Black Hole Quantum

Oleh: Bernard J. Carr dan Steven B. Giddings
(Sumber: Scientific American Reports – Special Edition on Astrophysics, 2007, hal. 20-27)

Fisikawan dapat segera menciptakan black hole di laboratorium.

Sejak fisikawan menemukan akselerator partikel, hampir 80 tahun silam, mereka telah menggunakannya untuk tugas-tugas sedemikian eksotis seperti memecah atom, mengubah unsur, menghasilkan antimateri, dan menciptakan partikel-partikel yang sebelumnya tidak teramati di alam. Dengan keberuntungan, mereka dapat segera mengemban sebuah tantangan yang akan membuat pencapaian-pencapaian itu terasa hampir biasa-biasa saja. Akselerator dapat menghasilkan objek paling misterius di alam semesta: black hole.

Saat berpikir tentang black hole, seseorang biasanya membayangkan monster raksasa yang dapat menelan pesawat antariksa, atau bahkan bintang, bulat-bulat. Tapi lubang yang dapat dihasilkan di akselerator berenergi tertinggi—barangkali secepatnya pertengahan tahun 2008, saat Large Hadron Collider (LHC) di CERN dekat Genewa mulai berjalan pada energi penuh—adalah sepupu jauh raksasa astrofisikal tersebut. Mereka akan [berukuran] mikroskopis, sebanding dengan partikel unsur. Mereka tidak akan merobek bintang, tidak akan merajai galaksi, atau menjadi ancaman bagi planet kita, tapi, dalam beberapa hal, sifat mereka semestinya lebih dramatis. Lantaran efek quantum, mereka akan menguap sesaat setelah terbentuk, menerangi detektor partikel layaknya pohon Natal. Dalam pada itu, mereka dapat memberi petunjuk tentang bagaimana ruang-waktu terangkai bersama dan apakah ia mempunyai dimensi lebih tinggi yang tak terlihat. Read more…