Seperempat Abad Matematika Rekreasional

Oleh: Martin Gardner Ilustrasi oleh: Ian Worpole (Sumber: Mathematical American, Desember 2003, hal. 2-9) Penulis kolom “Mathematical Games” di Scientific American sejak 1956 sampai 1981 menceritakan 25 tahun teka-teki menghibur dan penemuan serius. “Hiburan termasuk bidang matematika terapan.” William F. White, A Scrapbook of Elementary Mathematics Saya memulai kolom “Mathematical Games” dalam Scientific American edisi Desember 1956 dengan sebuah artikel tentang heksafleksagon. Struktur mengherankan ini, dihasilkan dengan melipat kertas biasa menjadi heksagon lalu merekatkan ujung-ujungnya, dapat dibalik sebelah dalamnya keluar secara berulangkali, sehingga menyingkap muka-muka tersembunyi. Struktur ini ditemukan pada 1939 oleh sekelompok mahasiswa sarjana Universitas Princeton. Heksafleksagon sangat asyik dimainkan, tapi…

Matinya Bukti

Oleh: John Horgan (Sumber: Mathematical American, Desember 2003, hal. 10-15) Komputer sedang mengubah cara matematikawan dalam menemukan, membuktikan, dan menyampaikan ide-ide, tapi adakah tempat untuk kepastian mutlak di dunia baru ini? Legenda menyebut, tatkala Pythagoras dan para pengikutnya menemukan teorema yang menyandang namanya di abad 6 SM, mereka menyembelih seekor lembu jantan dan berpesta untuk merayakan. Sah-sah saja. Temuan mereka, yaitu hubungan antara sisi-sisi sebuah segitiga siku-siku, terus berlaku, bukan kadangkala atau seringkali, tapi selalu—tak peduli apakah segitiganya berupa sepotong sutera atau sebidang tanah atau lambang di atas daun lontar. Ini seperti sihir, anugerah para dewa. Tak heran begitu banyak pemikir, dari…

Pendirian Terakhir Fermat

Oleh: Simon Singh dan Kenneth A. Ribet (Sumber: Mathematical American, Desember 2003, hal. 25-28) Teorema paling terkenal miliknya telah membingungkan para pemikir hebat selama lebih dari tiga abad. Tapi setelah 10 tahun bekerja, seorang matematikawan memecahkannya. Juni silam, 500 matematikawan berkumpul di Great Hall Universitas Göttingen, Jerman, untuk menyaksikan Andrew J. Wiles dari Universitas Princeton menerima Wolfskehl Prize yang bergengsi. Penghargaan tersebut—diadakan sejak 1908 bagi siapa saja yang membuktikan teorema terakhir nan masyhur milik Pierre de Fermat—mulanya bernilai $2 juta (dalam dolar hari ini). Menjelang musim panas 1997, hiperinflasi dan devaluasi mark membuatnya turun jadi $50.000. Tapi tak ada yang peduli. Bagi…