Ruangwaktu

Kita membangun ruangwaktu dengan menjepret ruang beberapa kali secara instan pada jenak waktu berturut-turut dan menumpuk hasil jepretan. Ini sangat mudah dibayangkan jika kita mulai dari ruang dua dimensi. Jepretan-jepretan yang diambil pada waktu-waktu berbeda kemudian ditumpuk untuk memberi kita ruangwaktu tiga dimensi.

Advertisements

Pulang-Pergi — Satu Semesta Dalam Satu Waktu

Ketika seseorang menyebut mesin waktu, Anda mungkin terbayang pada mesin-mesin fantastis seperti TARDIS dalam Dr. Who atau DeLorean dalam Back to the Future, tapi beberapa fisikawan telah melakukan studi mesin waktu secara serius. Sebagian besar penelitian ini fokus pada skenario “bagaimana kalau”, yakni menguji batas model teoritis tertentu, ketimbang betul-betul membangun perangkat yang dapat bepergian ke masa lalu.

Kurva Mirip-Waktu Tertutup

Kurva mirip-waktu tertutup (kadang disingkat CTC) adalah solusi teoritis untuk persamaan-persamaan medan umum dalam teori relativitas umum. Dalam kurva mirip-waktu tertutup, garis-dunia sebuah objek di ruangwaktu mengikuti lintasan aneh di mana ia akhirnya kembali ke koordinat sama persis di ruang dan waktu di mana ia berada sebelumnya. Dengan kata lain, kurva mirip-waktu tertutup adalah hasil matematis persamaan fisika yang memperkenankan perjalanan waktu.

Kerucut Cahaya dan Struktur Kausalitas

Dalam upaya membuat diagram ruangwaktu relativistik, salah satu fitur terpenting untuk ditangkap adalah struktur kausalitas ruangwaktu. Struktur ini memperinci peristiwa mana saja (yakni, titik ruang dan waktu mana saja) yang dapat dihubungkan oleh trayektori-trayektori yang lebih lambat daripada cahaya, peristiwa mana saja yang dapat dihubungkan oleh trayektori-trayektori yang berjalan pada kecepatan cahaya, dan peristiwa mana saja yang tak dapat dihubungkan oleh apapun yang berjalan pada atau di bawah kecepatan cahaya.

Menjelaskan CTMU

CTMU (Cognitive-Theoretic Model of the Universe) milik Christopher Langan adalah sebuah theory of everything, “teorinya para teori”, yang bersifat metafisik/filosofis. Itu menjelaskan sifat realitas, kemunculannya, ke mana ia menuju, dan apa tujuannya.

Wawancara Dengan Christopher Langan

Christopher Langan pernah jadi tukang pukul selama hampir dua dasawarsa. Dan bila Anda berjalan ke Westhampton Grill di Long Island New York, di mana dia bekerja paruh waktu, Anda akan berpikir bahwa Langan, tinggi sedikit di bawah 6 kaki dan berat 270 pon, tampak cocok untuk peran tersebut. Tapi Langan bukanlah tukang pukul bar biasa: dia mencetak skor setingginya 195 dalam tes IQ, sebuah hasil yang begitu langka sampai-sampai para ahli memperkirakan kurang dari satu per semiliar orang mampu mencapainya.