Apakah Alam Tidak Alami?

Suatu siang mendung di ujung April, para profesor fisika dan mahasiswa berdesakan ke dalam aula berpanel kayu di Universitas Columbia untuk mendengarkan ceramah Nima Arkani-Hamed, teoris kenamaan yang bertandang dari Institute for Advanced Study di Princeton, New Jersey. Dengan rambut gelap sebahu yang disisipkan ke belakang telinga, Arkani-Hamed memaparkan dua implikasi kontradiktif dari hasil-hasil eksperimen mutakhir di Large Hadron Collider Eropa. “Alam semesta adalah niscaya,” umumnya. “Alam semesta adalah mustahil.”

Advertisements

Tidak Ada Partikel Baru, Apa Maknanya Bagi Fisika?

Fisikawan di Large Hadron Collider (LHC) Eropa telah menggali atribut-atribut alam pada [besaran] energi lebih tinggi dibanding sebelumnya, dan mereka menemukan sesuatu yang mendalam: tak ada yang baru.

Teori Baru Untuk Jelaskan Massa Higgs

Tiga fisikawan yang berkolaborasi di San Fransisco Bay Area selama setahun ini telah menemukan solusi baru atas misteri yang mengepung bidang mereka lebih dari 30 tahun. Teka-teki besar ini, yang mendorong banyak eksperimen di pembentur-pembentur partikel yang kian bertenaga dan melahirkan hipotesis multiverse kontroversial, setara dengan pertanyaan anak cerdas kelas empat SD: Bagaimana bisa sebuah magnet mengangkat penjepit kertas dari tarikan gravitasi keseluruhan planet?

Mengobrak-abrik Demi Teori Final

Memutar balik jarum jam sebanyak setengah abad mungkin bisa menjadi kunci pemecahan salah satu teka-teki terbesar sains: bagaimana menyatukan gravitasi dan fisika partikel. Paling tidak, itulah harapan para peneliti yang menganjurkan