Relativitas Keserempakan – Pendaratan Bulan Dari Bulan

Salah satu kesimpulan paling fundamental yang dibuat Albert Einstein dari kecepatan terbatas cahaya dalam teori relativitas khususnya adalah relativitas keserempakan—karena cahaya makan waktu terbatas untuk melintasi jarak di ruang, kita tidak mungkin menetapkan keserempakan berdasarkan jam universal yang dibagipakai oleh semua pengamat.

Advertisements

Dasar-dasar Relativitas Khusus: Relativitas Keserempakan

Jika satu pengamat berpikir bahwa dua peristiwa berlangsung serempak, satu pengamat lain mungkin tidak berpikir demikian. Awalnya ini akan terdengar seperti salah satu dari sekian banyak efek baru yang dihadirkan relativitas. Namun, seiring kita gali lebih dalam, Anda akan lihat bahwa ini merupakan penyesuaian penting yang Einstein lakukan terhadap pemahaman kita akan ruang dan waktu dalam relativitas khusus. Sekali Anda memahaminya, segala hal lain jadi masuk akal. (Dan sebelum Anda memahaminya, tak ada yang masuk akal!)

Ramalan Swawujud

Pernahkah Anda bangun dari tidur malam tak enak usai beberapa mimpi buruk dan berpikir: “Ini akan jadi hari yang buruk,” dan di penghujung hari berkesimpulan bahwa prediksi Anda tepat dan inilah persis yang terjadi? Anda mungkin berpikir bahwa Anda telah memprediksi hasil akhir hari Anda, dan bahwa mungkin seharusnya Anda tetap di rumah hari itu.

Inovasi Terbuka

Pertanyaan besar sekarang adalah: akankah keterbukaan Internet bertahan atau layu? Ancaman kebijakan di bidang-bidang seperti hak cipta bertambah banyak. Dan teknologi baru, seperti pembelajaran mesin atau Internet of Things, tidak didasarkan pada model standar terbuka sebagaimana World Wide Web.

Kata Einstein Tentang Bahasa Umum Sains

Einstein menelusuri bagaimana bahasa berkembang sebagai alat untuk mengubah pikiran ke dalam ekspresi akustik dan berevolusi menjadi “instrumen penalaran”. Lalu dia berargumen bahwa sains adalah bahasa paling internasional—satu-satunya instrumen penalaran manusia yang dimiliki bersama—tapi metode ilmiah saja, tanpa arahan moral, tidak cukup untuk memastikan kesejahteraan peradaban kita.

Tatabahasa Universal Noam Chomsky

Selama paruh pertama abad 20, para ahli bahasa berteori tentang kemampuan bicara manusia dari perspektif behaviorisme yang berkuasa saat itu. Karenanya mereka berpandangan bahwa pembelajaran bahasa, seperti jenis pembelajaran lain, dapat dijelaskan dengan serangkaian coba-dan-salah dan imbalan keberhasilan.