Teori String

Oleh: Amity Institute of Nano Technology

Teori string lahir dari upaya untuk menjawab:

  1. Dari apa dunia terbuat?
  2. Bagaimana dan kenapa dunia berubah seiring waktu?

Jawaban:

  1. Materi. Semua materi memiliki massa. Contoh: mobil, rumah, gedung, planet.
  2. Bentuk-bentuk materi mengerahkan gaya terhadap satu sama lain dan mereka bergerak di bawah pengaruh gaya ini.

Read more…

Teori String – Tantangan dan Prospek

Oleh: John H. Schwarz
Oktober 2008

I. APA ITU TEORI STRING?
Teori string muncul di akhir 1960-an dalam upaya memahami gaya nuklir kuat. Ini adalah gaya yang menjaga kesatuan neutron dan proton di dalam nukleus. Teori string harus menggabungkan relativitas dan mekanika quantum. Jika objek fundamental dalam teori ini berupa simpal atau segmen garis, dinamai string, ketimbang partikel mirip titik, maka itu dapat menerangkan fitur-fitur gaya nuklir kuat.

Ide dasarnya adalah, beraneka gerak string ekuivalen dengan beraneka tipe partikel. Jadi, teori string memiliki objek fundamental unik (yaitu string). Teori string asli (1968-1969), bernama teori string bosonik, mengandung kelemahan fatal. Teori yang jauh lebih baik, teori superstring (1971), mengatasi permasalahan ini. Read more…

Haruskah Sains Berunding Dengan Agama?

Oleh: Lawrence M. Krauss dan Richard Dawkins
(Sumber: Scientific American, Juli 2007, hal. 88-91)

Dua pembela sains kenamaan saling bertukar pandangan perihal bagaimana ilmuwan sebaiknya mendekati agama dan para pemeluknya.

Pendahuluan Editor
Walaupun kedua penulis berada di pihak sains, mereka tidak selalu sependapat tentang cara terbaik dalam menentang ancaman bermotif agama terhadap praktek atau pelajaran ilmiah. Kraus, fisikawan terkemuka, sering masuk sorotan publik untuk mempertahankan teori evolusi dalam kurikulum sains sekolah dan menjauhkan varian-varian kreasionisme ilmiah semu darinya. Sebuah surat terbuka dikirimnya kepada Paus Benediktus XVI di tahun 2005, mendesak Paus agar tidak membangun tembok baru antara sains dan agama, agar memimpin Vatikan dalam menegaskan kembali pengakuan Gereja Katolik terhadap seleksi alam sebagai teori ilmiah yang sah.

Dawkins, biolog evolusi, penulis subur dan dosen, juga merupakan pengkritik fasih terhadap segala upaya meruntuhkan penalaran ilmiah. Namun secara umum dia kurang menampakkan perhatian dibanding Krauss dalam menggapai koeksistensi damai antara sains dan agama. Judul buku laris Dawkins, The God Delusion, barangkali paling merangkum pendapatnya soal keyakinan agama. Read more…