Kenapa Fisikawan Menyebut Kesadaran Adalah Status Materi, Seperti Padat, Cair, atau Gas

Sebuah revolusi senyap sedang berlangsung dalam fisika teoritis. Sepanjang usia disiplin ini, fisikawan enggan membahas kesadaran, menganggapnya topik untuk para dukun dan tukang klenik. Bahkan, penyebutan kata ‘k’ saja dapat merusak karir.

Advertisements

Menjelaskan CTMU

CTMU (Cognitive-Theoretic Model of the Universe) milik Christopher Langan adalah sebuah theory of everything, “teorinya para teori”, yang bersifat metafisik/filosofis. Itu menjelaskan sifat realitas, kemunculannya, ke mana ia menuju, dan apa tujuannya.

Permata di Jantung Fisika Quantum

Pengungkapan bahwa interaksi partikel, peristiwa terdasar di alam, adalah konsekuensi dari geometri betul-betul memajukan upaya puluhan tahun untuk merumuskan ulang teori medan quantum, kumpulan hukum yang mendeskripsikan partikel-partikel unsur dan interaksi mereka. Interaksi yang tadinya dikalkulasi dengan rumus-rumus matematika sepanjang ribuan suku kini dapat dideskripsikan dengan mengkomputasi volume “amplituhedron” mirip permata, yang menghasilkan ekspresi satu suku sepadan.

Fisikawan Temukan Bukti Bahwa Alam Semesta Adalah “Otak Raksasa”

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports di jurnal Nature, alam semesta mungkin sedang tumbuh seperti otak raksasa—di mana letusan elektris antara sel-sel otak “dicerminkan” oleh bentuk galaksi meluas. Hasil simulasi komputer mengindikasikan “dinamika pertumbuhan alami”—cara sistem berevolusi—adalah sama untuk berbagai macam jejaring, entah itu internet, otak manusia, ataupun alam semesta secara keseluruhan.

“Teori Multiverse” Berpandangan Alam Semesta Adalah Matriks Realitas Virtual

Jika Anda pernah berpikir hidup adalah mimpi, tenang saja. Beberapa ilmuwan tersohor mungkin sependapat. Para filsuf sudah lama bertanya apakah memang ada dunia nyata di luar sana, ataukah “realitas” hanyalah kilasan imajinasi kita. Lalu datanglah fisikawan quantum, yang menyingkap alam ketidakpastian atom ala Alice in Wonderland, di mana partikel-partikel bisa berupa gelombang, dan benda padat larut ke dalam pola samar energi quantum. Dan sekarang kosmolog ikut-ikutan, menyatakan bahwa apa yang kita persepsikan sebagai alam semesta mungkin sebetulnya tidak lebih dari simulasi raksasa.

Catatan Mengenai Implicate Order

Haruskah kita mempertimbangkan Implicate Order sebagai bentuk baru tatanan deskriptif dalam fisika, misalnya menggantikan apa yang Bohm sebut Cartesian Order (koordinat dan titik tetap/pasti di ruang)? Ataukah itu pernyataan ontologis tentang dunia dan realitas (pernyataan tentang dunia apa adanya)?

Dua Jenis Tatanan

Setiap orang pernah melihat citra keterlipatan: Anda lipat sehelai kertas, ubah jadi paket kecil, buat sayatan, lalu hamparkan menjadi sebuah pola. Bagian-bagian yang berdekatan di sayatan terhampar menjauh. Ini seperti yang terjadi pada hologram. Keterlipatan sebetulnya sangat lumrah dalam pengalaman kita. Semua cahaya masuk ke ruangan ini hingga seluruh ruangan praktisnya terlipat ke dalam setiap bagian. Jika mata Anda menengok, maka cahaya akan dihamparkan oleh mata dan otak Anda. Saat Anda menengok lewat teleskop atau kamera, seluruh alam ruang dan waktu terlipat ke dalam setiap bagian, dan itu terhampar kepada mata. Pada televisi kuno yang tidak disetel dengan tepat, gambarnya terlipat ke dalam layar dan kemudian dapat dihamparkan melalui penyetelan.

Gnosis Bohm – Implicate Order

Bohm percaya, Implicate Order harus diperluas ke realitas multidimensi. Dengan kata lain, hologerak terlipat dan terhampar tanpa akhir menuju dimensionalitas ananta. Dalam lingkungan ini terdapat subtotalitas independen (misalnya unsur fisik dan entitas manusia) berotonomi relatif. Lapisan-lapisan Implicate Order dapat masuk semakin dalam menuju hal/alam tak dikenal. “Totalitas tak dikenal dan tak terdeskripsikan” inilah yang Bohm sebut hologerak. Hologerak adalah “dasar fundamental semua materi”.