduduk meninggalkan situs, luapan air anak sungai meliputi situs, menaruh endapan gambut yang mengawetkan sederet benda: tulang binatang, papan kayu, pancang, dan [kulit] binatang yang dipakai untuk menutupi tempat tinggal berbentuk persegi panjang, abu perapian, jejak kaki manusia, dan sisa-sisa lebih dari 70 jenis tumbuhan yang dapat dimakan. Di Meadowcroft Rock Shelter, Pennsylvannia barat, terdapat bukti penghunian manusia yang hampir berkesinambungan, mulai dari suku Seneca Iroquois pada abad-abad pertama pendudukan Inggris dan Amerika sampai ke kaum Clovis dan selebihnya. Sang penggali situs, Dr. James Adovasio, mengklaim menemukan lubang-lubang api buatan manusia yang bertanggal lebih dari 14.000 tahun lampau, dengan indikasi beberapa berumur 17.000 tahun. Serangkaian tanggal radiokarbon menempatkan orang-orang di situs perkemahan sisi sungai Chile selatan-tengah ini sekitar 12.500 tahun lampau.
  • SEPERTI APA CARA HIDUP mereka?
    Beranekaragam dan bermacam-macam praktek penghidupan (dan karenanya, beranekaragam dan bermacam-macam teknologi dan perkakas). Jika kaum Clovis (dan leluhur genetik dan kultural dekat mereka) melintasi “koridor bebas es” dan muncul ke dataran Great Plains Amerika Utara, penghidupan mereka kemungkinan berpusat pada konsumsi megafauna, ditambah makanan tumbuhan familiar. Adapun mereka yang masuk Amerika sepanjang pesisir Pasifik, baik dengan jalan kaki atau berperahu, sumber makanannya akan lengkap, mulai dari kerang-kerangan, ikan, burung, telur burung, sampai mamalia laut, plus spesies tanaman yang tersebar luas sepanjang pesisir dan dikenal baik oleh para perintis ini.

Pembagian Sejarah Pribumi Amerika Periode Pra-Eropa

Arkeolog membagi masa lalu Amerika Utara ke dalam sejumlah periode waktu, baik untuk menekankan ciri-ciri yang dimiliki bersama oleh berbagai budaya pada satu waktu maupun untuk menyoroti perbedaan mereka dari budaya-budaya di masa lain. Sialnya, tidak ada kesepakatan bagaimana sebaiknya membagi masa lalu yang berguna dan/atau konsisten untuk seluruh pribumi Amerika Utara. Yang digunakan di sini membagi periode sebelum kedatangan orang Eropa dan Amerika (keturunan penetap dari Eropa yang lahir di Amerika) ke dalam tiga periode waktu utama: Paleo-Indian, Arkais, dan Formasi.

Periode Paleo-Indian mencakup masa ketika orang-orang pertama kali masuk ke Amerika. Karena terdapat kontroversi hebat seputar kapan persisnya orang-orang pertama datang ke Amerika, tidak ada titik awal pasti yang bisa diberikan untuk periode Paleo-Indian. Sebagian ilmuwan menyebut manusia masuk ke Amerika tidak lebih awal dari 13.000 tahun lampau, sementara ilmuwan lain percaya bahwa orang-orang tinggal di Amerika jauh sebelum 13.000 tahun lampau. Selain itu, kisah asal-usul dari banyak masyarakat Pribumi Amerika menyatakan mereka terbentuk di lokasi-lokasi geografis tempat mereka berada ketika pertama kali dijumpai oleh bangsa Eropa; jadi, Indian telah senantiasa ada di Amerika. Periode Paleo-Indian berakhir dengan perubahan iklim besar (dan perubahan flora dan fauna yang mengiringinya) yang disebabkan oleh berakhirnya Pleistosen (Zaman Es), sekitar 10.000 tahun lampau.

Periode Arkais adalah hasil perkembangan periode Paleo-Indian dan mencakup waktu dari akhir Pleistosen sampai sekitar 4.000 s/d 5.000 tahun lampau. Selama masa inilah orang Paleo-Indian menyebar ke seluruh Amerika, masuk ke setiap bagian benua yang dapat dihuni, menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan ekstrim-ekstrim suhu dan iklim kawasan, menuju pegunungan dan lembah, daerah hutan lebat dan gurun pasir kering, padang rumput hijau dan tundra gersang, tanah rawa pesisir dan danau pedalaman. Seiring waktu, budaya-budaya India yang semakin beranekaragam mengalami evolusi sehingga menjelang akhir periode Arkais, Amerika Utara merupakan tempat percampuran budaya, bahasa, dan masyarakat yang berbeda-beda.

Akhir periode Arkais sulit ditetapkan. Seawalnya 4.000 s/d 5.000 tahun lampau, masyarakat di banyak tempat di Amerika Utara mulai melakukan hal-hal secara lain: beralih dari sistem sosial egaliter ke sistem sosial-politik kompleks, seringkali sangat terstrata; bergeser dari pola nomaden ke pola pemukiman menetap dan tinggal di desa-desa dan kota-kota permanen dan besar; bereksperimen dengan seaneka tanaman asli Amerika Utara, yang sebagiannya didomestikasi pada periode berikutnya; terlibat dalam sederet praktek pengelolaan lingkungan, termasuk penggunaan api; memproduksi tembikar; terlibat dalam perdagangan jarak jauh. Di sisi lain, banyak masyarakat periode arkais mempertahankan cara hidup arkais sampai kurang dari 100 tahun lalu.

Periode Formasi, yang dimulai pada berbagai waktu antara 3.000 s/d 5.000 tahun lampau, menyaksikan berkembangnya masyarakat pribumi. Tren periode arkasi menjadi tema dominan selama periode formasi. Di beberapa kawasan geografis, orang-orang terlibat dalam pertanian penuh waktu, hidup di kota-kota berpenduduk 10.000 orang lebih, dan meninggikan pemimpin mereka secara arsitektur maupun sosial. Sebagai contoh, di kota kuno Cahokia, para pemimpin, yang mungkin dianggap jelmaan hidup dewa-dewi, tinggal di puncak gundukan tanah yang menjulang beberapa ratus kaki ke udara. Di AS baratdaya, masyarakat yang dibubuhi istilah Anasazi, mendirikan kompleks apartemen multi-kamar multi-lantai, membangun jalan-jalan untuk menghubungkan kota kecil dan kota besar dengan satu sama lain, dan terlibat dalam perdagangan jarak jauh dengan kekaisaran-kekaisaran besar Mesoamerika.

Periode Formasi berakhir dengan, atau mungkin sedikit lebih dulu, kolonisasi Eropa atas Amerika Utara. Saya katakan “mungkin sedikit lebih dulu” karena terdapat indikasi bahwa sebelum bermukimnya orang Eropa di Amerika Utara, para nelayan Eropa rutin mendatangi daerah penangkapan ikan yang kaya di lepas pantai Nova Scotia, Newfoundland, dan Maine. Dalam prosesnya, para nelayan ini sering mendarat untuk mendapatkan air, makanan, kayu, dan bahan bakar, dan boleh jadi mereka juga menjangkiti populasi Indian lokal dengan penyakit. Mengingat tak adanya kekebalan genetik terhadap penyakit-penyakit ini, dirangkai dengan populasi padat di Amerika Utara timurlaut, mungkin penyakit mulai mengurangi banyak masyarakat periode Formasi sebelum bermukimnya bangsa Eropa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s