Tidak Ada Partikel Baru, Apa Maknanya Bagi Fisika?

Fisikawan di Large Hadron Collider (LHC) Eropa telah menggali atribut-atribut alam pada [besaran] energi lebih tinggi dibanding sebelumnya, dan mereka menemukan sesuatu yang mendalam: tak ada yang baru.

Advertisements

Teori String Bertemu Loop Quantum Gravity

Delapan dekade telah berlalu sejak fisikawan menyadari teori mekanika quantum dan teori gravitasi tidak cocok, dan teka-teki penggabungan keduanya belum juga terpecahkan. Dalam beberapa dekade terakhir, para peneliti mengejar persoalan ini dalam dua program terpisah—teori string dan loop quantum gravity—yang umumnya dianggap tidak serasi oleh praktisinya. Tapi sekarang beberapa ilmuwan berargumen, penggabungan kekuatan adalah jalan ke depan.

Bertaruh Pada Masa Depan Gravitasi Quantum

Sudah 80 tahun fisikawan mencari teori gravitasi quantum. Kendati graviton secara individual terlalu lemah untuk dideteksi, mayoritas fisikawan percaya partikel-partikel tersebut menjelajahi alam quantum berbondong-bondong, dan perilaku mereka secara kolektif melahirkan gaya gravitasi makroskopis, sebagaimana cahaya adalah efek makrokopis partikel-partikel bernama foton. Tapi setiap teori perilaku partikel gravitasi berhadapan dengan masalah yang sama: ketika diperiksa lebih cermat, itu tidak masuk akal secara matematis.

Teori Baru Untuk Jelaskan Massa Higgs

Tiga fisikawan yang berkolaborasi di San Fransisco Bay Area selama setahun ini telah menemukan solusi baru atas misteri yang mengepung bidang mereka lebih dari 30 tahun. Teka-teki besar ini, yang mendorong banyak eksperimen di pembentur-pembentur partikel yang kian bertenaga dan melahirkan hipotesis multiverse kontroversial, setara dengan pertanyaan anak cerdas kelas empat SD: Bagaimana bisa sebuah magnet mengangkat penjepit kertas dari tarikan gravitasi keseluruhan planet?