Oleh: Theodore A. Jacobson dan Renaud Parentani (Sumber: Scientific American Reports – Special Edition on Astrophysics, 2007, hal. 12-19) Gelombang suara pada zalir (fluid) berperilaku aneh seperti gelombang cahaya di ruang. Black hole bahkan memiliki imbangan akustik. Mungkinkah ruangwaktu betul-betul sejenis zalir, seperti ether dalam fisika pra-Einstein? Ketika Albert Einstein mengajukan teori relativitas khususnya pada […]

Oleh: Jeremy Bernstein (Sumber: Scientific American Reports – Special Edition on Astrophysics, 2007, hal. 4-11) Persamaan gravitasi Albert Einstein merupakan fondasi pandangan modern black hole; ironisnya, dia menggunakan persamaan tersebut dalam upaya membuktikan objek ini tidak eksis. Adakalanya ilmu agung menghasilkan peninggalan yang melampaui bukan cuma imajinasi para praktisinya tapi juga niat mereka. Contoh yang […]

Oleh: Seth Lloyd dan Y. Jack Ng (Sumber: Scientific American Reports – Special Edition on Astrophysics, 2007, hal. 82-92) Mengikuti semangat zaman, periset dapat menganggap hukum fisika sebagai program komputer dan alam semesta sebagai komputer. Apa perbedaan antara komputer dan black hole? Pertanyaan ini terdengar seperti pembukaan kelakar Microsoft, tapi merupakan salah satu persoalan fisika […]

Oleh: William I. McLaughlin (Sumber: Scientific American, November 1994, hal. 84) Selama bermilenium-milenium, matematikawan dan filsuf berusaha menyanggah paradoks Zeno, serangkaian teka-teki yang menyatakan bahwa secara inheren gerak adalah mustahil. Akhirnya ditemukan sebuah solusi. Alkisah, Achilles bertemu seekor kura-kura darat di jalan. Si kura-kura, yang akalnya lebih cepat daripada kakinya, menantang sang pahlawan tangkas untuk […]

Oleh: Doris Schattschneider (Sumber: Scientific American, November 1994, hal. 66-71) Potret dan gambar karya M.C. Escher memberi ekspresi pada konsep abstrak matematika dan sains. Möbius Strip II, 1963. Ini memuat arak-arakan semut yang merayap dalam siklus tiada akhir. Dengan jumlah sosok terhingga, Escher melukiskan ketakterhinggaan melalui lintangan terus-menerus pada simpal tak berujung pangkal. Semut-semut juga […]

Oleh: Andrei Linde (Sumber: Scientific American, November 1994, hal. 48-55) Versi-versi anyar skenario inflasi menggambarkan alam semesta sebagai fraktal yang menggenerasi diri yang menunaskan alam-alam semesta berinflasi lainnya. Jika saya dan kolega benar, kita mungkin dapat segera mengucapkan selamat tinggal pada ide bahwa alam semesta adalah bola api tunggal yang terbentuk dalam big bang. Kita […]

Oleh: David Z. Albert (Sumber: Scientific American, Mei 1994, hal. 58-67) Teori ini, diabaikan selama empat dekade terakhir, menantang gambaran subjektif probablistik realitas yang terdapat secara implisit dalam rumusan standar mekanika quantum. Studi perilaku partikel subatom di abad ini berdiri di atas fakta-fakta amat mengherankan tentang dunia fisik. Pertama, untung-untungan murni (pure chance) mengatur cara […]