Bagaimana Pasangan Quantum Menjahit Ruang-Waktu

Tensor muncul di seluruh fisika—mereka adalah objek matematis yang bisa mewakili banyak bilangan pada waktu bersamaan. Contoh, vektor kecepatan merupakan tensor sederhana: ia menangkap harga untuk kecepatan dan arah gerak. Tensor-tensor lebih rumit, tertaut menjadi jejaring, dapat dipakai untuk menyederhanakan kalkulasi sistem kompleks yang terbuat dari banyak bagian berlainan yang berinteraksi—termasuk interaksi rumit banyak partikel subatom yang menyusun materi.

Wormhole Mengurai Paradoks Black Hole

Seratus tahun setelah Albert Einstein mengembangkan teori relativitas umumnya, fisikawan masih terjebak dalam persoalan ketidakserasian terbesar di alam semesta. Lanskap ruang-waktu melengkung halus yang Einstein deskripsikan menyerupai lukisan karya Salvador Dalí—tanpa sambungan, tidak putus-putus, geometris. Tapi partikel-partikel quantum yang menghuni ruang ini lebih menyerupai karya Georges Seurat: pointilis, diskret, dideskripsikan oleh probabilitas.

Keterjeratan Quantum Dorong Anak Panah Waktu

Tapi yang membuat bingung bergenerasi-generasi fisikawan, anak panah waktu seolah bukan muncul dari hukum fisika dasar, yang bekerja ke waktu depan maupun ke waktu belakang. Menurut hukum-hukum ini, jika seseorang tahu jalur semua partikel di alam semesta dan membalik jalur-jalur tersebut, energi akan berkumpul alih-alih berpencar: kopi hangat akan spontan memanas, bangunan akan bangkit dari puingnya, dan cahaya mentari menyelinap kembali ke asalnya.

Memurnikan Fisika – Usaha Menjelaskan Kenapa “Quantum” Eksis

Oleh: Anil Ananthaswamy 18 Desember 2015 (Sumber: plus.maths.org) Artikel ini pertama kali dimuat di situs komunitas FQXi. FQXi adalah mitra kami dalam proyek informasi tentang informasi. Klik di sini untuk membaca artikel lain terkait konsep “it from bit” milik John Wheeler. “Menimbang megahnya pencapaian quantum, kita masih menanggung aib: tidak tahu ‘bagaimana ada [eksistensi]’. Kenapa … Continue reading Memurnikan Fisika – Usaha Menjelaskan Kenapa “Quantum” Eksis

Darwinisme Quantum

6 Januari 2016 (Sumber: en.wikipedia.org) Darwinisme Quantum adalah teori yang mengklaim menjelaskan ketimbulan dunia klasik dari dunia quantum sebagai akibat proses seleksi alam Darwinian, di mana banyak status quantum potensial diseleksi demi sebuah status penunjuk stabil. Ini diusulkan pada 2003 oleh Wojciech Zurek dan sekelompok rekan, meliputi Ollivier, Poulin, Paz, dan Blume-Kohout. Teori ini berkembang … Continue reading Darwinisme Quantum

Alam Imbang Kauffman

13 September 2013 (Sumber: quantum-mind.co.uk) Pendahuluan Dari sudut pandang studi kesadaran, “alam imbang” (poised realm) adalah aspek paling menarik dalam penelitian Kauffman. Dia mengidentikkan alam imbang dengan kondisi-kondisi pada organisme fotosintetik di mana koherensi quantum mulai berdekoherensi, tapi dipakasa kembali ke dalam koherensi parsial. Dia berhipotesis, kesadaran ditemukan di area perbatasan dekoherensi dan rekoherensi ini, … Continue reading Alam Imbang Kauffman

It from Bit?

Oleh: Rachel Thomas 18 Desember 2015 (Sumber: plus.maths.org) Artikel ini merupakan bagian dari proyek informasi tentang informasi, bekerjasama dengan FQXi. Klik di sini untuk membaca artikel lain terkait konsep “it from bit” milik John Wheeler. Jika sebatang pohon tumbang di hutan tapi tak ada orang di sana untuk mendengarnya, apakah ia betul-betul menghasilkan suara? Apa … Continue reading It from Bit?

Kisah Realitas yang Tak Pernah Tamat

Oleh: Kate Becker 18 Desember 2015 (Sumber: plus.maths.org) Artikel ini pertama kali dimuat di situs komunitas FQXi. FQXi adalah mitra kami dalam proyek informasi tentang informasi. Klik di sini untuk membaca artikel lain terkait konsep “it from bit” milik John Wheeler. Dalam The Neverending Story (film dan novel berjudul sama), bocah lelaki bernama Bastian menemukan … Continue reading Kisah Realitas yang Tak Pernah Tamat

Apakah Ruang Digital?

Oleh: Michael Moyer Foto-foto oleh Matt Siber (Sumber: Scientific American, Februari 2012, hal 30-36) Sebuah eksperimen yang sedang dibangun di luar Chicago akan berupaya mengukur hubungan intim antara informasi, materi, dan ruangwaktu. Jika berhasil, ini bisa menulis ulang kaidah-kaidah fisika abad 21. Craig Hogan percaya dunia ini seperti bulu. Ini bukan kiasan. Hogan, fisikawan di … Continue reading Apakah Ruang Digital?