Bilangan Aneh Ditemukan Dalam Benturan Partikel

Di Large Hadron Collider di Jenewa, fisikawan menembakkan proton-proton keliling lintasan 17 mil dan menabrakkan mereka pada hampir kecepatan cahaya. Itu salah satu eksperimen ilmiah paling disetel halus di dunia, tapi saat coba memahami puing quantum, fisikawan mengawali dengan alat sederhana bernama diagram Feynman yang tidak jauh beda dari cara anak kecil melukiskan situasi ini.

Matematikawan Mengejar Bayangan Sinar Bulan

Pada 1978, matematikawan John McKay menyadari sebuah kebetulan aneh. Dia sedang mempelajari cara-cara pelambangan struktur entitas misterius yang disebut grup monster, objek aljabar raksasa yang, menurut matematikawan, menangkap kesimetrian jenis baru. Matematikawan tidak yakin grup monster ini betul-betul eksis, tapi mereka tahu bahwa jika memang eksis, ia beraksi dengan cara istimewa di dimensi-dimensi tertentu, dua yang pertama adalah 1 dan 196.883.

Michio Kaku – Bukti Tuhan Eksis

“Saya berkesimpulan, kita berada di dunia yang diciptakan berdasarkan kaidah yang dibuat oleh suatu kecerdasan. Percayalah, segala sesuatu yang kita sebut untung-untungan tidak lagi masuk akal hari ini. Bagi saya jelas, kita eksis dalam rencana yang diatur menurut kaidah yang dibuat, dibentuk oleh kecerdasan universal dan bukan oleh untung-untungan.”

Matematika Islam

Al-Qur’an sendiri mendorong pengumpulan ilmu pengetahuan, dan Zaman Emas sains dan matematika Islam tumbuh subur sepanjang periode pertengahan dari abad 9 s/d 15. Baitul Hikmah dibangun di Baghdad sekitar tahun 810, dan dimulailah penerjemahan

Mencari Kebenaran yang Hilang

Oleh: Marianne Feiberger 28 Januari 2011 (Sumber: plus.maths.org) Banyak orang suka matematika karena ia memberi jawaban pasti. Segalanya benar atau salah, dan hal-hal benar terasa benar secara amat fundamental. Namun faktanya belakangan ini matematika sedang berjalan di atas landasan filosofis yang goyah. Dengan terbitnya karya-karya ahli logika Kurt Gödel dan lain-lain pada 1930-an menjadi jelaslah … Continue reading Mencari Kebenaran yang Hilang

Remaja Jerman Pecahkan Teka-teki Matematika Berumur 300 Tahun

27 Mei 2012 (Sumber: http://www.foxnews.com) DRESDEN, Jerman—Seorang remaja 16 tahun menjadi orang pertama yang memecahkan soal matematika yang dikemukakan oleh Sir Isaac Newton lebih dari 300 tahun silam. Shouryya Ray memecahkan cara mengkalkulasi dengan tepat lintasan proyektil di bawah [pengaruh] gravitasi dan hambatan udara, demikian bunyi laporan The (London) Sunday Times. Remaja kelahiran India itu … Continue reading Remaja Jerman Pecahkan Teka-teki Matematika Berumur 300 Tahun

Seperempat Abad Matematika Rekreasional

Oleh: Martin Gardner Ilustrasi oleh: Ian Worpole (Sumber: Mathematical American, Desember 2003, hal. 2-9) Penulis kolom “Mathematical Games” di Scientific American sejak 1956 sampai 1981 menceritakan 25 tahun teka-teki menghibur dan penemuan serius. “Hiburan termasuk bidang matematika terapan.” William F. White, A Scrapbook of Elementary Mathematics Saya memulai kolom “Mathematical Games” dalam Scientific American edisi … Continue reading Seperempat Abad Matematika Rekreasional

Matinya Bukti

Oleh: John Horgan (Sumber: Mathematical American, Desember 2003, hal. 10-15) Komputer sedang mengubah cara matematikawan dalam menemukan, membuktikan, dan menyampaikan ide-ide, tapi adakah tempat untuk kepastian mutlak di dunia baru ini? Legenda menyebut, tatkala Pythagoras dan para pengikutnya menemukan teorema yang menyandang namanya di abad 6 SM, mereka menyembelih seekor lembu jantan dan berpesta untuk … Continue reading Matinya Bukti

Pendirian Terakhir Fermat

Oleh: Simon Singh dan Kenneth A. Ribet (Sumber: Mathematical American, Desember 2003, hal. 25-28) Teorema paling terkenal miliknya telah membingungkan para pemikir hebat selama lebih dari tiga abad. Tapi setelah 10 tahun bekerja, seorang matematikawan memecahkannya. Juni silam, 500 matematikawan berkumpul di Great Hall Universitas Göttingen, Jerman, untuk menyaksikan Andrew J. Wiles dari Universitas Princeton … Continue reading Pendirian Terakhir Fermat