Permata di Jantung Fisika Quantum

Pengungkapan bahwa interaksi partikel, peristiwa terdasar di alam, adalah konsekuensi dari geometri betul-betul memajukan upaya puluhan tahun untuk merumuskan ulang teori medan quantum, kumpulan hukum yang mendeskripsikan partikel-partikel unsur dan interaksi mereka. Interaksi yang tadinya dikalkulasi dengan rumus-rumus matematika sepanjang ribuan suku kini dapat dideskripsikan dengan mengkomputasi volume “amplituhedron” mirip permata, yang menghasilkan ekspresi satu suku sepadan.

Keterjeratan Quantum Dorong Anak Panah Waktu

Tapi yang membuat bingung bergenerasi-generasi fisikawan, anak panah waktu seolah bukan muncul dari hukum fisika dasar, yang bekerja ke waktu depan maupun ke waktu belakang. Menurut hukum-hukum ini, jika seseorang tahu jalur semua partikel di alam semesta dan membalik jalur-jalur tersebut, energi akan berkumpul alih-alih berpencar: kopi hangat akan spontan memanas, bangunan akan bangkit dari puingnya, dan cahaya mentari menyelinap kembali ke asalnya.

Energi Sebagai Pemusnah

Oleh: Andrew Marshall (Sumber: http://www.joyousness.org/articles.html, November 2007) Ini adalah artikel terakhir dari seri enam artikel yang dipublikasikan pada tahun 2007 yang juga bisa dilihat secara online. Barangkali hanya sedikit pemikiran kita mengenai peranan energi sebagai pemusnah, kecuali dalam contoh-contoh seperti penggunaan militer, kecelakaan, dan sebagainya; meskipun begitu, energi harus memusnahkan agar bisa membangun. Potensi energi … Continue reading Energi Sebagai Pemusnah