Apakah Alam Tidak Alami?

Suatu siang mendung di ujung April, para profesor fisika dan mahasiswa berdesakan ke dalam aula berpanel kayu di Universitas Columbia untuk mendengarkan ceramah Nima Arkani-Hamed, teoris kenamaan yang bertandang dari Institute for Advanced Study di Princeton, New Jersey. Dengan rambut gelap sebahu yang disisipkan ke belakang telinga, Arkani-Hamed memaparkan dua implikasi kontradiktif dari hasil-hasil eksperimen mutakhir di Large Hadron Collider Eropa. “Alam semesta adalah niscaya,” umumnya. “Alam semesta adalah mustahil.”

Apakah Einstein Benar?

Oleh: George Musser (Sumber: Scientific American, Special Issue – Beyond Einstein, September 2004, hal. 88-91) Tak seperti rekan-rekan sezamannya, Albert Einstein berpikir mekanika quantum akan menyerah pada teori klasik. Sebagian periset kini cenderung setuju. Einstein telah menjadi ikon suci. Menyebut dia salah akan dianggap melanggar kesusilaan. Bahkan “blunder terbesar”-nya justru memperkuat aura kemutlakannya: kekeliruannya ternyata … Continue reading Apakah Einstein Benar?

Antigravitasi Kosmologis

Oleh: Lawrence M. Krauss (Sumber: Scientific American, Special Edition – The Once and Future Cosmos, 31 Desember 2002, hal. 30-39) Konstanta kosmologis yang lama dicemooh—penemuan Albert Einstein—mungkin dapat menjelaskan perubahan laju perluasan alam semesta. Novelis dan kritikus sosial George Orwell menulis pada 1946, “Untuk melihat apa yang ada di depan hidung kita diperlukan perjuangan terus-menerus.” … Continue reading Antigravitasi Kosmologis