Kenapa Fisikawan Menyebut Kesadaran Adalah Status Materi, Seperti Padat, Cair, atau Gas

Sebuah revolusi senyap sedang berlangsung dalam fisika teoritis. Sepanjang usia disiplin ini, fisikawan enggan membahas kesadaran, menganggapnya topik untuk para dukun dan tukang klenik. Bahkan, penyebutan kata ‘k’ saja dapat merusak karir.

Advertisements

Menjelaskan CTMU

CTMU (Cognitive-Theoretic Model of the Universe) milik Christopher Langan adalah sebuah theory of everything, “teorinya para teori”, yang bersifat metafisik/filosofis. Itu menjelaskan sifat realitas, kemunculannya, ke mana ia menuju, dan apa tujuannya.

Wawancara Dengan Christopher Langan

Christopher Langan pernah jadi tukang pukul selama hampir dua dasawarsa. Dan bila Anda berjalan ke Westhampton Grill di Long Island New York, di mana dia bekerja paruh waktu, Anda akan berpikir bahwa Langan, tinggi sedikit di bawah 6 kaki dan berat 270 pon, tampak cocok untuk peran tersebut. Tapi Langan bukanlah tukang pukul bar biasa: dia mencetak skor setingginya 195 dalam tes IQ, sebuah hasil yang begitu langka sampai-sampai para ahli memperkirakan kurang dari satu per semiliar orang mampu mencapainya.

Dasar-dasar Relativitas Khusus: Relativitas Keserempakan

Jika satu pengamat berpikir bahwa dua peristiwa berlangsung serempak, satu pengamat lain mungkin tidak berpikir demikian. Awalnya ini akan terdengar seperti salah satu dari sekian banyak efek baru yang dihadirkan relativitas. Namun, seiring kita gali lebih dalam, Anda akan lihat bahwa ini merupakan penyesuaian penting yang Einstein lakukan terhadap pemahaman kita akan ruang dan waktu dalam relativitas khusus. Sekali Anda memahaminya, segala hal lain jadi masuk akal. (Dan sebelum Anda memahaminya, tak ada yang masuk akal!)

Peta Theory of Everything

Dalam pencarian deskripsi alam terpadu dan koheren—sebuah “theory of everything”—fisikawan telah menemukan akar tunggang yang menautkan semakin banyak fenomena berbeda. Dengan hukum gravitasi universal, Isaac Newton mengawinkan jatuhnya apel dengan orbit planet. Albert Einstein, dalam teori relativitasnya, menenun ruang dan waktu menjadi kain tunggal, dan menunjukkan bagaimana apel dan planet jatuh sepanjang lengkungan kain. Dan hari ini, semua partikel unsur terpasang rapi ke dalam struktur matematis yang disebut Standard Model. Tapi teori-teori fisika kita masih dipenuhi perpecahan, lubang, dan inkonsistensi. Ini masalah mendalam yang harus dijawab dalam pengejaran theory of everything.

Apakah Alam Tidak Alami?

Suatu siang mendung di ujung April, para profesor fisika dan mahasiswa berdesakan ke dalam aula berpanel kayu di Universitas Columbia untuk mendengarkan ceramah Nima Arkani-Hamed, teoris kenamaan yang bertandang dari Institute for Advanced Study di Princeton, New Jersey. Dengan rambut gelap sebahu yang disisipkan ke belakang telinga, Arkani-Hamed memaparkan dua implikasi kontradiktif dari hasil-hasil eksperimen mutakhir di Large Hadron Collider Eropa. “Alam semesta adalah niscaya,” umumnya. “Alam semesta adalah mustahil.”