Oleh: Ajip Rosidi
(Sumber: Pikiran Rakyat, Sabtu 5 November 2011, hal. 30)
Bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk kata jamak. Jumlah benda atau orang yang melakukan kata kerja tidak memengaruhi bentuk kata benda atau kata kerja yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Sebuah disebut buku, dua buah disebut buku, banyak disebut buku juga. Seorang disebut manusia, dua orang disebut manusia, dan banyak orang juga disebut manusia.
Berlainan misalnya dengan bahasa Inggris yang membedakan kata bendanya kalau jumlahnya satu dengan yang lebih dari satu (banyak). One book, many books. A man, many men. Secara umum bentuk jamak dalam bahasa Inggris ditambah dengan huruf s, tetapi ada kekecualian seperti halnya dengan man yang menjadi men, tidak menjadi mans, a mouse menjadi many mice, tidak menjadi many mouses, dan lain-lain. Kekecualian itu tidak banyak, tetapi harus dihafalkan.
Dalam bahasa Belanda dan beberapa bahasa Barat lainnya pun ada bentuk yang membedakan menyebut benda tunggal dengan menyebut benda yang jumlahnya banyak (lebih dari satu). Misalnya dalam bahasa Prancis seperti dalam bahasa Inggris ditambah dengan s. Dalam bahasa Belanda kalau banyak ditambah dengan akhiran –en, seperti een dier (mufrad), tetapi viel dieren (jamak), een doctor (mufrad), tetapi drie doctoren (jamak). Read more…


















Sainstory is joogistered by JSF [WORKGROUP] under JOO Rights Commons Work.