Dalam Pola Misterius, Matematika dan Alam Bertemu

Pada 1999, saat duduk di sebuah halte bus di Cuernavaca, Meksiko, seorang fisikawan Ceko bernama Petr Šeba melihat anak-anak muda menyerahkan carikan kertas kepada para sopir bus dengan imbalan uang tunai. Itu bukan kejahatan terorganisir, setahu dia kemudian, melainkan salah satu profesi bayangan: setiap sopir membayar seorang “mata-mata” untuk mencatat kapan bus di depannya meninggalkan halte. Jika bus itu berangkat baru-baru ini, dia akan memperlambat kendaraan, agar penumpang bertumpuk di halte berikutnya. Jika bus itu berangkat sudah lama, dia akan mempercepat kendaraan agar bus-bus lain tidak menyusulnya. Sistem ini memaksimalkan laba para sopir. Dan ini memberi Šeba ide.

Advertisements

Permata di Jantung Fisika Quantum

Pengungkapan bahwa interaksi partikel, peristiwa terdasar di alam, adalah konsekuensi dari geometri betul-betul memajukan upaya puluhan tahun untuk merumuskan ulang teori medan quantum, kumpulan hukum yang mendeskripsikan partikel-partikel unsur dan interaksi mereka. Interaksi yang tadinya dikalkulasi dengan rumus-rumus matematika sepanjang ribuan suku kini dapat dideskripsikan dengan mengkomputasi volume “amplituhedron” mirip permata, yang menghasilkan ekspresi satu suku sepadan.

Fisikawan Bongkar “Ruang Teori” yang Geometris

Pada 1960-an, fisikawan karismatik Geoffrey Chew mengadopsi visi alam semesta radikal, serta cara baru mengerjakan fisika. Para teoris di masa itu sedang berjuang menemukan tatanan di hutan partikel-partikel temuan baru yang amburadul. Mereka ingin tahu partikel mana saja yang menjadi blok dasar penyusun alam dan partikel mana saja yang komposit. Tapi Chew, profesor di Universitas California, Berkeley, berargumen menentang pembedaan demikian. “Alam begini adanya karena ini satu-satunya alam potensial yang konsisten dengan dirinya sendiri,” tulisnya saat itu. Dia yakin dirinya dapat menyimpulkan hukum alam semata-mata dari persyaratan bahwa mereka harus swa-konsisten.

Dua Jenis Tatanan

Setiap orang pernah melihat citra keterlipatan: Anda lipat sehelai kertas, ubah jadi paket kecil, buat sayatan, lalu hamparkan menjadi sebuah pola. Bagian-bagian yang berdekatan di sayatan terhampar menjauh. Ini seperti yang terjadi pada hologram. Keterlipatan sebetulnya sangat lumrah dalam pengalaman kita. Semua cahaya masuk ke ruangan ini hingga seluruh ruangan praktisnya terlipat ke dalam setiap bagian. Jika mata Anda menengok, maka cahaya akan dihamparkan oleh mata dan otak Anda. Saat Anda menengok lewat teleskop atau kamera, seluruh alam ruang dan waktu terlipat ke dalam setiap bagian, dan itu terhampar kepada mata. Pada televisi kuno yang tidak disetel dengan tepat, gambarnya terlipat ke dalam layar dan kemudian dapat dihamparkan melalui penyetelan.

Gnosis Bohm – Implicate Order

Bohm percaya, Implicate Order harus diperluas ke realitas multidimensi. Dengan kata lain, hologerak terlipat dan terhampar tanpa akhir menuju dimensionalitas ananta. Dalam lingkungan ini terdapat subtotalitas independen (misalnya unsur fisik dan entitas manusia) berotonomi relatif. Lapisan-lapisan Implicate Order dapat masuk semakin dalam menuju hal/alam tak dikenal. “Totalitas tak dikenal dan tak terdeskripsikan” inilah yang Bohm sebut hologerak. Hologerak adalah “dasar fundamental semua materi”.

Perjalanan Fantastik

Oleh: Shahid Riaz http://www.scribd.com/doc/7303041/Fantastic-Voyage Pangkat 10. Zoom dari mikrokosmos ke makrokosmos. Ini adalah perjalanan kecepatan tinggi, melompati jarak sebesar faktor 10. Dimulai dengan 100 yang ekuivalen 1 meter, dan peningkatan ukuran sebesar faktor 10, atau 101 (10 meter), 102 (10x10 = 100 meter),  103 (10x10x10 = 1.000 meter), 104 (10x10x10x10 = 10.000 meter), dan seterusnya, … Continue reading Perjalanan Fantastik

Atom Ruang dan Waktu

Oleh: Lee Smolin (Sumber: Special Edition Scientific American – A Matter of Time, 2006, hal. 82-92) Kita merasa ruang dan waktu bersifat continuous (terhubung/tersambung), tapi bila teori loop quantum gravity yang mengagumkan itu benar, ruang dan waktu sebetulnya tersusun dari kepingan discrete (diskret/terpisah). Lebih dari 100 tahun lalu kebanyakan orang—dan kebanyakan ilmuwan—menganggap materi bersifat continuous. … Continue reading Atom Ruang dan Waktu

Apa Itu Materi?

(Sumber: Ken Freeman, Pencarian Dark Matter (diterjemahkan oleh Jookut dkk), Bumi: SeSa Media, 2010) Kita manusia, binatang, tumbuhan, semua bentuk kehidupan, Bumi, planet-planet, dan bintang-bintang, sebenarnya terbuat dari apa? Dan apakah benda-benda familiar itu betul-betul ada bagi Alam Semesta? Ini adalah pertanyaan yang seolah-olah sederhana yang langsung menuju inti pencarian dark matter. Dalam buku ini … Continue reading Apa Itu Materi?